Thursday, May 3, 2018

Hanya dengan Islam Pendidikan akan Gemilang 


Oleh : Silvia Anggraeni, S. Pd


Pasca penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMA, masyarakat digegerkan dengan pembahasan tentang soal HOTS (higher order thinking skills) yang mengukur kemampuan berpikir tinggat tinggi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengugat soal-soal HOTS ini karena dinilai menyulitkan siswa. KPAI menyimpulkan adanya malpraktik yang menimbulkan ketidakadilan dalam soal-soal HOTS yang diujikan dalam UNBK.


Pembelajaran HOTS mulai mengemuka sejalan dengan adanya penyempurnaan perubahan standar proses dan penilaian pada kurikulum 2013. Standar proses diarahkan pada pencapaian kompetensi abad ke-21 yang terdiri dari kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Kompetensi ini bisa tercapai apabila proses pembelajaran dan penilaian mengarah pada terwujudnya keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sementara keterampilan berpikir tingkat tinggi, dalam rumusan Anderson dan Krathwohl (2001), merujuk pada dimensi proses berpikir pada level menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi ide. Pada konteks ini, soal HOTS merupakan tuntutan kurikulum agar siswa memperoleh keterampilan berpikir sesuai dengan perkembangan zaman. detiknews.com


Ujian nasional kerap menjadi momok bagi para siswa nusantara. Standar kelulusan yang naik tiap tahunnya di rasa memberatkan. Banyak yang menyayangkan jika penentu kelulusan suatu proses belajar pada tingkat satuan pendidikan hanya melalui penilaian Ujian akhir saja.


Jika ditinjau dari pemerataan pendidikan, penetapan standar nasional dirasa tak sebanding dengan berbagai kendala proses pembelajaran yang ada d pelosok desa. Masalah teknologi, sarana prasarana,  kemampuan siswa,  dan kualitas guru yang berbeda dengan kota. Penetapan standar yang disamakan adalah suatu hal yang dipaksakan.  Hingga tak jarang ditemui praktek kecurangan yang dilakukan untuk mendongkrak nilai agar mencapai standar kelulusan.


Penetapan standar kelulusan yang tinggi terbukti tak mampu meningkatkan kualitas siswa, karena pada pelaksanaannya bukan proses yang utama namun sebatas nilai pencapaian ketuntasan saja.


Lantas bagaimana tentang soal HOTS pada UNBK tingkat SMA kemarin? Apakah telah sesuai dengan proses pembelajaran yang ada? 


Banyaknya cerita siswa yang mengaku kesulitan dengan soal HOTS yang diujikan, karena belum pernah mendapat materi serupa selama kegiatan belajar mengajar.  Hal ini menyiratkan bahwa sesungguhnya para fasilitator pendidikan pun belum memenuhi HOTS (higher order thinking skills). Maka jelas penggunaan soal HOTS terlalu berat jika digunakan untuk menilai keberhasilan belajar dengan proses yang tidak HOTS.


Walau tetap banyak siswa yang mampu memperoleh nilai tinggi, tetapi ternyata tak dapat mengukur kemampuan berpikir siswa yang sesungguhnya.  Hal ini dikarenakan instrumen soal yang berbentuk pilihan ganda sehingga siswa dapat dengan mudah memilih jawaban. Penilaian seperti ini takkan mampu menjadi penentu keberhasilan peningkatan proses berpikir siswa.


Pendidikan adalah sarana dalam pembentukan karakter siswa, mengembangkan kemampuan berpikir, mengajarkan ketrampilan serta memahamkan hakikat kehidupan sebagai manusia. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter serta mempunyai kemampuan berpikir yang kritis.  Untuk mencapai hal tersebut tentu dibutuhkan sistem pendidikan yang paripurna. Yang tak hanya menyoroti hasil akhir semata.


Dalam pandangan Islam pendidikan adalah hal yang amat penting. Seperti firman Allah Ta'ala:"Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Mujadalah: 11)."


Pendidikan dalam Islam tegak di atas dasar aqidah Islam. Menjadikan kitab suci Alquran sebagai sumber pokok ilmu pengetahuan. Lebih mengutamakan kualitas bukan kuantitas. Pengembangan ilmu pengetahuan mengarahkan pada nilai ketauhidan. Sehingga dapat menumbuhkan pribadi yang cerdas dan beriman. 


Sudah banyak ilmuwan yang terlahir melalui sistem pendidikan islam ini, sebagai contoh Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna  di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan.


Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi Thib  merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.


Adapula Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani), lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.


Dan masih banyak lagi ilmuwan lain dengan berbagai disiplin ilmu. Tak diragukan lagi ketinggian kemampuan berpikir para ilmuwan muslim tersebut.  Namun tak hanya ilmu pengetahuan yang mereka kuasai, kesholehan merekapun tak diragukan lagi.


Selama ini masyarakat di alihkan perhatiannya dari peradaban Islam. Propaganda pendidikan barat menjadikan orientasi pola pikir yang jauh dari Islam. Maka tak mengherankan jika kondisi output nya tak karuan. Dari segi kemampuan berpikir sangat mengalami kemerosotan. Moral dan etika dalam berperilaku dikesampingkan.  Tujuan belajar hanya ingin mendapat kelulusan. Tak peduli walau harus berbuat kecurangan.


Nampak jelas perbedaan kegemelingan pendidikan di masa Islam.  Banyak menghasilkan ilmuwan cerdas dan beriman. Maka tak ada lagi yang harus diperdebatkan.  Bahwasannya hanya dengan Islam pendidikan akan cemerlang.


AllahuA'lam



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!