Wednesday, May 16, 2018

Bincang-Bincang bersama Mbak Dian (BBM) di IBF Malang, Mengajak Umat Terhindar dari Hoax


Oleh : Annisa Afif Abida


Alhamdulillah, Kamis, 3 Mei 2018 diselenggarakan agenda rutin  Bincang-Bincang with Mbak Dian (BBM) khusus Muslimah dengan tema "HOAX Undercover" yang pada kesempatan kali ini sekaligus memeriahkan rangakain acara ISLAMIC BOOK FAIR di AULA SKODAM KOTA MALANG.  Walaupun agenda ini diselenggarakan ba’da ashar dan pada hari efektif, namun ternyata hal tersebut tidaklah menyurutkan antusias para muslimah untuk hadir dalam agenda ini. Terlihat barisan muslimah tersusun rapi mulai dari kalangan remaja sampai ibu-ibu.

Acara dimulai pada pukul 15.30 dan berakhir pada pukul 17.00. Acar dimulai dengan sambutan dan sapaan hangat oleh Mba Dian. Dalam acara ini kami mengundang dua narasumber yaitu Desi Dian Sari (Koordinator Media Ukm Pers Universitas Merdeka) dan Ustadzah Mila Hanifa (Pegiat Dakwah Sosmed).  Acara diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap fenomena HOAX yang terus merasuk di tengah-tengah kaum muslimin. Selain itu juga ingin mengupas tulisan dua narasumber terkait HOAX yang dimuat di media online.


Desi sebagai narasumber pertama menyampaikan statment pembuka. Bahwa keberadaan hoax saat ini sebagai satu hal yang perlu diwaspadai oleh kaum muslimin. Bentuk hoax yang muncul sebanyak 62% dalam bentuk tulisan, selebihnya dalam bentuk video dan gambar dan saluran terbesar dalam penyebaran hoax adalah melalui sosial media (FB, Whatsapp, Twitter dll) yaitu sebanyak 92,4%.  Dengan kemudahan akses dan semakin banyaknya bentuk-bentuk hoax yang dimunculkan cukup meresahkan, karena informasi yang masuk dalam benak kita maka itulah yang akan mejadi opini dan pemikiran kita. 

Lantas apa yang kemudian menjadi penyebab beita hoax begitu mudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin? Ukhty Desi memberikan tanggapan sebagai seorang jurnalis, bahwasanya saat ini masyarakat sedang mengidap penyakit FoMO (Fear of Missing Out). FoMO (Fear of Missing Out) adalah gangguan kejiwaan yang mendorong keinginan seseorang untuk mengikuti tren terkini secara berlebihan. Ustadzah Mila juga ikut menambahkan, penyebab lainnya karena banyaknya produsen hoax dan lemahnya negara dalam menanggulangi hal ini. Apalagi suasana poltik yang semakin memanas, hoax mulai dijadikan senjata untuk menyerang lawan politik. 

Ustadzah Mila juga menyampaikan bagaimana sikap seorang muslim ketika menerima sebuah berita dan akan menyampaikannya. Firman Allah Ta’Ala :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ ٦ 

 Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al Hujurat:6)


Berikut hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang muslim dalam menghadapi hoax, antara lain :

1. Tabayyun, yaitu meneliti / kroscek kebenaran

2. Tidak memproduksi HOAX karena haram berbohong dan memfitnah

Nabi bersabda “ Sungguh kebohongan itu mengantarkan pada kejahatan. Dan kejahatan mengantarkan ke neraka....” (HR Bukhari &Muslim)

3. Tidak boleh mendiamkan HOAX sebagai salah satu kewajiban seorang muslim yaitu wajib amar ma’ruf nahi munkar

4. Peran NEGARA sangat penting, sebagaimana dalam Sistem Islam.


Pada sesi diskusi, Ustadzah Mila menegaskan bahwa dalam melanjutkan dakwah Islam juga diperlukan wawasan mengenai hoax sehingga para pengemban dakwah tidak ikut hanyut dalam arus hoax, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan dua validasi, yaitu validasi berita dan validasi pemikiran . Validasi pemikiran, agar tidak terjadi penyebaran pemikiran yang salah atau sesat.  Jika ditemukan angle selain Islam, tugas pengemban dakwah mengubahnya dengan persfektif yang lurus (Islam), yang diharapkan mampu membentuk opini Islam di tengah umat. . Kemudian acara ini , diakhiri dengan pembagian doorprize berupa buku kepada para audience yang berpartisipasi dan ditutup dengan doa. 


  



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!