Thursday, May 17, 2018

Gorengan Terorisme, Ta’jil Ramadhan tahun ini


Oleh : Kanti Rahmillah


Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang, bulan yang mulia. Bulan penuh rohmat. Bulan penuh ampunan. Bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Umat muslim yang taat pada syariat, akan menyambutnya dengan suka cita. Bergembira karena ladang pahala menanti didepan mata. 



Sayangnya, sambutan Ramadhan kali ini tak sedap disantap saat berbuka. Hati siapa yang tak tersayat, melihat mayat-mayat bergelimpangan di Surabaya. Tiga gereja menjadi sasaran peledakan bom. Puluhan jamaat gereja menjadi korban kebiadaban pelaku teror.



Begitupun saat melihat profil pelaku peledakan Bom. Mereka berbusana takwa. Ciri khos keluarga muslim Indonesia. Ayah, ibu dan 4 buah hatinya. Mereka menjadi pelaku bom bunuh diri yang begitu dramatis. 



Namun yang lebih memilukan. Saat isu bom bunuh diri (BBD) ini, dikaitkan dengan isu terorisme. Sudah menjadi opini umum, pasca tragedi runtuhnya WTC di AS pada tanggal, 11 September 2001. Lahirlah istilah “terorisme” yang simbolnya disematkan pada Islam.



Terorisme terlanjur menjadi stampel keras bagi muslim radikal. Padahal terorisme sendiri adalah sebuah paham yang mengajak untuk menteror. Membuat rusuh. Tak ada sama sekali hebungannya dengan Islam. Namun, sosok pelaku yang disodorkan media, terlanjur viral dan membekas dihati pemirsa. Pelaku begitu teledor meninggalkan ktp dan kk nya di TKP. Dan, sungguh kebetulan yang cantik, KTP dan KK utuh, tak hangus terbakar. Tertulis didalamya, AGAMA : ISLAM.



Sungguh disayangkan, bukti belum lengkap. Opini sudah menjadi bom pecah. Tersebar kemana-mana. Bahwa ajaran Islam radikal, harus bertanggung jawab terhadap tewasnya puluhan orang di Surabaya. 



Terorisme bukan Jihad



Terlepas dari motif dan latar belakang pelaku. Atau konspirasi yang digawangi sejumlah kepentingan. Juga framing media yang menyudutkan agama Islam. Mari kita duduk sejenak. Tutup mata, tarik nafas, lalu hembuskan perlahan. Mari belajar Islam secara kaffah. Sempurna. Benarkah, ajaran Islam membenarkan aktivitas tersebut? Apakah Bom bunuh diri semakna dengan jihad? samakah jihad dengan terorisme?



Islam adalah agama rahmatan lilalamin. Rahmat untuk seluruh alam. Keberadaan syariatnya untuk mengatur umat manusia seluruhnya. Tak hanya umat muslim saja. Umat non muslim pun diatur sedemikian rupa. Agar kehidupan antar umat dunia, berjalan harmonis dan sejahtera.



Islam adalah agama ber-adab. Begitupun dalam Jihad. Jihad bermakna perang dalam sebenar-benarnnya. Jihad fii sabilillah, berperang dijalan Allah. Ada batasan-batasan dalam berjihad yang harus dipatuhi umat.



Dalam jihad, ada larangan menghancurkan  tempat-tempat umum juga tempat peribadatan. Rumput dan pohon tak boleh dirusak. Tidak memerangi kaum wanita dan anak-anak. Bahkan, tidak boleh membunuh dari belakang, musuh yang sudah berbalik arah, karena takut dan menyerah. 



Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq mengutus Yazid bin Abu Sufyan ke Syam sebagai panglima perang, ia berpesan pada Yazid sesuai pesan yang diberikan Rasulullah: “Jangan membunuh anak kecil, wanita, orang tua, orang sakit, pendeta, jangan menebang pohon berbuah, jangan merusak bangunan, jangan menyembelih unta atau sapi kecuali untuk dimakan, jangan menenggelamkan sarang tawon dan membakarnya.” Termasuk juga dilarang merobohkan atau merusak tempat ibadah seperti gereja, kuil, vihara, kelenteng, dan sebagainya. 



Oleh karena itu, jihad berbeda tegas dengan aksi teror. Jihad ada untuk menghadang musuh agama. Musuh yang terang-terangan menyerang umat dan agama. Maka, bom bunuh diri di tempat peribadatan adalah bentuk teror. Bukan Jihad.



“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS Al-Maidah 5:32)



Di bulan yang penuh dengan ampunan ini, mari kita bermunajat kepada Allah. Agar umat Islam terhindar dari segala macam fitnah. Tuduhan-tuduhan keji yang di alamatkan pada agama ini, sungguh ini adalah bukti lemahnya umat Islam. Mari tegakkan kembali kalimat Allah. Lantangkan dengan keras. Bahwa Islam datang membawa keselamatan. Bukan kemudorotan. Mari songsong kemenangan di bulan yang barokah ini. Insyaallah, Kemenangan sebentar lagi.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!