Saturday, May 5, 2018

Banjir TKA, Pengangguran Memprihatinkan 

 

Oleh : Yanyan Supiyanti, A.Md (Pengajar STP-SD Khairu Ummah Rancaekek)


Banjir Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia menjadi sorotan banyak pihak, apalagi dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018, pada 26 Maret 2018, tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpres ini cenderung mempermudah masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi asing dan diharapkan akan memperluas kesempatan kerja dan mendorong perekonomian nasional. Perpres TKA ini berpotensi diskriminatif terhadap tenaga kerja Indonesia. Sebab aturan tersebut dipandang mengutamakan pelayanan terhadap TKA. Saat ini masih banyak warga negara Indonesia yang membutuhkan pekerjaan, apalagi untuk pekerjaan padat karya. Sementara itu, yang terjadi adalah hak warga negara Indonesia diambil oleh orang lain, yakni tenaga kerja asing.


Kebijakan yang Tidak Memihak Rakyat

Salah satu kebutuhan masyarakat saat ini yaitu lapangan kerja. Namun sangat disayangkan Perpres kemudahan TKA diterbitkan di tengah jumlah angkatan kerja yang naik setiap tahun, dimana tahun 2017 mencapai 128,06 juta, angka pengangguran yang juga meningkat. Jelas kebijakan ini telah meminggirkan hak rakyat untuk mendapatkan pekerjaan, pencari kerja lokal harus bersaing dengan tenaga kerja asing.

Alih-alih menciptakan lapangan kerja, investasi asing justru berujung pada derasnya TKA masuk ke Indonesia, karena tidak sedikit adanya investasi asing yang mempersyaratkan adanya tenaga kerja asing. Disamping itu, adanya tuntutan kemudahan TKA sebagai konsekuensi dari semakin derasnya arus investasi asing yang menjadi bagian dari berbagai perjanjian perdagangan pasar bebas.


Sistem Islam Menyejahterakan Rakyat

Islam menetapkan bahwa aset ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak merupakan kepemilikan umum dan dikelola oleh negara. Islam menutup peluang berkembangnya perekonomian non riil, Islam mengharamkan riba dan spekulasi bursa saham.

Islam menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan usaha-usaha ekonomi riil yang dimiliki individu dalam negara. Kemudahan mendapatkan modal, modal bisa didapat dari kas negara (baitul maal dan perorangan). Baitul maal akan banyak menyimpan uang zakat, infaq dan shodaqoh dari warga negara Muslim, jizyah dari non Muslim dan hasil pengelolaan kepemilikan umum dan sumber pendapatan negara yang lain. Dalam kondisi ini, tidak dibutuhkan perbankan dan bursa saham, karena kumpulan modal di baitul maal sudah lebih dari cukup kebutuhan modal warga negara. Modal usaha yang bisa didapat dari perorangan yang kelebihan uang. Individu dalam Islam akan terdorong untuk menginvestasikan uangnya ke usaha riil, karena keinginan untuk bermanfaat bagi orang banyak, larangan meribakan uang dan larangan menimbun kekayaan.

Investasi dalam negeri akan menggantikan investasi asing. Melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang benar dan konsisten. Baitul Maal dari Daulah Khilafah diyakini akan mampu meraup dana yang cukup besar. Diantaranya diperoleh dari hasil kepemilikan umum seperti minyak, gas, dari sektor pertanian seperti kharaj, dari sektor industri seperti zakat atas barang dagangan. Selanjutnya dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan, khususnya sektor yang masuk pada layanan public seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur (jalan, jembatan, listrik, air, telepon dan lainnya). Juga untuk membiayai industri berat seperti persenjataan, industri baja dan sebagainya, dan proyek-proyek besar seperti pembangunan bendungan dan jaringan telekomunikasi di seluruh negeri, kredit bebas bunga untuk menggerakkan ekonomi rakyat serta bantuan negara untuk rakyat yang memerlukan. 

Semua in syaa Allah akan dapat direalisasikan tanpa melibatkan investasi atau pinjaman asing.

Demikianlah Islam akan menjadi pelindung bagi pemenuhan hak rakyatnya, menjamin kesejahteraan bagi setiap warga negaranya, dengan penerapan Syariah Islamnya, maka sudah sepatutnya bagi kita semua untuk memperjuangkan penerapan Islam kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyyah.

Wallahu 'alam bishowab





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!