Saturday, May 26, 2018

Energi Ramadhan: Mulai Biasa


Oleh : Susi

Member Akademi menulis Kreatif


Tidak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan ini, yang artinya butuh waktu setahun untuk bertahan dalam penantian panjang lagi, itupun jika Allah masih memberi kita umur untuk merasakan ramadhan berikutnya. Olehnya itu, sebelum berakhir bulan suci ini, ada baiknya kita merenungi apakah amalan yang kita kumpulkan sudah banyak, atau apakah kita sudah meminta pertaubatan nasuha pada Allah atau belum ada amalan sedikitpun yang kita lakukan. Pertanyaan-pertanyaan itu harus bisa kita jawab, sebab bulan suci ramadhan sangat jarang terjadi atau sekali setahun. 


Akan tetapi, fenomena yang terjadi pada ummat saat ini tidaklah jauh berbeda dengan hari-hari biasanya. Bagaimana tidak, kebanyakan setiap ummat muslim melewatkan Ramadhan dengan aktivitas yang tersibukkan hanya pada urusan dunia saja. Padahal sejatinya bagi setiap muslim, bulan suci ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, bulan yang senantiasa dinanti-nantikan kehadirannya dan seharunya bisa menjadi momen yang membahagiakan bagi seluruh ummat muslim, yang artinya kesempatan dalam mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya tidak akan mereka sia-siakan. 


Bukti itu terdapat pada Hadits yang mengatakan bahwa; dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “apabila  datang bulan ramadhan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan-setanpun dibelenggu” (HR. Muslim).


Hadit diatas sudah jelas, bisa menjadi motivasi tersendiri bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdiannya kepada Allah Ta’ala dengan memperbanyak amalan di Bulan Ramadhan. Jadi, agak mengherankan jika disaat Allah telah memberikan jaminan pahala yang berlipat ganda, tetapi kita masih banyak juga yang bersikap abai, acuk tak acuh atau mulai lalai pada itu semua.


Bukankah, ada yang aneh pada kondisi ummat generasi sekarang, dimana urusan dunia sudah menjadi prioritas utama di kehidupan dan untuk urusan akhirat mereka seolah menutup mata dan hati. Karena tanpa mereka sadari sungguh amat merugi, jika setiap harinya puasa yang mereka lakukan berlalu begitu saja tanpa adanya keberkahan, artinya mereka menahan haus dan lapar seharian tetapi pahala yang di lakukan sama sekali tidak ada. Misalnya mereka adalah orang yang boleh jadi berpuasa dan qiyamnya, namun disaat yang sama tak mampu meninggalkan perkataan dusat, berbuat nista dan menyia-nyiakan waktu serta kesempatan.


Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “siapa yang tak meninggalkan berkata dan berbuat dusta serta perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya” (HR. Bukhari)


Olehnya itu, kondisi bagi setiap muslim kala mengetahui di bulan ramadhan merupakan momen berharga, dimana bulan yang paling suci diantara bulan-bulan lain, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya yaitu tingkatkan ibadah kepada Allah dengan niat yang ikhlas dan tulus dan berusaha pula untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita.





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!