Tuesday, May 8, 2018

Cinta Yang Tak Biasa


Oleh : Henyk Nur Widaryanti (Pemerhati Masalah Remaja


"Tresno bakalan nelongso", maknanya cinta akan membuat sengsara. Kalimat itu hanya pas jika peruntukkan para pemuda yang sedang kasmaran. Mereka menjadikan dunia hanya milik berdua, lainnya kontrak. Mereka yang tidak malu mengumbar hawa nafsu di muka umum. Mereka yang dengan senang hati boncengan bak pasangan suami istri. Satu sama lain berusaha memberikan apa yang diinginkan pasangannya. Hingga kehormatan pun rela dikorbankan. Itu awal dari kesengsaraan cinta. Orang yang mencintai tidak pada tempatnya. 

Apa yang akan terjadi? Ujung-ujungnya adalah hamil diluar nikah, diputus pacar bunuh diri bahkan ada yang rela bunuh mantan, aborsi, dll. Ini sebuah kehancuran generasi. Jika masa sekarang pemuda-pemudi telah rela membuang harga diri, bagaimana jika mereka memimpin bangsa ini? Negeri ini pasti akan hancur. 

Derita mereka tak cukup di dunia, namun akan abadi hingga akhirat. Setiap orang akan diminati pertanggungjawaban. Mereka akan ditanya bagaimana mereka menggadaikan cinta hakikinya hanya demi hawa nafsu. Saat itu rasa penyesalan akan muncul dalam benaknya. 

Dimanakah seharusnya kita menempatkan cinta? Cinta adalah perasaan sayang yang muncul dari hati manusia. Seseorang akan mengungkapkan cintanya sesuai dengan landasan pijakannya. Pijakan cinta yang benar hanya milik Allah. Setelah itu Rosulullah dan para pengikutnya. Bukankah Rosulullah telah bersabda 

"Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (HR Muslim)"

Artinya jika kita lebih mencintai keluarga, harta dan semua orang dari pada Rosulullah maka kita dikatakan sebagai orang yang tidak beriman. Maknanya kita lebih rela melakukan sesuatu yang diperintahkan Allah daripada menuruti hawa nafsu kita. Misal kita lebih memilih menghindari pacaran, langsung menikah. Demi mengikuti perintah Rosulullah. Kita merelakan diri datang ke forum - forum islam, daripada duduk - duduk bersantai dengan keluarga atau menikmati liburan sambil nonton tv. Kita lebih memilih menginfaqkan uang, daripada menghabiskannya untuk jalan sama teman sambil ke bioskop atau ke cafe. Dan masih banyak lagi. 

Cinta tak cukup dikatakan. Namun cinta perlu pembuktian. Kita bisa dengan mudah menyatakan cinta Rosulullah. Namun perlu pengorbanan untuk membuktikan. Sebagaimana kisah perang uhud, kala itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada sembilan shahabat (tujuh dari Anshâr dan dua dari muhâjirîn) yang ada disekitar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ يَرُدُّهُمْ عَنَّا وَلَهُ الْجَنَّةُ أَوْ هُوَ رَفِيقِي فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang mau menghalau mereka dari kita, maka dia akan mendapatkan surga atau menjadi temanku di surga ?

Mendengar ini, tujuh sahabat yang berasal dari Anshâr berusaha menghalau musuh dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , namun mereka tidak berhasil. Satu persatu diantara mereka berguguran sebagai syahîd sampai akhirnya habis. Inilah sepenggal kisah tentang kecintaan para sahabat kepada Rosulullah. Setiap pernyataan cinta butuh pembuktian.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!