Saturday, May 26, 2018

BAHAGIALAH AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN (Bag. 2)


Oleh : Nurbaya


Menimba air bahagia di sumur kehidupan niscaya tidak akan pernah surut dan kering walau seluruh penduduk bumi berjamaah menimbanya bersamaan.


Saat mata telanjang mampu membidik dan melensa lebih mendalam hal-hal yang melintas di depannya, lalu diberi kemampuan oleh Allah untuk mengkompatibelkannya dengan mata batin. 


Ingat!!!!! 


Garis bawahi mata batin yaahh...


Selanjutnya diproyeksikan melalui imajinasi bantuan otak yang dijejali milyaran pasukan berupa tentara-tentara sel neuron. 


Nah, jika semua ini mampu Anda kolaborasikan maka...


Maka tak usah jauh-jauh mencari kebahagiaan. Karena justru kebahagiaanlah yang akan selalu mengekor dan membuntuti Anda. Percayalah!!!


Silahkan masing-masing chek n ricek ke dalam diri. Karena sesungguhnya yang paling tau kedalaman hati kita beserta perangkat-perangkat kejujurannya adalah hanya kita sendiri dan tentunya Allah penguasa semesta.


Meski kadang-kadang petugas kepolisian dan psikolog pandai menggali informasi untuk menemukan bukti sebenderang matahari kalo antara kita dan dia ternyata ada dusta 😄😄.


Ok baiklah, disimak yaaaaahh

Jika 80% hal di bawah ini telah melekat pada Anda, saya berani memberi garansi bahwa di manapun Anda berada, kapanpun dan dalam situasi apapun kebahagiaan tetap melekat pada Anda.


1. Jika dalam berdo'a Anda telah menyertakan orang lain dalam himpunan do'a-do'a Anda maka selamat. Itu adalah pertanda bahwa Anda adalah makhluk sosial yang seutuhnya. Misal ada tetangga yang terlilit utang, mendapat musibah, anaknya susah diatur do'akanlah mereka. Jika kita meyadari, sesungguhnya dari merekalah magnet bahagia bermuara ketika kita mendo'akannya dengan tulus.


2. Ketika melihat orang yang sepuh masih meneguhkan tekad untuk tidak meminta-minta, misal dengan berjualan apa saja lantas hati Anda refleks tergerak untuk membelinya meskipun sebenarnya tidak butuh-butuh amat tapi nawaetu yang lahir adalah untuk menolong maka berbahagialah, bibit-bibit bahagia perlahan telah berkecambah. Apalagi jika Anda sengaja melebihkan nominal dan tak mengharap kembalian, masya Allah... Berkah Allah insya Allah senantiasa menyertai.


3. Jika Anda sudah mampu menghargai para pekerja (maaf) rendahan. Misal ketika si OB sedang membersihkan dan kebetulan Anda harus melewati batas teritorial area yang sementara ia bersihkan lalu dari lisan Anda lahir bahasa santun untuk permisi dan minta maaf atas jejak sepatu yang Anda tinggalkan di lantai yang masih basah saat lewat di hadapannya, maka berbahagialah karena tidak semua orang diberkahi hati yang lunak untuk memuliakan orang bawah.


Jangan hanya ketika Anda di depan bos-bos dan atasan atau para pejabat mangguk-mangguk menaruh penghormatan macam budak patuh meski apa yang diinstruksikan bertentangan dengan nurani. Tapi hargailah kasta level bawah maka niscaya Anda akan naik level.


4. Hargai kehidupan, apapun yang hidup di semesta ini sekali lagi hargai. Entah itu binatang, hewan ataupun tumbuhan. Berperikehewananlah terhadap mereka dengan cara perlakukan ia dengan baik. Misal jika ingin menjitak nyamuk tetap hembuskan ayat-ayat cinta berupa basmalah.


Jika ingin menghalau semut minta maaflah, tapi akan lebih bijak jika membiarkan mereka numpang berbaris rapi kemudian lewat. 


Tapi jika misalnya mereka sementara mengerubuni remahan sisa makanan dan Anda punya stok kesabaran yang banyak untuk membiarkan mereka menikmati kehidupan layaknya Anda yang tengah mencari nafkah, maka biarkanlah. 


Malah akan ada dimensi kebahagiaan tersendiri yang menyusup ke rongga dada tatkala Anda mengamati kekompakan mereka bergotong royong, pandanglah mereka 2-3 menit, sungguh akan banyak nilai-nilai kehidupan yang Anda bisa temui.


Selanjutnya tumbuhanpun layak untuk Anda perlakukan dengan baik. Jangan asal menebas, asal memetik dan asal mencabut. "Berkomunikasilah" dengan mereka. Bukankah mereka juga punya kehidupan layaknya manusia? Ketahuilah, kehidupan warga tumbuhanpun hidup dengan cara mereka.


Ketika disebut makhluk hidup komponennya selalu ada 3 kan? (Manusia, hewan dan tumbuhan) maka marilah bersinergi dengan cara saling memberi tempat yang layak di atas permukaan bumi.


5. Tebar manfaat seeeebanyak-banyaknya. Menebar manfaat tidak mesti yang selalu menciptakan sensasi WAW!!!


Dari hal-hal sederhanapun bisa,misal membantu orang lain menyeberang jalan. Memberikan informasi akurat ketika ada yang bertanya. Ketika melihat orang rempong membawa beban tawarkanlah bantuan. Jika memiliki ilmu atau inovasi yang kreatif berbagilah. Dll, dsb, etc.


6. Ketika bersedekah atau memberi sesuatu kepada orang lain, berikanlah yang terbaik dan tentunya masih Anda sukai. Misal berbagi sayuran atau buah berikanlah yang paling baik dan segar, bukan yang nyaris busuk atau sayuran yang telah mengalami lumpuh layu. 


Pun ketika sudah dimasak, berbagilah ketika masih hangat alias fresh from the oven. JANGAN berbagi setelah dikhawatirkan masakan Anda bakal menjadi penghuni tong sampah karena keburu basi jika masih disimpan.


Demikian pula ketika memberi pakaian. PASTIKAN Anda masih percaya diri ketika Anda yang mengenakannya. Benar-benar layak pakai dan pantas. Jangan sampai sudah terdapat koyak dan sobek yang tersembunyi atau Anda memberikan ke orang lain karena barang tersebut sudah Anda benci. Upayakanlah memberikan hal-hal atau barang yang masih Anda sukai.


*Berhubung karena ternyata tulisan saya sudah seperti kereta api langsung kasih yang terakhir aja yah, meskipun sebenarnya ketika digali lebih mendalam akan banyaaaaaaaakkkk sekali berseliweran sumber kebahagiaan, tinggal kita peka atau tidak untuk merasakannya.*


7. Sesekali berbicaralah dgn anggota tubuh. Hah, berbicara??? Ia ini serius, hehehe.

Berbicaralah layaknya berkomunikasi dengan manusia. 


Jika kaki telah mengantarkan ke suatu tempat ucapkan terima kasih ya kaki telah membawaku ke tempat ini. Jika tanpa sengaja tangan terbentur, mohon maaflah pada tangan. Berterima kasihlah pada mulut yang telah membantu mencerna makanan. Dst.


Paling terakhir sebelum memejamkan mata di pembaringan, berdo'alah kepada Allah sebagai wujud syukur atas kehidupan hari ini.


Berterima kasihlah pada seluruh anggota tubuh (Absen mereka mulai dari kepala-kaki) jangan lupakan jantung dan organ-organ dalam Anda. Betapa kontribusi mereka amat sangat besar dalam kehidupan Anda. 


Selanjutnya maafkanlah orang yang Anda jumpai hari ini yang sekiranya telah menitipkan luka baik sengaja ataupun tidak. 


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka...." (QS.Ali Imran:159)


Kirim whatsapp ke langit berupa untaian do'a agar kelak Allah mengumpulkan Anda bersama orang-orang tercinta di pelataran surga. Kemudian pejamkanlah mata untuk tidur dalam kebahagiaan yang penuh rasa syukur.


Semoga goresan sederhanaku membawa nektar kebermanfaatan untuk sesama.


Selamat berbahagia 😊😊😊🙏🙏🙏


**Nurbaya Tanpa Siti


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!