Thursday, May 31, 2018

Belajarlah Dari Para Pendosa Dalam Istigfarnya


Oleh : Asma Ridha


Ramadhan telah memasuki setengah perjalanannya. Entahkah ada amal sholeh yang sudah kita lakukan? Atau bisa jadi skala stagnan yang tak ada sama sekali peningkatan dalam beramal.


Lihatlah Rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka tidak sedikitpun menyia-nyiakan waktu di bulan ramadhan. Kecuali beramal dan terus beramal.


Ahh...mungkin mereka masih sangat jauh dari khayalan. Mereka adalah kekasih Allah SWT. Lantas pernahkan bercermin kepada para pendosa yang mereka ahli maksiat? Apa yang terjadi ketika cinta kepada Rabb-Nya telah terpatri dalam diri.


Malulah kita yang tak ada level sedikitpun dihadapan Allah. Taat ketika butuh, dan bisa jadi cinta palsu yang kita persembahkan di hadapan-Nya


Allah berfirman :


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Qs. Ali-Imran [3]: 31).


Imam Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu Katsir menyatakan, “Ayat ini merupakan pembukti, bahwa siapa saja yang mengaku mencintai Allah SWT, namun ia tidak berjalan sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka orang tersebut hanya berdusta saja. Dirinya diakui benar-benar mencintai Allah, tatkala ia mengikuti ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW, baik dalam perkataan, perbuatan, dan persetujuan beliau.” Jika teruji bahwa ia benar-benar mencintai Allah, yakni dengan cara menjalankan seluruh ajaran Muhammad SAW, maka Allah akan balas mencintai orang tersebut


Para ahli hikmah telah menyatakan, “Perkara yang hebat bukanlah kamu [merasa] mencintai Allah, akan tetapi, kalian benar-benar dicintai (oleh Allah SWT).”


Ramadhan ini, sebesar apakah cintamu kepada-Nya ? Hingga layak diri ini dicintai oleh-Nya. Belajarlah dari para pendosa yang bertaubat. Lisan mereka selalu basah dengan istigfar. Lantas kita ? Kapan terakhir kali beristigfar?


Mencintai Allah SWT selalu berkolerasi terwujud dalam diri, keluarga, masyarakat dan negara. Yang semuanya hanya menilai Allah ridha atau tidak. Dan ketaatan tertinggi ketika kehidupan ini hanya diatur dengan syariat-Nya saja. Dan sejatinya ramadhan ini mengajarkan kita pada level taat yang setinggi-tingginya.


Wallahu A'lam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!