Thursday, May 17, 2018

Bulan Ramadhan, Momentum Kita Bermesraan Dengan Alquran


Oleh: Minah, S.Pd.I

(Penulis Buku Antologi "Catatan Hati Muslimah Perindu Surga)


Bulan Ramadhan adalah bulan alquran, yang diturunkan kepada manusia untuk menjadi petunjuk dan standar hidup manusia. Ramadhan merupakan bulan yang mulia, penuh keberkahan dan keistimewaan. Karena alquran diturunkan pada saat bulan ramadhan yang berkah dan pada saat malam yang mulia, lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadr.


Alquran sangat luar biasa, karena alquran bukan sekedar kitab suci biasa. Tetapi, benar-benar merupakan firman Allah yang diturunkan kepada kekasihnya yaitu Rasulullah Muhammad saw. Jika  kita membaca alquran itu artinya kita sedang membaca kalam Allah. Allah berbicara dan berkomunikasi dengan kita. Subhanallah.


Alquran yang diturunkan oleh Allah  SWT adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia dan tidak ada keraguan padanya. Ayat-ayatnya sungguh jelas dan pasti, sebagai penjelas dari petunjuk dan kebenaran, pemberi kabar gembira, pembawa peringatan, penerang serta pemberi cahaya menuju jalan lurus. 



“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan batil)”. (QS al-Baqarah [2]: 185)


“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr:1-5)


Membaca alquran memang benar-benar memberi efek yang luar biasa. Selain pahala yang berlipat ganda, efek sampingannya adalah ademnya hati ketika sedang membaca ataupun mendengarkannya. Bahkan bisa meneteskan air mata.


Nah, Semasa Rasulullah SAW, para sahabat menyelaminya dari lautan cahaya yang terhampar. Alquran merasuk dalam darah daging mereka. Mereka memahami Kitab Allah ini karena mengetahui kenikmatannya. Bagaimana tidak, mereka adalah pakar bahasa dan sastra. Karenanya, ketika mereka menemukan Alquran, mereka rasakan kehebatan yang mengagumkan, kesejukan yang sakral, ketakutan yang menjadikan kulit mereka gemetar. Mereka merasa lemah di hadapan Alquran yang sempurna dan mulia. Padahal mereka tergolong ahli kritik sastra. Mereka pun menyerah karena ketinggian bahasa yang mampu meluluhkan hati dan menghujam jiwa dengan kemukjizatannya. Akhirnya mereka tergerak bersamanya menuju alam yang kekal.


Subhanallah, sungguh dahsyat alquran itu, sebagai penyejuk hati, petunjuk dan kebenaran, pemberi kabar gembira, pembawa peringatan, penerang serta pemberi cahaya menuju jalan lurus.  Oleh karena itu, saatnya ramadhan ini, kita bermesraan dengan alquran. Membacanya dan memahami isinya. Namun, membacanya tidak hanya ramadhan saja, tetapi setelah ramadhan pun harus dibaca  dan pahami serta mengajarkan isinya. Harapannya dalam sehari bisa menuntaskan membacanya 1 juz,  jadi 1 bulan bisa  menuntaskan 1 alquran yakni tuntas 30 juz. Insyaallah. Sering-seringlah membaca alquran, semoga dimudahkan untuk mentadabburi alquran. Aamiin.


“Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan r.a.).


“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa “alif lam mim” adalah satu huruf. Akan tetapi Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim juga satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, dan hadits ini shohih).   


“Orang yang mahir dengan Alquran akan bersama-sama dengan rombongan malaikat  yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Dan orang yang membaca Alquran tapi terbata-bata dan sangat berat baginya, ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim dari Aisyah, Ummul Mukminin. r.a).


“Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada Alquran sedikitpun (yang dia hapal) bagaikan rumah yang akan roboh.” (HR. At-Tirmidzi, ia menshahihkannya. Dan ini adalah hadits shohih).


 Alquran akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at (pembelaan). Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: “Shaum dan Quran itu memintakan syafaat seseorang hamba di hari Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Dan berkata pula alquran : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat.” ( HR Ahmad, Hadits Hasan)


#RamadhanBersamaRevowriter

#InspirasiRamadhan

#GerakanMedsosUntukDakwah


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!