Wednesday, May 23, 2018

Ilmu Dan Amal


Oleh : Raden Ayu Ekalina Amd.Tex (IRT, Anggota Komunitas Revowriter)


Pikiran, sikap dan tingkah laku seseorang sesungguhnya dipengaruhi oleh pemahamannya terhadap suatu perkara atau kejadian. Pentingnya seseorang memilki ilmu yang luas, akan membentuk pribadinya menjadi manusia yang bertanggung jawab.


Kunci kesuksesan dan kebahagiaan orang beriman adalah berfikir positif, landasannya adalah ilmu.

Menuntut ilmu adalah salah satu ibadah yang di wajibkan dalam islam.


Bagaimana mungkin beramal tanpa berilmu?


Dengan ilmu banyak hal yang bisa diperbaiki, seperti bagaimana membangun mental yang bertanggung jawab, membangun kebiasaan positif, menyikapi perbedaan dalam hidup, mencerdaskan umat, menjadikan hidup kita bermanfaat, dan lain sebagainya.

Wujud dari keluasan ilmu adalah kelapangan dada, kebijaksanaan sikap dan keluhuran perilaku.


Pentingnya menuntut ilmu di katakan dalam sabda Rasulullah;


طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. 

(HR. Ibnu Abdil Barr)


طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِمٍ  

"Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim

(H.R. Ibnu Majah )


وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim.)


مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)


Orang yang berilmu akan semakin takut kepada Allah karena semakin bertambah ilmunya maka seseorang bisa mengenali keterbatasannya dan mengakui bahwa Allah lebih sempurna.

Seperti dalam firman Allah :


إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).


Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu)."


Menuntut ilmu jangan sekedar ingin menjadi pintar. Ilmu yang sudah diperoleh haruslah bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan, karena ilmu yang tidak diamalkan maka tak ada artinya sama sekali. 

Dengan ilmu seseorang bisa menbedakan mana yang benar dan mana yang salah. 

Jika sudah diterapkan dan diamalkan pada lingkungannya, ilmu bisa mengalir menjadi pahala jariyah bagi yang menyebarkannya walaupun orang tesebut telah wafat.

Sebagaimana sabda Rasulullah : 


"jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.” 

(HR Bukhori dan Muslim)


Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat. Jangan malas untuk menuntut ilmu dan jangan mudah puas dengan ilmu yang sedikit. Ilmu bisa meninggikan derajat kita melebihi harta. 

Sebagaimana janji Allah : 


يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ


“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

(Qs. Al Mujadilah :11)


Semoga dengan mengetahui begitu pentingnya kedudukan ilmu serta manfaatnya dalam hidup kita, dapat menjadikan kita orang yang mencintai ilmu dan tidak malas untuk belajar.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!