Thursday, May 3, 2018

Haruskah Aku dan Kamu Setara?


Oleh : Yani handayani (Member Akademi Menulis Kreatif)


21 april selalu di peringati sebagai hari emansipasi untuk kaum perempuan di negeri ini. Mulai dari lomba peragaan busana, orasi, puisi sampai fashion show kurang lebih seperti model gitu lah.mulai dari kalangan anak anak sampai ibu ibu tak mau kalah merayakan. Belum lagi di media social yang tak mau ketingalan berpartisipasi juga. Jajaran pertokoan mulai dari  tas, sepatu sampai fashion dan kuliner tak  mau kalah juga dalam meramaikan, dengan memberikan diskon 21% dengan dalih kan tanggal 21 di peringati sebagai hari kartini atau hari emansipasi wanita. Belum lagi satu bulan yang lalu tepatnya tanggal 8 maret yang diperingati sebagai hari perempuan internasional atau women march. Ada hal yang membuat turut prihatin yaitu tulisan tulisan yang ada pada poster yangdibawa oleh peserta aski waktu itu, yang  sempat viral juga dan  tidak layak untuk di ungkapkan sebgai seorang wanita . belum lagi mereka para peserta aksi women march tersebut mengajukan beberapa tuntutan, yang pada intinya adalah kalo laki laki bisa maka perempuan juga harus  bisa alias kesetaraan. Yang Mana kedudukan wanita dan laki laki haruslah setara dalam ranah publik.  Ditambah lagi Dengan aadanya pembentukan  komunitas dalam rangka memperjuangkan kesetaraan laki laki dan perempuan saat ini semakin ditekankan dalam rangka memperjuangkan hak hak kaum perempuan yang dianggap tertindas, terbatas ruang geraknya . Fakta hari ini menunjukkan bahwa hari ini perempuan lebih banyak diluar rumah dalam rangka mencari pundi-pundi rupiah, memang mubah hukumnya untuk bekerja bagi kaum wanita dan  memang hukum asal perempuan adalah di rumah. Tapi dengan kondisi hari ini  yang apa apa mahal dan butuh duit , akirnya kerja keluar rumah menjadi solusi yang seolah – olah mengentaskan persoalan. Dilemma memang apabila di dalam menjalani kehidupan pada hari ini tanpa di landasi dengan pondasi keimanan yang kuat.  Sebenarnya apabila kita amati secara mendalam ketika wanita keluar rumah ketika maka akan berdampak pada perannya dan kepada urusan domestiknya. padahal kan tidak bisa seperti itu, karena islam telah menetukan porsi yang pas sesuai dengan kadarnya masing – masing. Posisi laki laki dan perempuan yang berkedudukan  sama sebagai hamba ALLAH. kaum laki laki berkewajiban untuk menafkahi dan bekerja sedangkan   Kaum perempuan memiliki peran urgen dalam mendidik generasi dan mempersiapkan mereka membangun peradaban. Sementara di sisi lain, kaum perempuan memiliki peran di sektor publik dalam melakukan amar ma’ruf nahy mungkar. Sungguh Islam telah mendudukkan laki-laki dan perempuan sama di hadapan Hukum syara. Keduanya akan mendapatkan balasan pahala atas ketaatan yang telah dilakukannya serta sama-sama akan memperoleh siksa jika berbuat pelanggaran hukum syara.

Derajat kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh jenis kelaminnya, namun berdasarkan tingkat ketakwaannya di sisi Allah (QS.Al-Hujurat[49]:13) 

 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!