Wednesday, May 16, 2018

Apakah Dia Cinta Sejatimu? 


Oleh : Denik Dwi W, S. Kom (Pemerhati Genmud) 


Bicara sepak terjang Ayu Ting-Ting emang ga da abisnya. Jelang Ramadhan, jagat maya diramaikan dengan promo thriller film ATT ‘Dimsum Martabak’ yang bergenre romantis, khas konsumsi anak-anak muda zaman now. Rencananya film ini akan tayang tanggal 15 mei 2018, ikut ngeramein lebaran 1439 H.

Pun bicara tentang cinta memang tak pernah lumutan, selalu hangat dan renyah. Mau digoreng, dikukus, di oven, rasanya nano-nano nagihin.

Kala rasa suka, rasa pengen diperhatiin, pengen disayang, pengen dimanja itu datang...trus sengaja nonton film genre roman ala picisan,di jamin deh hasilnya adalah rasa baper tingkat dewa. 

Sah sah aja sih, punya semua rasa (baca cinta) itu, WHY ? Karena itu rasa alami yg diberikan Alloh untuk manusia (ghorizah nau’ : rasa pengen disayang, diperhatiin dll). Yang tidak sah bin aneh adalah ketika rasa itu muncul, kemudian cara untuk memenuhi semua rasa itu malah ngrugiin kita. Jadi yang jadi masalah nih, gimana menyalurkan semua rasa itu, tapi kita tetap on the track yg benar..alias savety (ga dapat status dosa) buat kita.

Mengapa Rasa itu Muncul ?

Rasa-rasa yang muncul dari hati, ejawantah dari naluri sebenarnya adalah gift dari Alloh, Siapapun dia asal statusnya adalah manusia pasti deh punya rasa itu. That’s no problem. Jadi no panic, no bingung, jangan ngerasa salah kalau tetiba rasa itu hinggap di hati. Dan membuat hati kita jadi warna pingky-pingky sweety bunny. 

Hanya saja di zaman now yg serba ac dc, dimana rasa Cinta itu didewakan, di stimulus aktif oleh media dan masyarakat, membuat genmud (generasi muda) makin galau, bahkan ada yg saking galaunya sampe berani ngelakuin free sex, dan nyoba segala sesuatu yg endingnya dapat status dosa, dapat kartu merah deh dari Alloh. Naudzubillahi min dzalik.

Sebenarnya kalo mo jujur semua kegalauan penyaluran ketika rasa itu muncul, berawal dari keluarga...(kok bs??)... Bisa dong, coba lihat banyak fakta ketika anak gadis kurang figur ayah (baca : laki-laki), kurang dekat dengan ayah, kurang kasih sayang ayah, ayah ga pernah hadir di momen-momennya Ayah ada tapi tiada, maka ketika tumbuh remaja dia akan cari pemenuhan kekurangan tadi dari laki2 diluar rumah. Begitu pula ketika anak gadis kurang figur ibu (perempuan), kurang dekat dan kurang kasih sayang ibu. Ibu ada tapi tiada, maka besar nanti dia akan menjadi seorang lesbian. Rumus yang sama berlaku untuk anak lelaki. Serem g tuh!!  

Diperparah dengan norma masyarakat dan norma negara yang permissif dan provokatif, semakin mengakomodir penyimpangan tersebut. Menimbulkan musibah dan kerusakan bagi masyarakat dan kehidupan manusia


Mengikat Rasa (Naluri Nau’) dengan Syara’

Hal mendasar yg perlu kita pahami adalah naluri manusia beda bingitz dengan kebutuhan mendasar manusia. Kebutuhan mendasar ga dipenuhi, kita bisa mati ( misal nih, kalo lapar berarti butuh makan, ga makan??? Ujungnya kematian deh). Tapi kalo naluri ga dipenuhi, kita ga akan mati, yg ada adalah galau tingkat dewa tadi. 

Gimana ngilangin kegalauan tadi? Kehadiran ‘Ghorizah Nau’ ini adalah sudah jadi fitrahnya manusia. Jadi kita ga bisa menolak ato menghindari keberadaannya. Oleh karenanya Islam datang, lengkap dengan hukum dan aturan untuk mengatur perihal ghorizah nau’ ini. Wajib dipatuhi oleh setiap manusia biar ga terjadi kerusakan tadi.

Suplemennya adalah kalo kita dihujani banyak cinta (dari Alloh, keluarga dan umat) maka kita  ga akan cari cinta diluar sana yang diobral dan digratiskan. So...Carilah cinta Alloh sebanyak mungkin, carilah cinta ortu sebanyak mungkin, carilah cinta keluarga dan cinta umat sebanyak mungkin. How?? Easy... Alloh punya formula jitu melalui kalamNya. Cari dan Pelajari...So Simple.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!