Sunday, May 20, 2018

Al-Quds dalam Naungan Khilafah


Oleh : Eri

Pemerhati Masyarakat


Gaza kembali berduka. Puluhan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka dalam aksi protes besar-besaran warga Palestina atas pembukaan gedung kedubes Amerika di Yerusalem (14/5). Pembukaan tersebut sebagai langkah simbolis pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.


Arogansi Trump telah memaksa kebijakan politik luar negerinya melompat jauh mengangkangi PBB, menganggap relokasi kedutaan negaranya merupakan pengakuan pada realitas yang telah lama tertunda. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahkan mendorong negara lain melakukan hal sama seperti Amerika.


PBB telah gagal menanggapi aksi brutal Israel ini, mereka hanya diam atas penindasaan yang terjadi. Kecaman dan kutukan dari para penguasa negeri Muslim, bahkan OKI (Organisasi Konferensi Islam) sekalipun tak diindahkan. Aksi saling usir diplomat jadi hal yang biasa dan tidak berefek sedikitpun.


Untuk saat ini tidak ada yang secara nyata mampu menolong warga Palestina dari kekejian tentara Israel. Sistem demokrasi membatasi negeri-negeri Muslim untuk turut campur mengurusi urusan negeri muslim lainnya. Diplomasi yang berbelit-belit, juga gencatan senjata yang nihil solusi telah membawa kerugian yang tak sedikit bagi kaum muslimin Palestina. 


Sungguh, lampu harapan telah pupus dalam  demokrasi, tak ada yang mampu hidup di dalamnya kecuali hanya sekelompok orang yang mencukupkan diri dengan kepuasan pribadi, tak lagi mau memikirkan kepentingan orang lain. Berharap pada sistem semacam ini tidak akan mampu selesaikan masalah umat pada umumnya dan Palestina pada khususnya. Karena demokrasi adalah hukum buatan manusia, yang tak bisa memberi solusi pasti. Jika kita jeli melihat permasalahan Al-Quds dan Palestina, sungguh hanya penerapan sistem Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah yang menjadi satu-satunya solusi bagi kaum Muslim saat ini. Kepemimpinan global kaum Muslimin, yang melindungi dan mempertahankan wilayah serta tanah mereka dari Zionis Yahudi.


Oleh karena itu, berbagai aksi protes, pengutukan bahkan pengiriman bantuan sungguh tidak cukup untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Sudah saatnya umat membangun kesadaran politik akan pentingnya keberadaan naungan dan perisai yang dapat melindungi seluruh umat Islam, juga menyelesaikan seluruh problematika nya dengan tegaknya Khilafah Islamiyyah, sebagaimana yang dijanjikan Allah dan RasulNya.


"... Kemudian, akan datanglah masa Khilafatan 'ala Minhajin al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam" . (HR. Ahmad)


Wallahu a'lam bis shawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!