Monday, May 7, 2018

Anak Menjadi Korban Pelampiasan Nafsu Sang Ayah


Oleh: Najwa Alifah (Member Back to Muslim Indentity)


Beberapa hari ini kita kembali dikejutkan dengan peristiwa yang memilukan. Kabar yang sangat menyesakan hati terjadi di indragiri hilir Riau. Seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya  sendiri. Pasalnya tidak seorangpun yang mengetahui bahwa perbuatan biadab itu telah dilakukannya selama empat tahun lamanya. (Sumber: detikNews.com.29/4/2018) 


Miris, hal yang serupa juga terjadi di Aceh Barat seorang ayah perkosa anak kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun. Tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan polisi diketahui ternyata laki-laki yang berprofesi sebagai tukang becak itu juga mencabuli dua bocah Lainnya. (Sumber: SERAMBINEWS.COM.3/5/2018) 


Bagai disambar petir, fenomena kekerasan seksual terhadap anak makin maraknya terjadi dan memprihatinkan, bagai akan menjadi lautan trauma yang berkelanjutan tanpa henti.


Banyak hal yang mendorong terjadinya pemerkosaan anak yang dilakukan ayah kandung, paman, guru, dan tetangga korban dipicu oleh berbagai kondisi. Akibat mabuk, nonton video porno, istri yang tidak ingin melayani suami, atau istri pergi jauh meninggalkan keluarga dan kondisi rumah yang tidak harmonis adalah di antara pendorong bagi pelaku untuk melakukan aksi bejat ini.  Di sisi lain rangsangan seksual di masyarakat kian hari makin bertambah seperti perempuan mengumbar aurat dengan pakaian ketat lagi seksi sehingga memicu hasrat syahwat mereka yang lemah iman cenderung akan mencari mangsa untuk pelampiasan nafsu mereka tidak terkecuali kepada anak-anak pun mereka tega melakukannya.


Orang tua adalah pihak pertama yang bertanggung jawab terhadap kehidupan anak. Mulai dari merawatnya, mengasuh, mendidik, membina dan melindungi anak mereka dari segala kejahatan marabahaya baik fisik, psikis maupun pemikiran. Tindakan lalai orangtua dari kewajibannya akan terhitung dosa dan apalagi menyakiti dengan merampas kehormatannya akan tidak akan lepas dari pertanggungjawaban di hadapan Allah dan akan mendapat balasan yang setimpal di hari akhir kelak.


Tentu hal ini menjadi peringatan keras bagi kita terutama orang tua untuk selalu mengawasi anak dalam pergaulannya dan membatasinya penggunaan internet.


Namun lebih dari itu ada persoalan yang mendasar menjadi sebab tumbuh suburnya kekerasan seksual terhadap anak. Yaitu sistem sekuler kapitalis yang diterapkan ditengah-tengah kehidupan. Sistem ini penyebab mengguritanya kejahatan seksual. Rusaknya tatanan sosial, syahwat dan aurat diumbar dan dipenuhi dengan cara yang diharamkan. Ide kebebasan dalam berperilaku telah menjadikan akal dan naluri manusia tidak dikawal dengan pemahaman agama. Dan berhasil menjauhkan nilai-nilai iman dan takwa dari manusia. Padahal nilai keimanan dan ketakwaan adalah palang pertama pencegah penyimpangan pada seseorang.


Keadaan ini diperparah lagi dengan lemahnya amar makruf nahi mungkar pada masyarakat muncul sikap ketidakpedulian satu sama lain. Berbagai fakta yang merangsang hasrat seksual dibiarkan merajalela tanpa ada kontrol masyarakat. 



Dan ditambah lagi sikap negara yang membiarkan pornografi dan pornoaksi tersebar di masyarakat, serta penerapan sistem hukum yang mandul, menjadikan para pelaku kejahatan tidak merasa jera.

Bahkan mereka mengulangi perbuatannya itu tatkala kembali hidup di tengah masyarakat. Hal ini semakin memperlihatkan betapa lemahnya perlindungan negara terhadap anak-anak.


Solusi satu- satunya adalah kembali pada islam. Menjadikan islam sebagai sistem inqilabi yang mengatur seluruh aspek  kehidupan termasuk dalam perkara kejahatan seksual seperti di atas.


Islam akan menanamkan setiap individunya bertakwa pada Allah 

membuat seorang muslim akan sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah meskipun berat. Ia juga akan berusaha keras meninggalkan perbuatan keji dan mungkar meski syahwatnya bergejolak. Takwa merupakan pencegah diri dari perbuatan kriminal. Takwa akan mewujudkan sifat luhur yang sempurna pada manusia.


Masyarakat juga di kondisikan untuk tidak terbawa arus pergaulan bebas. Para wanitanya di wajibkan menutup auratnya dan menjaga kehormatannya sebagaimana yang diperintahkan dalam al-Qur'an surat al Ahzab ayat 59 dan an Nur ayat 31.


Islam juga melarang peredaran minuman keras, pornografi, narkoba. syariah islam akan membasmi barang-barang haram lagi merusak.


Selain itu juga Islam akan   memberlakukan hukuman yang memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Dalam Islam pelaku pemerkosaan akan diganjar hukuman layaknya pezina yakni dari mulai rajam, cambuk sampai mati, dan hukuman berlapis ketika kejahatan nya beragam (memperkosa dan membunuh).


Allah subhanahu wata'ala berfirman, yang artinya:

Hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapatkan pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksaan yang pedih (QS. Al Baqarah : 178).


Dan di ayat yang lain juga menjelaskan: 


Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At-Taurat) bahwasanya jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka pun ada qishashnya. Barangsiapa yang melepaskan hak qishashnya, maka melepaskan hak itu menjadi penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim (QS. Al Maidah : 45).


Dari sana jelaslah bahwa segala bentuk kejahatan seksual akan tuntas terselesaikan dengan kembali pada sistem hidup yang benar yaitu islam kaffah. Karena itu menjadi peran penting bagi kita semua untuk mengembalikan Islam yang secara inqilabi diterapkan ditengah-tengah kehidupan melalui institusi khilafah Islamiyah yang akan menghidupkan lampu penerang memancarkan cahaya rahmat bagi seluruh alam. 

Wallahu ‘alam bishawab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!