Thursday, May 3, 2018

Buku dipegang, Dunia-Akhirat Selamat


Oleh : Mulyaningsih, S.Pt


Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah (Milan Kundera). Memang benar perkataan tersebut, buku amatlah penting keberadaannya demi keberlangsungan sebuah peradaban, ilmu serta manusia itu sendiri. Betapa tidak, jika buku sudah lenyap di muka bumi ini maka sejatinya ilmu-ilmu serta informasi-pun akan ikut raib bersamanya.

Buku adalah gerbang dunia dan membaca adalah kuncinya. Sebegitu pentingnya buku sehingga diibaratkan dengan gerbang dunia. Dengan membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan kunci agar gerbang tersebut bisa terbuka. Di bulan April ini, tepat pada tanggal 23 April diperingati sebagai hari buku internasional. 

Sejarah kertas dan buku

Dunia Islam telah berhasil mengembangkan kertas sebagai bahan dasar pembuatan buku. Hal itu terjadi pada tahun 793 Masehi, sekaligus berdirinya percetakan kertas yang pertama di wilayah Bagdad. Pendirian pabrik tersebut pada masa Khalifah Harun al-Rasyid dari Daulah Abbasiyah. Setelah itu barulah pabrik-pabrik kertas bermunculan di wilayah Kairo, Damaskus, Tripoli, Tiberia, Sicilia Islam, Fez, Valensia, Jativa dan berbagai wilayah Islam yang lainnya (m.republika.co.id).

Sedangan dunia Barat baru mengenal kertas dan mendirikan pabriknya pada tahun 1276 masehi, jauh setelah Islam berhasil mendirikan pabrik-pabrik kertas. Pabrik pertama mereka berdiri di daerah Fabrino dan Italia, kemudian setelah seabad baru di daerah Nuremberg, Jerman.

Pada masa itu buku terdapat dimana-mana, profesi menjadi penjual buku pun menjamur pula. Produksi kertas membuat rangsangan yang luar biasa untuk menuntut ilmu, sehingga berefek positif pada harga dan akses buku. Harganya lebih murah dan mudah ditemukan dimana-mana. Efek yang sangat besarnya adalah beberapa kota di wilayah kaum Muslim menjadi pusat peradaban. Orang-orang akhirnya berbondong-bondong kesana guna membaca buku. Aktivitas membaca akhirnya menjadi kegiatan rutin dan sangat digemari oleh kaum muslim. Hal itu membuat permintaan buku semakin tinggi, mereka berlomba-lomba untuk membeli dan mengoleksi berbagai macam buku. Bahkan buku menjadi komuditas nomor tiga paling dicari setelah garam dan emas. 

Kala itu penulisan dan pembuatan buku sangat unik. Penulisan buku dilakukan di masjid-masjid sehingga Sarjana dan ulama yang hendak menerbitkan buku diwajibkan untuk mempresentasikannya kepada publik masjid. 

Islam Memandang

Begitu luar biasanya Islam memandang terkait dengan buku dan aktivitass membaca. Bahkan dalam Al Qur’an tergambar secara jelas bagaimana perintah Allah kepada hambanya untuk melakukan aktivitas tersebut. Hal tersebut tertuang dalam wahyu pertama yang Rasulullah SAW terima.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, Yang Mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (TQS Al-Alaq: 1-5)

Al Quran adalah kalamullah yang turunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantaraan malaikat Jibril. Di dalamnya terdapat berbagai ilmu dan pengetahuan. Hal tersebut akan mudah kita pelajari jika kita membacanya. Disamping itu juga didalam Al Qur’an terdapat perintah dan larangan Allah. Dengan membacanya maka kita akan menjadi tahu. Kemudian setelah tahu maka akan segera diaplikasikan dalam kehidupan kita sebagai konsekuensi dari keimanan.

Dari terjemahan ayat diatas menunjukkan bagaimana Allah SWT telah mengutamakan kewajiban membaca bagi setiap hambaNya tanpa pengecualian. Bahkan Allah menurunkan Surat Al-‘Alaq sebelum surar-surat yang lain. Hal ini tentu mengingat betapa pentingnya aktivitas membaca. Menurut para ahli tafsir, iqra mempunyai pengertian membaca dalam arti yang luas dan mendalam. Seperti menganalisis, menelaah, mengkaji serta meneliti. Sehingga makna kata iqra tidak sekedar bacalah tetapi mengandung arti itu. Dengan aktivitas membaca, maka manusia dapat memahami dan mempelajari berbagai hal yang belum diketahuinya. Ditambah lagi ketika seseorang membaca maka akan mendapatan informasi. Tingkat ketajaman daya berpikir seseorang akan tergantung pada seberapa banyak dan sejauhmana dia membaca.

Berbeda sekali dengan zaman now, budaya membaca menjadi kurang diminati. Khususnya anak-anak dan remaja, mereka lebih senang bermain game online daripada membaca buku. Lebih senang jalan ke pusat-pusat perbelanjaan, nonton bioskop atau nongkrong bersama genk mereka. Itulah realita yang terjadi pada anak-anak serta remaja negeri ini. Padahal dari aktivitas membaca itu banyak sekali ilmu serta informasi yang kita dapatkan. Sangat miris melihat kondisi remaja yang jauh dari buku dan aktivitas membaca. Kalaupun membaca pastilah cerpen atau novel percintaan. Sungguh sangat melenakan dan membuat diri menjadi malas, lebih khususnya adalah malas berpikir.

Remaja, di pundak-mu beban negeri ini akan kau pikul. Maju mundurnya bangsa ini berada di tanganmu. Jika kau mau bekerja keras dan sungguh-sungguh maka kata maju ada digenggaman tanganmu. Baca, pahami dan laksanakan setiap perintah Allah SWT dan jauhi laranganNya, niscaya kau akan selamat dunia dan akhirat. 

Jika kita ingin maju, berkembang, menjadi teladan yang baik dan pencetus peradaban, maka tidak lain adalah dengan cara membaca. Dengan begitu kita akan mendapatkan ilmu sebagai bekal dalam kehidupan ini. Disamping itu, dengan adanya ilmu tersebut Allah SWT akan menaikkan derajat kita lebih tinggi daripada manusia yang lain. Sudah saatnya kita bangkit dan sama-sama berjuang demi kehidupan yang lebih baik. Menjadi pejuang adalah pilihan yang harus kita pilih, agar Islam kembali berjaya dan menorehkan tinta-tinta emas peradaban. Sebagaimana yang pernah terjadi di masa kejayaan Islam dulu. Mulai saat ini, membaca adalah aktivitas pokok yang wajib kita lakukan setiap saat tanpa memandang situasi dan kondisi. Be the Best, Not Be Asa. Wallahu a’lam. [ ] 

Mulyaningsih, S.Pt

Ibu Rumah Tangga

Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga

Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) kalsel



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!