Thursday, May 24, 2018

Hati-hati : Pencuri Waktu


Oleh : Lita Lestiani


Seorang bijak berkata "Waktu itu gratis, tapi tak ternilai harganya. Kamu tidak bisa memilikinya, tapi bisa menggunakannya. Kamu tidak bisa menyimpannya, tapi bisa membelanjakannya. Sekali kamu kehilangan itu, maka kamu tidak akan pernah bisa mendapatkannya kembali "

.

.

Waktu amatlah penting. Dalam pepatah barat waktu identik dengan pendapatan. Time is Money waktu adalah uang.  Tetapi bagi kita seorang muslim dengan keimanan tentunya, waktu lebih besar nilainya daripada uang. Waktu adalah ibadah . Mengapa demikian?  Karena Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT pada surat Adz Dzariyat ayat 56. 


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” 

.

.

Berkaitan dengan waktu apalagi jika bertepatan dengan hari libur.  Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami yang namanya bosan. Jenuh karena tidak tahu harus ngapain. Akhirnya cuma ngabisin waktu di kamar maen hape berselancar di dunia maya. Ngepoin akun-akun gosip.  Atau mungkin nge-game seharian. Apalagi sekarang bertepatan dengan bulan Ramadan. Semua hal itu tanpa disadari asyik dilakukan sambil nunggu bedug magrib tiba. Sebagian dari kita mungkin ada juga yang memilih hangout ngeMall bareng temen ngabuburit sampai adzan berkumandang. Jika perhatianmu teralihkan dari beribadah atau lalai mengingat Allah SWT berhati-hatilah kerena itu pertanda waktumu telah dicuri. 

.

.

Waktu bisa tercuri jika kita melakukan hal-hal tanpa tujuan.  Tujuan beribadah kepada-Nya. Ingatlah detak waktu berjalan ke depan bukan mundur ke belakang. Dan jika waktumu yang seharusnya digunakan untuk beribadah hilang begitu saja,  bisakah dicari kembali. Jawabnya tentu tidak karena waktumu telah tercuri. Dan waktu tidak mungkin kembali. Sayang sekali jika sampai itu terjadi , apalagi di bulan mulia ini dimana semua amal kebaikan pahalanya Allah lipat gandakan. 

.

.

Kalau begitu apakah tidak boleh maen hape atau ngemall?  Boleh tapi alihkan untuk beribadah. Misalnya pergi ngemallnya bukan sekedar ngabisin waktu ngobrol sama temen. Alihkan nongkrongnya di toko buku hunting buku-buku islami untuk nambah pengetahuan. Bahkan jika kamu duduk di mesjid untuk ikut kajian Islami itu jauh lebih baik. Tak ada larangan juga untuk berteknologi seperti maen hape tapi alihkan perhatianmu dengan ngepoin akun-akun islami atau browsing hal-hal yang sarat ilmu pengetahuan atau ilmu -ilmu Islam yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik.  Bukan ngepoin sesuatu yang tidak ada manfaatnya yang hanya akan menghabiskan waktu kita sia-sia. Waktu adalah anugrah kenikmatan dunia. Dan dunia seyogyanya dijadikan alat untuk memperbanyak amal kebaikan dalam rangka meraih akhiratmu. Mumpung bulan ramadan dan Allah sedang obral pahala, manfaatkan waktumu sebaik mungkin. 

.

.

Kita harus menyadari bahwa hari yang terlewati tak mungkin berulang. Dan esok  kita ga pernah tau apakah Allah SWT masih berkenan memberikan jatah nafas kita di dunia

.

Hasan Al Bashri mengatakan,


ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك


“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”


Waktumu akan berlalu, maka beramallah


Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,


إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.


“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”


Waktu Bagaikan Pedang


Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,


صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك


“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu

.

Baginda Rosulullah SAW juga mengingatkan akan pentingnya mengisi waktu sebaik-baiknya,

 

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ


“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

.

.

So gunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya. Bersungguh-sungguhlah dalam memanfaatkannya. Berhati-hatilah dengan pencuri waktu. Jangan sampai sesuatu yang sia-sia mengalihkan perhatianmu dari ibadah dan mengingat Allah SWT.  Jalanilah aktivitas duniamu untuk tujuan akhiratmu. 


Wallahu a'lam bish-shawabi


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!