Tuesday, May 8, 2018

Belajar Dari Qoutes Umar bin Khattab


Oleh : Andini


"Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu, dan tidak ada rasa khawatir yang dapat mengubah masa depan. 

Terkadang orang-orang dengan masa lalu yg amat buruk, bisa membangun masa depan yg amat baik." - Umar bin Khattab -

Tentu kita ingat kisah Umar bin Khattab sebelum beliau masuk Islam. Dialah orang yang hendak membunuh Rasulullah saw. Rasa permusuhannya terhadap Islam sungguh luar biasa. Tetapi keadaan berbalik ketika cahaya kebenaran Islam merangsak ke dalam relung hatinya. Bahkan di kemudian hari, ia menjadi salah satu dari Khalifah yang disegani.

Kita juga tentu ingat kisah Khalid bin Walid, orang yang memporak-porandakan kaum muslimin di perang Uhud. Keyakinannya terhadap Islam yg kian meluap telah berhasil mengubahnya, dari yang sebelumnya selalu menghalangi jalan Allah, menjadi orang yang justru mendapat gelar "Pedang Allah".

Qoutes dari Umar bin Khattab di atas bisa banget menjadi penguat kita untuk hijrah. Apalagi buat temen-temen yang masih di usia pencarian jati diri. Ketika kita ingin menjadi lebih baik, pasti ada aja celetukan di luar sana yang kadang bikin down. Padahal, orang yang mau menjadi lebih baik itu seharusnya di do'akan, bukan dijatuhkan. Right?

Banyaknya dosa di masa lalu, gak berarti bahwa kita gak punya kesempatan untuk bertaubat dan hijrah. Selama masih bernyawa, kesempatan itu tentu ada. Bahkan Allah menjanjikan ampunan sepenuh bumi, loh :

"Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi." (HR. at-Tirmidzi)

Temen-temen, setiap dari kita itu mempunyai masa lalu. Seperti halnya para sahabat Nabi saw. Segelap apapun kehidupan kita sebelumnya, yakinlah bahwa ampunan Allah itu a~mat luas, asalkan kita sungguh-sungguh bertaubat, sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Isra :

"Tuhanmu lebih mengetahui apa yg ada dalam hatimu, jika kamu orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yg bertaubat." (TQS. Al-Isra: 25)

Mungkin di awal, kita merasa malu untuk berubah menjadi lebih baik karena perbuatan-perbuatan jelek kita di hari kemarin, tapi jangan sampai rasa malu itu menjadi tembok penghalang kita untuk hijrah. Ingat, itu godaan syetan. Malu yang benar adalah ketika kita melakukan kemaksiatan. So, dobrak tembok-tembok yang menghalangi kamu untuk hijrah.

Ketika hati dan pikiran sudah mantap untuk berhijrah, segeralah melangkah! Kalau bisa hari ini, kenapa harus menunggu besok?

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa," (QS Ali Imran: 133)

Seperti kisah Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid, yang bersegera menemui Rasulullah saw. untuk menyampaikan keyakinannya beriman pada Allah tatkala cahaya kebenaran Islam itu telah membuka dan menerangi pemikiran mereka. Kenapa harus bersegera? Karena itu perintah Allah. Karena kita juga gak tahu kapan Izrail akan menjemput kita.

Dan... satu lagi :

Orang yang bermaksiat dan jauh dari agama akan mati. Orang yang hijrah dan berusaha taat pun akan mati. Tinggal kita yang pilih. Mau mati dalam keadaan bermaksiat dan jauh dari agama, atau mati dalam keadaan bertaubat dan berusaha taat? Tentukan pilihanmu sekarang!


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!