Monday, May 21, 2018

Cadar dan Islamofobia di Negeri Mayoritas Muslim


Oleh: Mahrita Julia Hapsari 


(Dimuat SKH Kalimantan Post pada hari Jum'at tgl 20 April 2018)


Puisi Ibu Sukmawati yang membandingkan cadar dengan konde serta alunan adzan dengan kidung ibu Indonesia, sudah mengusik rasa kebhinekaan di negeri ini. Meskipun telah ada permintaan maaf dari ibu Sukma, namun tetaplah berasa tak nyaman saat membaca atau mendengarkan puisi tersebut. Tampak jelas kebencian nya pada simbol-simbol Islam semacam cadar. Dan sampai detik ini, aparat belum memanggil Ibu Sukma untuk diperiksa meskipun sudah banyak laporan dari masyarakat atas ujaran kebencian ini. Rasa keadilan rakyat pun tidak terpenuhi. 


Drama pelarangan cadar atau niqob oleh UIN Sunan Kalijaga Jogja berakhir dengan pembatalan surat keputusan pihak rektorat tentang pembinaan mahasiswa yang menggunakan cadar. Masalah ini sebenarnya bukan hal yang baru. UIN Sunan Kalijaga hanya sedikit berinovasi dengan membuatkan SK-nya, ada hitam di atas putih. Yang terbaru, UIN Bukit Tinggi memberhentikan dosen nya yang bercadar, meskipun sang dosen bergelar Doktor yang lulus dengan cumlaude. Bak fenomena gunung es, di berbagai kampus ataupun institusi pendidikan yang notabene berlabel Islam justru bertebaran larangan tak tertulis penggunaan bercadar. Bahasa halusnya adalah anjuran.


Di Banjarmasin sendiri, penulis mendapati satu surat edaran. Surat tersebut berisi larangan memakai jubah dan kerudung panjang bagi guru perempuan selama berada di sekolah. Jika peraturan itu dilanggar, sang guru akan diberhentikan dari sekolah tersebut. Mirisnya, yang mengeluarkan surat tersebut adalah satu satu lembaga pendidikan di bawah salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Bahkan menurut pengakuan beberapa rekan guru yang beliau mengajar di Madrasah, ada pula larangan penggunaan jubah tak tertulis dalam bentuk SK ataupun surat edaran, hanya beredar di grup WA sekolah tersebut. Tak main-main, ancamannya juga sama, diberhentikan dari sekolah tersebut. Berlaku untuk guru honorer, yang dengan mudah setiap sekolah bisa memecatnya. Bagi guru PNS, akan dikenai SP 1, 2, dan seterusnya yang akan berimbas pada pemberhentian tunjangan profesi, ancamannya.


Tentang penggunaan cadar dalam khazanah fiqh Islam memanglah beragam. Mazhab Syafi’i dan Hanbali berpandangan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat. Sehingga kedua mazhab ini mewajibkan bercadar bagi wanita. Sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki memberikan pendapat bahwa cadar tidak wajib, dianjurkan jika dirasa menimbulkan fitnah. Dan masih banyak lagi pendapat para ulama tenatng cadar. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, yang perlu kita pahami, bahwa cadar adalah ajaran Islam.

Adapun jubah, bahasa Al-Qur’an adalah jilbab. Kewajiban memakai jilbab sendiri sudah ada dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 59. Adapun bentuk jilbab, dikembalikan pada makna bahasanya. Beberapa pendapat para ulama mengenai bentuk jilbab. Ibnu Abbas menafsirkannya sebagai ar-ridâ’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah. Al-Qasimi menggambarkan, ar-ridâ’ itu seperti as-sirdâb (terowongan). Adapun menurut al-Qurthubi, Ibnu al-’Arabi, dan an-Nasafi jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Ada juga yang mengartikannya sebagai milhafah (baju kurung yang longgar dan tidak tipis) dan semua yang menutupi, baik berupa pakaian maupun lainnya. Sebagian lainnya memahaminya sebagai mulâ’ah (baju kurung) yang menutupi wanita. Sebagian lagi berpendapat bahwa jilbab adalah al-qamîsh (baju gamis). Meskipun berbeda-beda, menurut al-Baqai, semua makna yang dimaksud itu tidak salah. Bahwa jilbab adalah setiap pakaian longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam keseharian. Sedangkan khimar atau kerudung, sudah ada ketentuannya dalam Al-Qur’an surah An-Nuur ayat 31, yaitu kain penutup kepala yang menutupi seluruh kepala, leher hingga dada. Dengan demikian, jilbab/jubah dan kerudung panjang adalah ajaran Islam. Bahkan wajib hukumnya memakai jilbab.


Terlepas dari pandangan ajaran Islam, kita sendiri bisa merasakan kegelisahan ketika melihat beberapa ibu guru yang berpakaian super ketat dengan kerudung kecil dan dimasukkan ke dalam baju, hingga tampaklah lekuk-lekuk tubuhnya. Ini yang dikatakan Rasulullah adalah berpakaian tapi telanjang. Apakah kita merasa nyaman dengan pemandangan seperti itu? Mampukah berpikir waras bagi para bapak guru dan para siswa laki-laki dengan pemandangan yang memancing naluri seksual seperti itu? Mana yang lebih menentramkan, menenangkan hati antara jubah dan pakaian ketat? 

Mengapa ada pelarangan cadar sementara tak ada larangan membuka aurat? Mengapa ada larangan jubah sementara tak ada larangan berpakaian ketat? Mengapa ada larangan berkerudung panjang sementara tak ada larangan berkerudung pendek dan dimasukkan ke dalam baju? Padahal yang mereka larang itu adalah ajaran Islam. Padahal yang tak mereka larang itu justru bertentangan dengan Islam.


Mirisnya, yang membuat larangan ini, tertulis ataupun tidak, justru dari institusi berlabel Islam. Racun islamofobia telah menjalar di tubuh kaum muslimin. Ramai-ramai instsitusi berlabel Islam mensekulerkan diri, meliberalisasikan lembaga agar tidak dicap sebagai sarang teroris atau penyemai radikalisme. Terlebih pasca perang melawan terorisme dan radikalisme yang digaungkan oleh AS, memaksa negeri-negeri muslim tak punya pilihan selain mendukung. Kebijakan stick and carrot nya Amerika membuat semua negara bertekuk lutut demi mendapatkan carrot dan menghindari stick. Lembaga pendidikan Islam sekelas UIN, madrasah ataupun pesantren, masing-masing mentransformasi diri menjadi seperti yang dimaui Amerika, agar tidak menjadi pihak yang tertuduh. 


Civil Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, The Rand Corporation (Lembaga think tank Pemerintah AS), adalah sebuah lembaga yang mempelajari Dunia Islam. Garis besar dokumen Rand berisi kebijakan AS dan sekutu terhadap Dunia Islam. Berisi peta-kekuatan, sekaligus program pecah belah dan desain konflik  internal di kalangan umat Islam melalui berbagai (kemasan) pola, program bantuan, termasuk berkedok capacity building dan lainnya. Upaya mereka memecah belah umat Islam adalah dengan mengkotak-kotakkan umat Islam ke dalam empat golongan: fundamentalis, tradisionalis, modernis, dan sekularis. Dan definisi dari golongan ini pun mereka yang menentukan beserta arahan untuk perlakuan yang akan diberikan kepada masing-masing golongan. Islam fundamentalis menurut Amerika, adalah umat muslim yang menolak nilai-nilai serta budaya Barat seperti ide feminisme, LGBT, kapitalisme dan liberalisme. Golongan fundamentalis ini akan mereka hadapi dan lawan dengan membenturkannya dengan golongan tradisionalis dan modernis. Di dalam Rand tersebut, yang namanya Islam tradisionalis adalah Islam yang konservatif dan curiga terhadap inovasi serta perubahan, sedangakan Islam modernis adalah golongan yang ingin dunia Islam sebagai bagian dari Barat. Sehingga, cocoklah jika mereka mengucurkan dana untuk kedua golongan ini dalam rangka menghadapi dan melawan islam fundamentalis. Adapun Islam sekularis ini menginginkan Islam dipisahkan dari negara. Barat pun memperlakukan mereka dengan dukungan yang hati-hati. 


Lihatlah siapa yang membubarkan pengajian. Lihatlah siapa yang melarang penggunaan cadar, jubah dan kerudung panjang. Lihatlah siapa yang mendukung LGBT. Lihatlah siapa yang berteriak ide feminisme. Lihatlah siapa yang dibubarkan pengajiannya. Lihatlah siapa yang dilarang bercadar, berjubah dan berkerudung panjang. Semuanya orang Islam, muslim.

Sadarilah oleh kita semua. Kita sedang diadu domba. 


Sejatinya umat muslim itu adalah satu. Islam yang dibawa Rasulullah dari Mekkah ke Madinah hingga sampai ke Indonesia pun hanya satu. Islam Rahmatan lil ‘alamiin yang bersumber dari AL-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan Tuhan yang sama, yaitu Allah SWT. Nabi yang sama, Muhammad SAW. Kitab yang sama, yaitu Al-Qur’an. Dan Allah pun sudah memerintahkan kita agar selalu berpegang teguh pada tali agama Allah serta jangan bercerai berai. Ingatlah siapa  musuh kita sesungguhnya. Yang siang malam tidak tidur dan menggelontorkan dana besar agar kita saling bermusuhan, agar kita saling curiga, agar kita tak merasa satu tubuh. Mari bangkit, merapatkan barisan dan saling bergandengan tangan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!