Sunday, May 20, 2018

Hidup Pilihan, Pilihan Hidup


Oleh: Tikara (Anggota BKLDK Purwakarta)


Menjadi baik itu pilihan, menjadi buruk pun pilihan.

Hijrah pilihan, tak berubah pun pilihan.

Taat pilihan, maksiat pun pilihan.


Dan untuk setiap pilihan, pastilah terdapat investasi yang harus dikeluarkan yang kita kenal dengan pengorbanan dan konsekuensi yang kita terima.


Ketika pilihan ke arah yang di cintai olehNya sudah ditentukan, maka bersiaplah dengan investasi, konsekuensi dan resiko yang ada di depan mata.


Ialah waktu yang menjadi salah satu investasi pada setiap pilihan, konsekuensi yang di terimapun beragam, mulai dari waktu istirahat berkurang, waktu dengan keluarga, pun yang lainnya. Maka dari itu atur waktu dengan sebaik-baiknya dan berdoalah agar senantiasa Allah mudahkan.


Ialah harta yang menjadi investasi pada setiap pilihan, konsekuensinya mengesampingkan setiap keinginan, menghilangkan kebiasan boros, dan mengatur pengeluaran, agar harta yang dikeluarkan hanya untuk hal yang semestinya, untuk hal yang diridhoi olehNya dan berdoalah agar senantiasa Allah arahkan.


Ialah pikiran yang menjadi salah satu investasi pada setiap pilihan, konsekuensinya lelah dalam berfikir yang bisa jadi mengantarkan pada kejenuhan. Maka dari itu, terus berlatih agar terus dapat berpikir dengan baik, misalnya dengan membaca, menghafal, menganalisis dan yang lainnya. Hilangkanlah instrumen-instrumen berbau kemaksiatan yang bisa menghilangkan kefokusan, yang terpenting berdoalah agar sentiasa Allah ingatkan.


Ialah tenaga yang menjadi salah satu investasi pada setiap pilihan, konsekuensinya rasa lelah akan datang menyelimuti. Maka dari itu, mengatur asupan gizi dan olahraga teratur itu harus terus dijalani dan berdoalah agar senantiasa Allah sehatkan.


Dan masih banyak lagi yang tidak bisa seluruhnya dituangkan dalam tulisan.


Jika dalam prosenya lebih banyak waktu untuk bersenang-senang dan bermalas-malasan, banyak mengikuti hawa nafsu yang pasti merugikan, banyak memikirkan hal-hal yang dapat menghilangkan fokus dan melenakan,

Terlebih tak pernah berdoa, mengadu kepada Sang Maha Rahman, itu tandanya kita arogan, maka hilanglah keberkahan dan kemungkinan besar akan sulit  untuk menggapai pilihan yang sudah ditentukan.


Dan resikonya, bersiaplah untuk sebuah penyesalan!


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!