Thursday, May 24, 2018

Haram ya haram, mau asli atau oplosan! 


Oleh: Astia Putriana, SE (Anggota Komunitas Penulis Pena Langit) 


Islam secara tegas mengharamkan minuman keras (khamr). Tidak hanya peminumnya namun orang-orang yang terlibat dalam rantai peredaran, dari produsen hingga konsumen pun dilaknat oleh Allah SWT.


Telah dilaknat khamr dan peminumnya, pemberi minumnya, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan kepadanya, pemerasnya, produsennya, yang memakan harganya (HR. Ahmad)


Sinergi individu, masyarakat dan negara sangat diperlukan dalam upaya penuntasan masalah miras baik asli ataupun oplosan. Terdapat tiga pilar utama yang ditekankan dalam Islam dalam rangka mewujudkan rahmatan lil alamin.

Pertama, individu yang bertakwa. Islam mendorong individu untuk menjadi individu yang bertakwa dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kedua, masyarakat yang peduli, artinya masyarakat didorong untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, yakni peka terhadap kemaksiatan yang ada disekitarnya serta senantiasa melakukan koreksi dan muhasabah. 

Tak cukup sampai disini, pilar penting yang harus eksis adalah negara yang menerapkan syariat Islam secara total. 


Individu yang bertakwa saja ataupun plus masyarakat yang peduli tidak cukup mampu jika tidak diikat dalam satu aturan yang sama yakni aturan Islam. Negara haruslah berperan dalam menegakkan aturan dan sanksi Islam bagi yang melanggar. Karena hanya aturan Islam yang berasal dari Allah Swt. Sang Maha Pencipta yang paling mengetahui diri ciptaan-Nya (manusia). Wallahu alam bis shawab. (ch)




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!