Sunday, May 20, 2018

Fitnah Tengah Merebak


Oleh: Titi Hutami


"Percuma belajar Islam tinggi-tinggi kalau akhirnya jadi teroris", komentar seorang kawan setelah mendengar berita pemboman di Surabaya.


Astaghfirullah, belajar ilmu Islam dipandang negatif. Sementara orang yang merencanakan pemboman tidak disalahkan, tapi justru kecurigaan diarahkan pada orang yang semangat mendalami Islam. Kejahatan yang dilakukan seseorang tidak sempatasnya ditimpakan juga pada orang lain karena adanya kesamaan agama atau aktivitas sehari-hari. Ini fitnah keji.


Belajar ilmu Islam menjadi kewajiban setiap muslim. Salah besar mencurigai  pelajar misalnya yang aktif belajar ilmu Islam. Seharusnya bangga saat melihat banyak remaja tertarik untuk mempelajari Islam secara intensif. Ini pertanda generasi ke depan akan semakin baik. Di saat masih banyak sekarang ini remaja yang menghabiskan waktunya tanpa manfaat, seperti main game berjam-jam. Bahkan masih banyak siswa yang mencari masalah dengan musuh bebuyutan dengan tawuran. 


Cobalah berpikir rasional, tidak mengambil kesimpulan sembarangan dengan mengkaitkan bom pada orang yang semangat belajar Islam. Justru semakin kita mengamati remaja yang senang belajar Islam, semakin nyata ahlak dan perilakunya lebih baik dari teman-temannya yang belum tergerak untuk aktif mempelajari Islam.


Tetnyata setelah peristiwa pemboman di Surabaya tidak hanya fitnah diarahkan pada orang-orang yang semangat belajar Islam, ada fitnah lain yang merebak yakni tumbuh kecurigaan masyarakat pada orang-orang yang berpakaian gamis longgar atau bercadar. Setiap terlihat orang bercadar, langsung pandangan kecurigaan dari masyarakat diarahkan padanya. Sedangkan kecurigaan pada perempuan yang berpakaian gamis longgar, langsung berprasangka buruk dengan mengatakan bahwa di balik bajunya tersimpan bom. Astagfirullah, ini contoh persekusi dan fitnah di masyarakat.


Hal yang lumrah di negeri muslim seperti Indonesia ini para wanita berpakaian yang mencirikan keislamannya. Tidak logis mengkaitkan bom dengan pakaian yang dikenakan. Sungguh luar biasa orang yang merancang bom ini, dia mampu menggiring opini di masyarakat untuk membuat fitnah berjamaah.


Bagaimana Islam memandang fitnah?


Fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT. Oleh karenya, Islam melarang umatnya memfitnah sebab fitnah adalah haram.

Allah SWT berfirman yang artinya;


“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujarat : 12).


Umat Islam wajib menghindari fitnah. Bahkan setiap pribadi muslim wajib menjaga kehormatan saudaranya, tidak mudah main tuduh hal yang negatif.


Negara juga harus menjaga negeri ini dari adanya kekacauan dan melindungi rakyatnya dari merebaknya fitnah yang tidak bertanggung jawab. Semoga terwujud keinginan tersebut.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!