Saturday, May 5, 2018

Baper Cantik Muslimah Sensitif


Oleh: Siti Rahmah


Bicara baper, itu biasanya identik dengan emak, ups. Baper lho ya bukan laper. Karena emak yang paling banyak menggunakan perasaannya, emak itu perasa, lembut, penyayang dan mudah percayaan. Dengan segala keunikannya itu alhasil emaklah yang sering merasa baper dengan berbagai peristiwa yang menimpanya. Uang belanja kurang, anak sakit, suami sibuk sampai lupa memberikan fujian, semua itu bisa menjadi penyebab emak baper.


Secara emak adalah makhluk sensitif yang begitu halus rasanya dan begitu peka. Sampai - sampai tidak ada satu hal kecilpun yang luput dari fikirannya. Karena ke sensitifannya inilah emak menjadi istimewa, berharga dan tak ternilai perannya. Alamiahnya memang semua yang berharga semua yang istimewa pasti sensitif. Tidak hanya manusia jika kita menengok alat - alat electronik, dan barang - barang lainnya semakin canggih produk tersebut maka semakin sensitif, semakin mahal barang tersebut semakin sensitif, dan semakin berharga benda tersebut maka semakin sensitif pula.


Sensitif bukti Cantik

Emak yang cantik sebenarnya yang seperti apa sich? Banyak lembaga yang mencoba mendefinisikan istilah cantik ini sampe muncul pameo yang mengatakan cantik itu relatif dan jelek itu mutlak. Istilah cantik memang tidak absolut tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Misal di jaman now definisi cantik itu begitu fokus pada tampilan fisik, kulit putih bersih, hidung mancung, badan langsing, bibir tipis layaknya manusia barbie, wanita dengan kriteria tersebutlah yang seakan tepat di katakan cantik.


Sebagai bahan argumen tentang deginisi cantik sebuah lembaga riset pernah melakukan penelitian yang dilaksanakan pada awal bulan Mei 2017 lalu oleh lembaga riset pemasaran Sigma

Research membenarkan hal itu. Dalam riset yang melibatkan 1200 responden, diketahui bahwa kebanyakan orang mendefinisikan kecantikan sebagai tampilan fisik. 


Dalam risetnya Sigma Research membagi tiga kategori penilaian untuk definisi kecantikan yaitu beauty, brain dan behaviour. Beauty merupakan penilaian secara fisik, brain adalah penilaian berdasarkan kemampuan intelektual, dan behaviour adalah definisi kecantikan melalui penilaian perilaku.


Dari wawancara terhadap 1200 orang, lebih dari 40% mendefiniskan kecantikan berdasarkan kondisi fisik. Hanya 14, 8% yang mendefinisikan kecantikan berdasarkan kepribadian yang menarik, sedangkan yang menganggap perilaku ramah sebagai cantik hanya 9,5%.


Rendahnya kwalitas penilaian terhadap definisi wanita cantik menjadikan wanita hanya sensitif pada hal - hal yang menjadikan pokok penilaian. Wanita lebih sensitif, baper gelisah ketika mendapatkan satu garis kerutan di wajahnya, wanita begitu gelisah ketika tiap buan bertambah berat badannya dan wanita begitu sensitif ketika di gelari mutu (muka tua). 


Sejatinya wanita yang cantik adalah wanita yang sangat sensitif, peka dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, di tunjang dengan kecerdasannya dalam menyelesaikan masalah. Sehingga terpancarlah darinya kecantikan yang sesungguhnya, kecantikan dari hati (inner beauty). 


Cantik yang Baper


Emak sensitif  yang  cantik tidak hanya sekedar tampilan fisik (beauty) tapi juga peka dengan keadaan menjadikan emak ini sering baper, bapernya ini menghantarkan kepada sebuah gagasan, ide dan kesimpulan akan pentingnya sebuah perubahan. Bapernya emak cantik buah dari sensitifnya membuat dia tidak bisa menahan diri untuk tidak nyemplung pada arena perjuangan kebenaran. Emak cantik yang sejatinya memiliki kecerdasan, kepedulian, kepakaan terhada perkembangan kehidupan akan senantiasa baper dengan kondisi lingkungan saat ini, dimana kehidupan rusak di semua lini. Emak cantik ini tidak mungkin sanggup diam menerima kenyataan tentang hancurnya sebuah peradaban diakibatkan kebodohan manusia. Dia akan senantias baper dengan berbagai penomena kerusakan.


Hanya saja bapernya emak cantik dan cerdas ini bukan lagi hanya dengan diam berpangku tangan. Tapi dia bergegas memaksimalkan perannya di dalam segala bidang, di terjunkan dirinya secara maksimal di ranah publik dan domestik, dia konsen membina masyarakat dengan pembinaan yang mencerdaskan pemikiran, pun di ranah domestik dia kerja keras mecetak anak - anak nya untuk menjadi penjaga Islam yang harisan wa aminan. Itulah kiranya emak yang sensitif dan baper yang membuatnya semakin cantik, bak mutiara yang bersinar di tengah lumpur peradaban.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!