Thursday, May 17, 2018

Cinta Ramadhan Membawa Taat


Oleh : Ummu Naflah

Penulis Bela Islam, Member Akademi Menulis Kreatif




Sobat, siapa yang tak bahagia jika jatuh cinta? Ya, tiap diri yang jatuh cinta pasti kan diliputi bahagia. Berdebar-berdebar bahkan hanya ketika merindukannya. Tak tahan diri untuk bertemu kekasih tercinta bahkan walau hanya sedetik saja.


Bila diri jatuh cinta segala hal pasti kan dilakukan demi membuat kekasih bahagia. Ibarat pujangga berkata gunung kan ku daki, lautan kan ku seberangi. Semua cara terbaik akan dilakukan hanya untuk melihat senyum bahagia kekasih tercinta. Tak hanya itu saja, pemberian terbaik pun akan dipersembahkan. Latah menjadi pujangga, bintang di langit kan ku petik, intan permata akan ku gali demi kekasih hati. 


Ya, begitulah ketika diri jatuh cinta penuh gairah dan bahagia. Melakukan hal dan pemberian terbaik untuk membuat kekasih bahagia.


Sobat, begitulah seharus kita bersikap kala bulan Ramadhan tiba. Diibaratkan orang yang sedang jatuh cinta, penuh rindu, penuh gairah dan penuh bahagia menyambutnya. Setelah sepuluh bulan menjalani hari-hari panjang penuh dosa. Ramadhan adalah bulan penuh berkah di mana kita ditempa menjadi pribadi yang bertakwa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (TQS Al-Baqarah ayat 183).



Tahukah sobat, beruntunglah dan bersyukurlah karena diri masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan nan mulia. Berbahagialah bertemu bulan Ramadhan yang memiliki banyak keberkahan, keutamaan dan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Maka ibarat orang yang dilanda jatuh cinta, tentu kita tak ingin melewatkan Ramadhan begitu saja.


Apatah lagi banyak pahala berlipat ganda telah menanti di bulan Ramadhan yang penuh rahmat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim )


Maka, menjalani kewajiban puasa dengan penuh semangat karena Allah Ta’ala menjadi sebuah keharusan. Tak lupa tingkatkan amalan dan menebar kebaikan untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Mengingat belum tentu tahun depan kita berjumpa kembali dengan Ramadhan yang mulia.


Sobat, cinta kita pada bulan Ramadhan adalah salah satu bukti cinta dan taat kita pada Allah Ta’ala. Maka adalah sebuah keniscayaan, jika di bulan Ramadhan makin menjadikan kita lebih cinta dan taat pula pada syariat-Nya. Apatah lagi di bulan Ramadhan terdapat satu hari istimewa di mana Al-Qur’an diturunkan. Kitab suci yang berisi petunjuk dan aturan agar manusia selamat hidup di dunia.


Tentunya sebagai seorang muslim adalah sebuah kebahagian ketika hidup dalam naungan syariatnya yang paripurna. Rindu teramat sangat merasakan hidup dalam naungan syariat-Nya yang berlimpah kebaikan. Karena sebuah buktinya nyata jauh dari syariat membawa bencana.


Kezaliman terus menimpa ummat hingga hari ini, buah dari diterapkannya sistem jahiliah buatan manusia. Fitnah dan tuduhan tak hentinya mendera Islam dan umatnya. Jauh dari syariatnya membuat ummat dibelenggu kenistaan dan keburukan. Kejahatan dan kemaksiatan merajalela, menebarkan debu-debu dosa yang kian pekat. Maka sobat, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk mengembalikan diterapkannya syariat-Nya di tengah ummat. Agar kebaikan dan keberkahan menaungi ummat manusia dengan syariat Islam yang diterapkan secara paripurna. 


Kita awali di bulan Ramadhan ini dengan berubah dan bergerak, hijrah menjadi pribadi-pribadi yang cinta dan taat pada syariat-Nya. Serta mengazamkan diri mengemban dakwah Islam tanpa kekerasan di tengah manusia, agar seluruh manusia ridha hidup dalam naungan Islam. 


So, siapkan dirimu untuk menjadi agen-agen perubahan, menjadi pencerah di tengah gelap gulitanya hidup tanpa syariat-Nya. Siap untuk melanjutkan perjuangan sampai Islam diterapkan secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Yuks sobat, kalau bukan sekarang kapan lagi?













Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!