Saturday, May 5, 2018

Full Day School Dalam Pandangan Islam


Oleh: Ratu Ashya


Assalamu’alaikum kawan kawan.. gimana nih kabarnya? Alhamdulillah, luar biasa, fantastis, Allahu Akbar. Semoga temen temen semua di beri kenikmatan sehat dan iman Aamiin.. kali ini author mau bahas tentang Full Day School yang lagi marak diperbincangkan nih. Jadi apa itu Full Day School? Apa sih dampak adanya Full Day School ini? Haruskah diadakan Full Day School ini? Dan bagaimana sih Full Day School dalam pandangan islam? Cekidot di bahas satu per satu deh..

Sepakat yaa Full Day School kita singkat aja  jadi FDS, biar  author nulisnya ga cape... ya gak sih?..hehe

Okey back to topik ya. Full Day School yang berasal dari kata bahasa Inggris (yaa udah keliatan banget,) yang artinya seharian di sekolah. Emang masalah FDS ini akan selalu jadi pro dan kontra bagi penggiatnya. Sebenarnya tujuan awal dalam pembentukan FDS ini untuk melatih keterampilan si anak agar mampu  menjadi generasi siap pakai di kemudian hari. Dan dengan memakai setengah harinya untuk kegiatan ekstrakulikuler di sekolah dalam FDS ini. But nyatanya nih, FDS ini dipakai untuk full belajar, yang membuat anak itu frustasi, strees, jenuh, bosan. 

Btw nih gais, kita tuh kan disebutnya sebagai “penerus bangsa”  dan konon katanya kita itu adalah “generasi akhir zaman”. So, masa depan ada di tangan kita, baik buruknya bangsa dan agama tergantung kita sekarang bagaimana.

Nah, dampak dari FDS itu sendiri ya itu tadi.. anak stress, frustasi, jenuh, bosan. Dalam segi sosialisasi, anak juga akan kekurangan quality time bersama keluarga, teman, sahabat. Bahkan pengaplikasian dari kata “Birrul Waalidain” pun terkadang tak ada waktu. Yaa pokoknya begitu lah.. sampai ada viral seorang ibu yang fotoin anaknya ketika pulang sekolah dengan keadaan lemas, lesu, tidur dengan (tanpa) mengganti bajunya, itu mungkin saking capenya, sampai lupa ganti baju. Masya Allah, sampai segitunya loh.

Semua itu mereka (murid) lakukan hanya untuk mengejar nilai akademis saja, mengejar dunia saja.. tapi emang bener kan yaa.. pergi pagi pulang sore, sekedar mengejar nilai mata pelajaran yang diajarkan aja yaa... tanpa memperjuangkan mata pelajaran akhiratnya.. rugi dong.. kita hidup disini sementara, sedang di akhirat selamanya,. Dan kita hanya mementingkan dunia saja yang hanya sementara? Please.. come on !! jadi kalau menurut pendapat aku sendiri sih, gak usah terlalu mengejar dunia sampai FDS.. mening kalau pelajaran agamanya kuat, lah ini kan dalam seminggu cuma sekali atau dua kali belajar agamanya, belum lagi kalau gurunya lagi izin.. nah loh..

So, gimana nih FDS dalam pandangan islam? Jadi gini.. sebenarnya.. dalam sistem pendidikan di dalam islam memang tidak ada yang namanya FDS. Gak ada tuh yang namanya anak kecapekan gegara FDS. Ngerasa gak sih kita tuh disini semuaanyaa di pelajarin, IPA iyaa..IPS iya.. MATEMATIKA iyaa.. Bahasa iyaaa...  dll.. seharusnya, sesuai minatan masing-masing.  Kita pada awalnya sudah memilih apa yang mau dia tekuni untuk masa depan dia.. gitu.. bukan semuanya dipelajarin, ya pantes strees juga.

Sedangkan dalam Islam sistem pendidikannya seperti ini,

Di awal pembelajaran, mereka ditanamkan tentang akidahnya. aqliyah dan nafsiyah, pola berfikirnya dan pola sikapnya. Seperti, belajar baca dan hafal Qur’an, hafal hadits, belajar akhlak, Tsaqofah, Fiqih dsb. Supaya si anak mampu menghadapi kehidupan yang terkadang melelahkan ini. Setelah si anak dibekali ilmu agama, barulah nantinya dia akan  belajar untuk akademiknya, istilahnya untuk kesuksesan dunianya. Akhirat dulu baru dunia, inget yaa!! Jangan ke balik okey?

Kalian bisa liat deh cara pembelajaran di Kairo, Mesir. Mereka lebih menanamkan Aqliyah dan Nafsiyahnya sebagai bekal masa depannya.

Al Qur’an Surah Al- Mujadilah ayat 11 , “ Allah akan meninggikan derajat orang -orang yang beriman, dan orang -orang yang telah diberi ilmu . ”

Dan sebaik baiknya ilmu adalah ilmu Agama,,

So, janganlah kalian terlalu mementingkan dunia, yang sifatnya hanya sementara. Kejarlah akhirat, karena sesungguhnya hanya di akhiratlah kamu abadi.

انظر ما قل ولا تنظر من قل

“Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan”


Wassalam



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!