Sunday, May 6, 2018

Cinta Nafsu vs Cinta Sejati


Oleh : Henyk Nur Widaryanti (konsultan remaja smart) 


Hari minggu yang lalu, saya ada acara di sebuah Cafe. Tidak sengaja di sana bertemu dengan sahabat lama. Beliau awalnya kaget, namun tetap menyapa seseorang yang beliau kenal. Bercakap sebentar, kemudian lalu begitu saja. Tak disangka ternyata itu adalah murid beliau diwaktu SMA. 


Kami melanjutkan obrolan mengenai perkembangan pergaulan remaja saat ini. Sampai akhirnya beliau bercerita tentang kisah seorang muridnya. Muridnya adalah seorang laki-laki, sebut saja si Fulan. Dia adalah anak seorang pembantu rumah tangga, yang sekolahnya digratiskan. Namun Fulan bukan seperti serial remaja yang digambarkan di tivi-tivi. Fulan adalah anak badung, sering bolos, nakal, dan bukan anak yang rajin. Usut diusut ternyata Fulan punya gebetan bernama Fulana. Dan dia pun anak seorang pembantu. Keduanya sudah lama berhubungan. Mereka bilang dengan istilah pacaran. Suatu ketika, sepulang sekolah mereka kepergok oleh warga telah melakukan hubungan intim suami istri. Setelah ditangkap dan diinterogasi si Fulana sudah hamil 7 bulan. Hasilnya mereka DO dari sekolah dan dinikahkan. Tidak berselang lama, setelah lahir bayi kecil tak berdosa itu dijual. Sedang kedua remaja ini pun akhirnya berpisah menempuh jalan hidup masing-masing. Sob....miris ya ceritanya. Akhirnya anak tak bersalah juga yang menjadi korban. 


Beda lagi cerita, ada sepasang suami istri yang tidak pernah pacaran sebelumnya. Mereka hanya kenal dalam hitungan bulan saja. Setelah menikah mereka akhirnya dikaruniai anak. Saat mengandung sang istri begitu kelihatan lemah. Tidak bisa makan apa-apa. Dan benar-benar teler. Namun sang suami dengan sigap selalu menawarkan bantuan membelikan makanan yang diminta sang istri. Walaupun sang suami saat itu pulang larut malam, kondisi badan tidak fit, tetap keluar mencari sesuap lontong agar sang istri bisa makan. Bahkan sang suami pun rela menggantikan memasak, mencuci, membersihkan rumah. Inilah pengorbanan karena cinta. Cinta yang dibangun berdasarkan pemahaman yang benar. Cinta yang dibangun demi menyempurnakan agama. Itulah Cinta sejati, yang dijalani demi ridho Illahi. 


Sob... Ngertikan maksud cerita di atas?  Manusia dalam kodratnya memiliki cinta. Namun cinta yang hanya berdasar hawa nafsu justru hanya akan membawa kemudorotan. Bahkan membuat kita menambah dosa demi dosa. Banyak anak muda sekarang, hanya tergiur dengan fatamorgana dunia. Bagi mereka kebahagiaan sesaat sangat menyenangkan. Tidak pernah berfikir akibat dari nafsunya. Inilah penyakit anak muda jaman sekarang. Karena derasnya pemahaman kebebasan, bahkan ada pendidikan pacaran yang aman membuat anak-anak mudah terjerumus dalam kemaksiatan. Berbeda dengan cinta berdasarkan pemahaman. Yang dibangun atas Islam, standar halal dan haram adalah aturan Islam. Bahkan untuk mewujudkan sebuah cinta pun mengikuti cara Islam. Sehingga setelah menikah pun akan tetap harmonis. Karena keduanya faham dimana letak hak dan kewajiban masing-masing. 


Oleh karena itu, agar remaja sekarang tidak mudah rusak. Keluarga, sekolah, masyarakat dan Negara perlu turun tangan. Keluarga dengan mendidik anaknya dengan aqidah yang kuat. Di sekolah memberikan kurikulum yang benar secara Islam. Masyarakat senantiasa mengontrol tingkah laku para pemuda. Dan negara membuat aturan yang berdasarkan Islam. Sehingga jika seluruh komponen berperan aktif dalam porsinya masing-masing. InsyaAllah tidak akan ada lagi manusia yang mencintai karena nafsunya.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!