Friday, May 4, 2018

Begini Cara Islam Mendidik Generasi Zaman Now


Oleh: Ratna Munjiah (Pemerhati Perempuan dan Generasi)


Anak adalah anugerah dari Allah. Setiap orang tua pasti merindukan kehadirannya. Saat ini banyak pasutri (Pasangan suami Istri) yang tidak memiliki anak. Ada yang bertahun-tahun menikah belum juga dianugrahi kehadiran seorang anak. Bisa dibayangkan jika sebuah rumah tangga tidak ada kehadiran seorang anak, betapa sepinya kondisi atau keadaan keluarga tersebut. Oleh karena itu orangtua hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik jasmani maupun rohani, dan tentunya berakhlaqul karimah.

Namun saat ini sadar atau tidak banyak orangtua sering mengabaikan anaknya. Banyak fakta yang kita lihat, baca dan dengar  mengenai kondisi anak-anak yang terjadi di negara kita saat ini. Banyak kasus yang terjadi. Baru-baru ini ada seorang anak yang kedapatan mencuri onderdil bekas, bagaimana ia harus dihukum dengan mandi oli bekas. Ada juga Insiden Pria menendang anak di mall.  Bocah 13 tahun diarak dan ditelanjangi didepan orangtuanya.  5 bocah jadi korban penganiayaan di Tasikmalaya. Seorang Bapak di Sukabumi yang tega mencekik anak kandungnya hingga tewas. (Dari berbagai sumber)

Ini baru sebagian kecil kekerasan yang baru-baru saja terjadi dinegara kita, dan bahkan menjadi suatu kebiasaan. Menyedihkan tentunya Yaa..

Maraknya kekerasan yang terjadi pada anak-anak tentu banyak penyebabnya, salah satu sebabnya adalah lepasnya pemahaman agama (Islam) ditengah individu, keluarga, masyarakat dan Negara. Ditambah lagi penetapan sanksi atau hukuman yang tidak jelas terhadap pelakunya, merupakan salah satu pemicu dari semakin berkembangnya kekerasan terhadap anak tersebut.

Inilah hasil dari sistem sekular yang menghasilkan gagalnya pembentukan generasi muda yang berkepribadian islam, anak-anak diajarkan pemahaman yang jauh dari agamanya, kekerasan dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Lalu bagaimana keimanan dijauhkan dari pemahaman anak-anak. Sehingga saat ini emosi sebagai sesuatu yang diutamakan. Jika disakiti atau tersakiti anak-anak diajarkan untuk membalas dan sebagainya.

Dalam islam. Anak-anak memiliki kedudukan tinggi, karena mereka memberikan manfaat untukmu didunia dengan medoakanmu, maka diakhirat nanti mereka akan memberikan manfaat kepadamu dengan mengangkat derajatmu disisi Allah. Sebenarnya kalau mau berkaca atau kembali menggunakan ajaran Islam, tentu Islam memiliki solusi dan jawaban atas segala permasalahan dalam kehidupan. Begitupun dalam menyelesaikan permasalahan kekerasan terhadap anak.

Allah swt berfirman ; 

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api nerakayang kayu bakarnya adalah manusia dan bebatuan”(QS.At-Tahrim{66}:6)

Ali ra,berkata “Ajari anak-anakmu dan didiklah mereka!”Hasan berkata,”Ajarilah anak-anakmu agar taat kepada Allah dan ajarilah mereka nilai-nilai kebaikan”

Sesungguhnya Islam menempatkan anak pada posisi strategis sebagai aset generasi masa depan. Karenanya Islam memberi aturan yang menjamin tercapainya fungsi strategis dengan aturan yang kompehensif diberbagai aspek kehidupan termaksud persanksiannya.

Dalam Islampun ada beberapa cara yang wajib dilakukan untuk menanamkan akidah Islam kepada anak-anaknya, yakni dengan ; 

Membahagiakan anak-anak. Merupakan cara terpenting untuk menguatkan ikatan hati dan keharmonisan keluarga. Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan orangtua dengan anak-anaknya, dan ketaatan yang paling besar yang bisa mendekatkan hamba kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi. 

Menghargai akal anak-anak. Sebagai orangtua tentu wajib menghargai daya nalar anak dan mengasihinya, memperlakukannya sebagai manusia dan jangan memperlakukannya seperti hewan. Memukul bukanlah satu-satunya jalan untuk memberikan hukuman atas sebuah kesalahan yang dilakukan anak. Sebagai orangtua wajib berusaha membangkitkan kemampuan berfikir anak. Berinteraksi dengan anak dengan tata krama, dan menghormatinya. Hal semacam itu akan membuat mereka mencintai dan menghormati melebihi penghormatan yang kita berikan terhadapnya. Tentu cara berinteraksi tersebut dapat membuat anak-anak kita memiliki daya pikir yang bagus.

Mengajarkan anak-anak berbicara yang baik dan sopan. Kewajiban orangtua adalah mengajarkan anak-anaknya berbicara baik dan penuh sopan santun, memberi pendidikan bagaimana cara bicara dengan orang yang lebih tua ataupun yang lebih muda. Tidak boleh bicara dengan suara yang tinggi. Tawadhu, adalah tanda orang mulia, sebagaimana kamu wajib bertawadhu kepada anak-anakmu, istrimu, dan ibumu. Rasullulah saw, bersabda:“Barang siapa bersikap lemah lembut,dan tidak mempersulit maka Allah haramkan jasadnya kedalam neraka”.

Dermawan dan Murah hati. Orangtua wajib menanamkan nilai-nilai akhlak terpuji, diantara akhlak terpuji itu adalah dermawan dan murah hati. Akhlak semacam ini akan membuat hati masyarakat tentram dibuatnya.

Rama., Wajib dikerjakan dalam berinteraksi dengan anak-anak, bahkan keramahan diutamakan dalam setiap bersikap dan berprilaku. Oleh karena itu Allah memuji orang yang bersikap ramah didunia dan balasan yang besar diakhirat nanti.

Usaha meluruskan hati anak-anak kita adalah usaha yang sangat penting, dan tentu bukan merupakan pekara yang mudah, kecuali bagi orang yang Allah berikan kemudahan atasnya. Untuk itu marilah kita senantiasa berdoa semoga Allah mudahkan kita dalam mendidik anak-anak kita, agar Allah lembutkan dan bukakan hati anak-anak kita untuk menerima kebenaran dan kebaikan. Agar kita bisa menjadikan anak-anak kita sebagai anak-anak soleh dan solehah,sebagai penolong agama Allah. Wallahu’ alam bi Shawab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!