Thursday, May 3, 2018

Hijrah yang Move Up


Oleh : Tari Ummu Hamzah ( Pemerhati Remaja dan Anggota Komunitas Menulis di Revowriter)


Hijrah adalah suatu peristiwa penting dalam hidup seseorang. Karena hijrah adalah titik balik seseorang untuk berubah dari kondisi yang jahiliah, menuju kondisi penuh ketaatan. 

Sebenarnya hijrah itu tidak hanya sekedar move on saja, tapi haruslah move up. Move up disini adalah bergerak untuk  meningkatkan kualitas diri. Memelihara semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu. Menambah staqofah. Jika kita senantiasa mengeksplor staqofah Islam, kita akan menemukan potensi kita untuk kontribusi terhadap dakwah. Potensi haruslah senantiasa kita gali. Suatu saat potensi yang kita miliki akan berguna untuk dakwah. Jadi setelah hijrah jangan flat jalan ditempat saja.

Ibaratnya, hijrah yang move up seperti kurva. Bergerak dari titik nol naik ke angka 1pada garis Y. Bukan dari titik nol ke angka 1 pada garis X. Terlihat maju ke angka 1. Tapi terlihat flat

Hijrah adalah kesempatan kita untuk menjadikan hidup kita menjadi dinamis. Selalu ada peningkatan. Memang untuk mempertahankan semangat ketaatan sulit diawal. Harus banyak menuntut ilmu. Untuk menambah staqofah memang menjadi tantangan tersendiri diawal hijrah. Bagaimana tidak, menambah staqofah juga harus diimbangi dengan membaca buku. Sedangkan bagi seseorang yang tidak menyukai membaca buku, terkadang berat untuk dijalani. Harus berkorban waktu dan uang demi mengkoleksi buku-bukunya staqofah Islam.

Kita ambil contoh para sahabat Rasulullah yang ikut berhijrah. Sesampainya di Madinah, para sahabat tidak lantas santai ketika sudah berhijrah. Bahkan hijrah ke Madinah adalah titik balik para sahabat untuk menggali potensi. Agar berguna untuk kemajuan Islam masa itu.

Inilah sebabnya mengapa kita harus senantiasa ada di lingkungan orang-orang yang sholeh. Berada didekat orang yang sholeh dan sholehah , seolah kita menceburkan diri dalam lingkungan yang baik. Memiliki benteng perlindungan. Karena lingkungan orang-orang yang sholeh senantiasa selalu nasehat menasehati. Selalu mengingatkan kita saat futur atau malas.

Terkadang di awal hijrah memang berat. Tapi tetap harus tunduk terhadap perintah Allah. Sami'na wa atho'na. Bahkan tak luput dari banyaknya godaan. Terutama pemuda. Masih labil dan mudah terbawa. Tapi jika ada pemuda, yang semasa mudanya dipergunakan untuk senantiasa menuntut ilmu, maka itu istimewa.  Tidak salah jika di Padang Mahsyar  Allah akan menyelamatkan pemuda  yang selama hidupnya rajin menuntut ilmu.

Wallahu a'lam bishowab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!