Thursday, May 10, 2018

Bale Sigolo Golo di Zaman Now


Oleh : Sunarti

Sekilas cerita Bale Segolo Golo


Kisah ini merekam intrik politik di negeri Astina pasca meninggalnya Prabu Pandu Dewonoto. Mayoritas rakyat astina, menghendaki para ksatria Pandowo untuk melanjutkan pemerintahan Astina. Maka Adipati Drestoroto sebagai care taker  pemerintahan, memerintahkan Patih Sengkuni untuk merayakan pergantian pemerintahan di padang Bale Segolo – golo.  


Tapi  Joko Pitono, ksatria Kurawa anak Adipati Drestoroto, tidak legowo memberikan kekuasaan ke para satria Pandawa. Ia pun berkoalisi dengan Patih Sengkuni menyusun siasat jahat untuk menggagalkan dan merebut tahta dari Pandawa. Satu-satunya cara, Bima dan saudara–saudaranya harus dibunuh. Maka Patih Sengkuni menyuruh kontraktor ahli bahan peledak yang bernama Purucona untuk mendesain tempat  perhelatan akbar tersebut dengan bahan–bahan yang gampang meledak dan mudah terbakar.  


Maka ketika malam penobatan tiba, di tengah euforia dan pesta pora, kebakaran hebat melanda. Akibat dibakarnya Bale Sigolo Golo oleh Kurawa. 

Esok paginya Kurawa menemukan lima sosok mayat pria dan satu wanita. Mereka menyimpulkan mayat–mayat itu adalah lima bersaudara Pandawa, termasuk Raden Puntadewa yang disiapkan menjadi raja, dan Ibunda meraka Dewi Kunti. Dengan kematian Pandawa,  Kurawa  mengklaim sebagai penerus sah kepemimpinan Astina. Mereka lalu melantik Duryudana sebagai raja menggantikan Puntadewa.


Padahal Pandawa dan Kunti selamat dari amuk api, berkat campur tangan Batara Antaboga. Dewa penguasa dasar bumi ini menggagalkan konspirasi jahat Kurawa dengan menciptakan terowongan menuju perut bumi. Lima mayat yang hangus dilalap api tidak lain adalah para sudra, pengemis dan gelandangan, yang menumpang berteduh di padepokan Pandawa di Bale Segolo Golo pada malam menjelang kejadian. Kebaikan hati Kunti menolong mereka telah berbuah keselamatan bagi Pandawa dan masa depan politik mereka.

(kompas.com)


Berita dibubarkannya ormas besar HTI, mengingatkan pada kisah pewayangan di atas.

Yang mana ormas ini sebagai ormas yang menjadi musuh bebuyutan dari pengemban mabda kapitalisme. Keduanya selalu saling berbenturan. Mulai ide hingga gaya hidup. Akhir-akhir ini masyarakat mulai membicarakan apa-apa yang juga dibicarakan HTI. Peristiwa-peristiwa besar, konon ada peran HTI. 


Sedangkan para pengemban kapitalisme mulai geram. Borok yang semakin nyata bisa dilihat umat. Lambat laun umat mengikuti alur pemikiran HTI. Yang mana pemikiran ini sesuai dengan fitrah manusia. Pemikiran yang dibawa oleh HTI adalah pemikiran Islam. Sehingga umat yang memegang Islam dengan ikhlas akan memahami pemikiran ini. Islam disampaikan apa adanya oleh HTI di tengah-tengah carut marut kehidupan ini.

Solusi yang juga didasarkan pada aturan-aturan Islam juga disampaikan kepada umat.

Tak ayal lagi jikalau sekarang umat yang melek fakta dan melek politik, paham betul kondisi yang menyebabkan kerusakan adalah saat manusia meninggalkan hukum Allah. 


Hingga ormas ini berhadapan dengan para pengemban ideologi sekulerisme lewat tangan-tangan penguasa di negeri ini. 

Ibarat kisahnya Balai Sigolo golo dalam pewayangan. Penguasa sebagai Kurawa dan HTI sebagai Pandawa.

Dalam sidang PTUN kemaren 7 Mei 2018, hakim menolak gugatan HTI atas pencabutan BHP HTI oleh pemerintah. Ini berarti HTI resmi dicabut badan hukumnya. 

Berbanding lurus dengan kisahnya Bale Sigolo golo. Yang mana semua pesta yang disiapkan Kurawa adalah setingan untuk mencelakakan Pandawa. 

Sama dengan apa yang dialami ormas ini. Semua opini diciotakan untuk mencitraburukkan ormas ini. Dan pada akhirnya, HTI kalah dipersidangan. Namun ternyata ada kemenangan yang tak pernah dimiliki oleh pihak penguasa. Yaitu tersebarnya opini dari penguasa membuat rakyat justru mengetahui apa yang diemban ormas ini. 

Ide Khilafah yang justru semakin dikenal umat. 


Di sisi lain HTI yang menyandarkan semua hasil pada Allah, meyakini bahwasannya ini bukan kekalahan atas perjuangannya. Namun dengan keputusan di PTUN, menunjukkan borok dari Pemerintah yang sesungguhnya membenci Islam. 


Para pemirsa dibuat melek mata atas kejahatan sistem sekukerisme.

Pengemban dakwah ormas ini membuktikan dengan geraknya bahwa yang dibawanya adalah Islam. Islam milik kaum muslimin, bukan milik HTI saja.


Tak bisa dipungkiri, sekarang rencana sekecil apapun yang hendak menghalangi kebenaran Islam, akan tampak kebusukannya. Semakin kebenaran ditekan, semakin Allah menunjukkan kekuataanNya. 

Sandiwara para pengemban ideologi sekulerisme akan bernasib sama dengan Kurawa yang membawa keangkaramurkaanya. Sekulerisme kapitalisme bagai Kurawa dan angkaramurkanya. Akan terkalahkan dengan kecongkakan dan kesombongannya sendiri. Dengan menentang hukum Allah, jelaslah mereka sedang menuju kebinasaan.


Waallahu alam bisawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!