Monday, May 14, 2018

Dakwah Never Die


Oleh : Dian Arifia

 (Founder Komunitas Sahabat Hijrah Brebes)


Pascaputusan sidang PTUN yang menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Senin (7/5/2018), seluruh masa pendukung Hizbut Tahrir Indonesia melakukan sujud syukur. Pemandangan yang mungkin baru sekali ini saja terjadi ketika keputusan pengadilan tak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan, tidak ada kekerasan, tindakan anarkis atau bahkan hanya sebuah ungkapan kekecewaan. 

Mungkin alamiahnya manusia, bila segala yang terjadi tak sesuai dengan apa yang diinginkannya akan menimbulkan rasa kecewa, tapi tidak bagi para pengemban dakwah yang telah mendedikasikan dirinya untuk turut andil dalam memperjuangkan tegaknya Khilafah yang akan menerapkan seluruh Al-Qur’an dan As-Sunnah disetiap lini kehidupan. Aapapun keputusan yang telah disampaikan dalam persidangan keputusam pencabutan BHP HTI itu tidak akan berpengaruh sama sekali dalam diri mereka, sebab mereka tak butuh legalitas dari manusia untuk menyampaikan kebenaran, cukup legalitas dari Allah-lah yang akan membuat para pengemban dakwah berani melewati segala tantangan yang ada. Selama legalitas dari Allah tidak dihilangkan dan tidak akan pernah hilang maka saat itu juga mereka akan tetap dan senantiasa menyampaikan apa yang menjadi visi dan misinya dalam mengemban dakwah ini hingga nyawa tidak lagi menyatu dengan badan. “Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali-Imran : 104).

Jika yang nampak hari ini adalah kekalahn dalam perjuangan ini, maka ketahuilah boleh jadi ini adalah detik-detik dimana kemenangan yang hakiki akan segera diraih. Seperti halnya kisah Nabi Musa dan kaum hawariyyun (pengikut Nabi Musa) saat dalam kejaran Fir’aun yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari pasukkan Fir’aun, hingga sampailah mereka pada jalan buntu sebuah lautan luas yang terhampar, hingga kaum hawariyyun berfikir bahwa inilah akhir dari kehidupan mereka. Tetapi Allah berkehendak lain, Allah memberikan pertolongan-Nya melalui mukjizat dari tongkat Nabi Musa yang bisa membelah lautan dan Allah tenggelamkan Fir’aun di dalamnya. Pun sama halnya dengan Nabi Muhammad tatkala kaum kafir Quraisy memboikot kaum muslim, hingga akhirnya Allah beri pertolongan melalui baiat aqobah orang-orang Madinah.

Maka tidak ada rasa takut sama sekali dalam diri mereka, mereka tidak punya kekuasaan dan mereka juga tidak punya senjata tapi mereka punya Allah yang akan mengabulkan setiap doa dari hamba-Nya yang bertakwa yang bahkan jauh lebih hebat dari senjata tercanggih yang kalian miliki, “…. Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Rabb-ku.” (TQS. Maryam : 04). Hay Dilan, Engkau, dalang-dalangmu dan para pengikutmu, kalian boleh tertawa bangga tapi persaksikanlah kelak akan kami adukan pada Rabb kami atas kedzaliman yang kalian perbuat. Silahkan kalian buat makar sehebat apapun, kami tidak akan takut karena kami punya Allah yang sebaik-baik pembuat makar. “ Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah akan membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (TQS. Ali Imran : 54).

Begitulah skenario dari Allah yang terkadang sulit untuk dinalar manusia. Secara dzahir kita memang kalah namun sebenarnya kemenangan justru kian dekat, orang-orang dzalim itu telah mempertontonkan kedzalimannya sendiri dihadapan ummat. Tanpa mereka sadari, ummat justru semakin sadar bahwa para penguasa tersebut dengan terang-terangan telah memusuhi ummat Islam setelah dimunculkannya PERPU No. 2 Tahun 2017 serta pencabutan SK BHP HTI.

Sebagai seorang pengemban dakwah maka sudah selayaknya kita selalu berkhusnudzhon atas apa yang sudah Allah tetapkan, bisa jadi ini adalah ujian dari Allah untuk menilai seberapa siapkah kita ketika kemudian Allah beri kemenangan yang hakiki yang tentu saja akan semakin besar pula tugas kita untuk bersama-sama membina ummat. Wallahu ‘alam.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!