Monday, May 14, 2018

HTI dan Umat


Oleh :  Kanti Rahmillah, M.Si 


7 Mei 2018. Gugatan HTI, mengenai SK pencabutan Badan Hukum Ormas HTI, ditolak Hakim. Walau hanya pencabutan status badan hukum. Rupanya media sudah siap menggoreng isu. “HTI dibubarkan”, “HTI ormas terlarang”. Padahal juga, ribuan ormas di Indonesia tidak mempunyai Badan hukum.



Sidang PTUN terbuka, bahkan live. Disaksikan jutaan umat Indonesia. Isinya, kami pun tau. Tak ada satupun kesalahan HTI yang bisa dibuktikan. Pihak tergugat tak bisa menghadirkan saksi ahli yang benar-benar menjelaskan kesalahan HTI berdasarkan dalil dan pelanggaran UU.



Logika manusia berakal, tak mungkin HTI kalah. Karena HTI menghadirkan saksi ahli yang benar-benar ahli. Menjawab tuntas pertanyaan. Dengan dalil dan kecakapan mereka. Sidang seolah berat sebelah. Tentu intelektualitas dan kedalaman dalil dimenangkan oleh HTI.



Kami pun sesekali melihat, Pa Hakim yang geram, saat pihak tergugat tak menjawab pertanyaannya. Hanya memutar-mutar jawaban. Setelah dipaksa jawab. Pamungkasnya. “ Saya tak bisa jawab, saya bukan ahlinya”. Ada juga yang mengarang cerita pernah bertemu dengan anggota Hizbut Tahrir di Timur tengah. Dan  dia sudah mengkaji kitab HT. Ternyata menyebutkan thariqoh dakwah HT saja salah.



Melihat Ustdz Ismail Yusanto dan Prof Yusril Izha Mahendra. Hanya doa yang bisa kami kirimkan. Ditengah wajah lelah mereka. Ada kilauan iman peneduh hati mereka. Kursi yang Mereka duduki bak kuda perang yang ditunggangi para mujahid.



Ikhtiar sudah dilakukan, doa dipanjatkan.Ribuan kaum muslim mengetuk pintu langit. Penghuni Arsi tak pernah tidur. MakarNya tak ada yang bisa mengalahkan. Sesungguhnya. Kalian bukan sedang mempermainkan HTI, kalian sedang bermain-main dengan pemilik jagat ini.



Semakin nampak buruknya hukum negeri ini. Kami tak mengerti betul bagimana mekanisme persidangan negeri ini. Yang kami tau, perjalanan sidang PTUN kemarin sungguh sebuah realitas. Bisa diputar ulang. Orang awam saja akan tau, mana yang benar, dan mana yang bayaran. Perkara kesimpulan dan putusan jauh dari isi? Begitulah ciri demokrasi. Penguasa menjadi hakim tunggal negeri ini.



Bukan HTI yang kalian sakiti. Tapi umat muslim Indonesia, yang sudah terlanjur cinta dengan HTI, yang kau lukai. Karena bagi HTI. Apapun keputusannya. Dakwah tak akan mati. Kematian dan kemenanganlah yang akan menghentikan mereka.



Jika kalian hendak mengubur HTI. Ingat, HTI adalah benih. Jika kau kubur. Suburlah mereka. Jika kalian hendak mematikan HTI? alat apa yang kalian pakai? Karena HTI langsung dibawah perlindungan sang pembuat kematian.



Khilafah adalah metode nabi. Kenapa kalian perkarakan?



Nabi Muhammad saw, mekkah, madinah, bulan ramadhan, semua menjadi mulya karna Al Qur'an. HTI mendakwahkan Khilafah. Khilafah untuk mengamalkan Al Qur'an. Agar negeri ini Mulia. (Ustadz Oyen Sutiknop, Ketua Pemuda Cinta Qur'an (PeCiQu) Lampung)


Kalian tak benar-benar cinta pada negeri ini. Jika benar cinta, kenapa kalian tak urusi saja pengeruk SDA milik umat ini. Kenapa kalian biarkan tikus berdasi menggerogoti uang negara. Penjualan aset negara yang tak berkesudahan. Malah sibuk membasmi kelompok yang begitu mencinta negeri ini. Kami tau, kalian pasti terganggu. Kepentingan kalian terusik. Rente dan Jabatan bisa hilang. Itulah dunia. Membutakan mata hati.



Wahai pemilik turbin smesta. Saksikanlah. Kami dan HTI sedang terdzolimi di negeri kami sendiri. Negeri yang amat kami cintai. Kami tak rela pengurusan umat, masih ditangan mereka. Kami yakin suatu saat, atas ijinmu. Islam tegak di atas negeri kami. Aturan yang menentramkan menyelimuti tanah ini. Hingga lahir pemimpin yang benar-benar mengurusi kami dengan hati nurani.



Seperti saat kalian mulai memperkarakan Khilafah. Alih-alih memonsterisasi kata Khilafah, ternyata umat semakin penasaran dengan Khilafah. Begitupun selembar kertas hari ini, tak ada artinya dibandingkan semakin cintanya umat pada HTI.



Wahai penggenggam jiwa. Kuatkan para pejuangmu. Kokohkan barisannya. Menangkan pertarungan ini. Karena sesungguhnya, telah nyata kesesatan mereka. Janjimu Pasti. Islam tegak kembali


اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا   ۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ



"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung." (QS. Ali 'Imran [3]: 17).


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!