Friday, May 25, 2018

ANCAMAN UNTUK SEMUA POLISI

 

Oleh : Irkham Fahmi Al-Anjatani


Lagi dan lagi, keadilan sirna di negeri ini. Seorang pemuda cina lolos dari jeratan hukum, padahal dia sudah terang-terangan mencaci maki Presiden Jokowi. Bukan hanya itu, dia juga berjanji akan membunuh Jokowi. Parah!

Orang nomor wahid di negeri ini diancam mau dibunuh. Berani sekali dia. Meski begitu, menurut penulis, yang lebih parah lagi adalah pihak Kepolisian.


Bagaimana mungkin caci maki dan ancaman pembunuhan dianggap sebagai lelucon belaka. Bukankah Ahmad Dhani yang hanya bicara akan meludahi muka para pembela penista agama saja langsung dimejahijaukan. Bahkan Asma Dewi dan lainnya yang melakukan hal yang sama, tapi tidak ada ancaman pembunuhan, langsung dipenjarakan. Kenapa jika pelakunya pemuda cina tidak ditangkap? Ini tidak adil namanya.


Melihat ketidakadilan hukum yg menimpa umat Islam di negeri ini, saya yakin, masih banyak polisi2 shaleh yg nuraninya condong pada kebenaran dan keadilan. Sebagai seorang muslim pasti mereka mempunyai perasaan yg sama ketika umat Islam terus didiskriminasi di depan hukum yang seharusnya tajam.


Para polisi yg saya cintai, ketaatan kepada Allah dan Rasulnya itu adalah mutlak, Sementara taat pada atasan itu tidak mutlak. Patuhi atasan kalian jika ia menyeru pada kebaikan dan keadilan !. 


Jangan patuhi perintah atasan kalian jika ia menyeru pada kedzoliman dan ketidakadilan, apalagi terhadap para ulama yang merupakan pewaris para nabi. Tegakkan hukum seadil-adilnya! bukan hanya kepada umat Islam, tetapi juga kepada orang kafir cina yang sudah mengancam kepala negara. Apapun resiko yang akan kalian dapatkan nanti.


Ingat! Kalian bisa berbohong pada atasan kalian, akan tetapi kalian tidak akan bisa berbohong kepada Allah yg maha menghidupkan dan maha mematikan.


SaudaraKu, pak Polisi, renungkanlah nasehat ini !

Jangan sampai kalian menyesal di hari akhir nanti, disebabkan kalian lebih taat dan takut kepada pimpinan kalian daripada kepada Allah Tuhan kalian.


{يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا}


"Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Alangkah baiknya, andaikata kami dahulu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul."


وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا


"mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami dahulu menaati Pemimpin-pemimpin dan Pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (Qs. Al-Ahzab: 66-67).


Itu adalah ancaman neraka Allah bagi orang-orang yang lebih patuh kepada pemimpin-pemimpinnya daripada kepada Allah swt. Kepatuhannya menjadikan mereka tidak mau menegakkan kebenaran dan keadilan. Kepatuhannya membuat mereka berani berbuat dzolim dan tuli dari semua wejangan.


Astaghfirullaahal 'adziim





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!