Wednesday, May 9, 2018

Hijrahku, Hijrahmu


 Oleh : Arinta Kumala Verdiana, S. Pd


Adalah anugerah yang sangat luar biasa jika kita bisa berhijrah dari kemaksiaatan menuju keta’atan. Bertaubat atas segala kesalahanyang pernah kita lakukan, berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan kita lalu berusaha keras untuk beristiqomah dalam hijrah kita. Berusaha istiqomah dalam keta’atan hingga ajal menemput kita.

Tetapi sebagai seorang muslim, kita tidak boleh egois. Menjadi baik sendiri. Sudah berpuas diri dengan hijrah dan keta’atan diri kita sendiri. Maksudnya, jika kita  berhijrah, maka kita juga harus mengajak teman-teman kita untuk berhijrah juga. Seperti halnya kita tidak suka diri kita terjebak dalam kubangan dosa, maka kepada teman-teman kitapun, kita tidak suka jika mereka juga tetap tenggelam dalam kubangan dosa. 

Kalau mau pakai Bahasa keren nih, kita harus melakukan dakwah. Wah, seperti ustadz atau ustadzah aja yang dakwah atau ceramah di podium-podium itu dong ?. Eits, jangan salah. Dakwah itu tidak melulu ceramah di atas mimbar-mimbar lho. Kita ngobrol dengan teman-teman kita, tapi di dalamnya ada muatan ajakan keta’atan kepada Allah,  maka itu juga sudah termasuk dakwah lho. Jadi dakwah tidak harus serius dan tegang seperti mau ujian sekolah. Serius tetap harus tapi obrolan bisa dibawa santai. Dengan memperbincangkan fakta-fakta zaman now, lalu disikapi dengan solusi Islam. Jadi dakwah bisa kita lakukan dengan obrolan santai di sela-sela istirahat sekolah misalnya. Tapi obrolannya kita buat berkualitas dengan memperbincangkan Islam. Gimana ? asyik kan?!.

Jadi kalau kita sudah berhijrah, jangan sampai kita egois ya  dengan jadi baik sendiri. Kalau bisa kita berhijrah ya rame-rame supaya bisa masuk surga rame-rame juga. Karena muslim yang satu dengan muslim yang lain itu ibarat satu tubuh. Kita akan menjaga tubuh kita secara totalitas kan?!. Tidak mungkin kita jaga kepala kita sementara kita biarkan kaki kita terluka kesakitan. Kalau kaki kita terluka tentu kita akan mengobatinya. Karen ajika kaki kita yang terluka, seluruh badan kita juga akan ikut meriang. Nah begiulah kita sesame muslim. Jika ada teman-teman kita yang masih sibuk dalam kemaksiatan, tentu kita tidak rela dong. Nah, berarti hijrah kita harusnya juga jadi hijrahnya  teman-teman kita. Jadilah kita gardu epos (energy positif) yang selalu menularkan kebaikan kepada teman-teman kita.  Hijrahku, hijrahmu ?, so pasti dong ?!.




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!