Monday, May 28, 2018

 Al Faruq, Golden Generation Islam


Oleh: Khoir Syahidah, S. Psi (Alumnus IAIN Sunan Ampel Sby)


Bergegaslah laki laki separuh baya itu dengan menghunuskan pedangnya, berbalik arah menuju rumah saudara perempuannya.


Laki laki itu hendak menyelesaikan urusan kepada seseorang yang membuat gaduh suasana Makkah, seseorang yang dianggap pemecah-belah Quraish, melecehkan dan menghina agama Quraish. 


Sesampai di rumah saudara perempuannya, terdengar sayup suara bacaan yang asing ditelinganya. ketika itu, di dalam rumah saudaranya terdapat Khabab  Bin Al Arat yang sedang membacakan Al-Quran surat Thoha.


"Suara apa tadi yang aku dengar?" teriak laki laki itu.


Mereka menjawab: " kami tidak mendengar apa apa".


Semakin geramlah dia  kepada keduanya. "Aku mendapatkan berita, bahwa kalian mengikuti agama Muhammad".


Dia meluapkan emosinya hingga memukul suami dan saudara perempuannya hingga berdarah.


Segera laki laki itu menyesali perbuatannya, meminta lembaran tulisan yang dibaca saudara perempuannya juga iparnya itu. Hingga Allah menurunkan hidayah itu sampai kepadanya.  


Seketika itu  Khabab keluar, Khabab menaruh harapan kepada laki laki dihadapannya, laki laki yang terpilih ke dalam Islam, sebagaimana yang pernah di dengar dari doa Nabi  Saw. 


Laki laki itu pun menanyakan kepada Khabbab, "Wahai Khabab, dimanakah aku bisa menemui  Muhammad?". Dengan menghela nafas panjang  Khabab pun menjawab, " Dia(Muhammad) berada di bukit Shofa, tepatnya di rumah Arqam Bin Arqam". 


Sesampai di rumah Arqam, laki laki itu mendobrak masuk hingga menemui Rasulullah. Ditemuilah laki laki itu  oleh Rasulullah sembari menarik dengan keras bajunya.


Rasulullah menanyakan perihal tujuan kedatangannya, jika tetap melanjutkan upaya memusuhi dakwah Islam. Maka kehinaan laki laki itu, yang akan didapatkan, sebagaimana kehinaan yang telah diturunkan kepada Walid Al Mughiroh, dalang yang menghasut masyarakat, untuk menjauhi Muhammad dan dakwahnya. Meniupkan fitnah  bahwa muhammad penyihir lisan, dari lisannya akan memisahkan anak dan kedua orangtuanya, istri dan suaminya.


Namun justru kedatang laki laki itu kepada Rasulullah, untuk bersaksi atas keimanan kepada Allah dan Rasulullah. laki laki itu pun masuk Islam.



Subhanallah, Allahu akbar!. Ramadhan kali ini mengingatkan kita pada jasa laki laki di dalam penggalan  kisah indah itu. Dialah  sang generasi emas, Laki laki itu bernama Umar Bin Khottob Ra. 


Gelar Al Faruq  disandingkan pada dirinya, Al Faruq   pemisah antara kebenaran dan kebatilan. Masuk Islam nya, menjadikan kekuatan Islam semakin bertambah. Hingga sepeninggalan Rasulullah dan Abu Bakar As shiddiq, Umar al Faruq diangkatnya menjadi kholifah Amirul Mukminin, menoreh prestasi sebagai pionir  menyemarakkan suasana Islami di bulan Ramadhon dengan mengumpulkan orang orang untuk melaksanakan qiyamul Ramadhan di Masjid Masjid. Al Faruq pun menjadi kholifah yang pertama kali menetapkan  kalender Islam atau Kalender Hijriyah. 


Dengan kepemimpinanya,  al Faruq memfokuskan pendidikan belajar Al Quran dan bahasa Arab, dia pun membuat kebijakan bombastis terkait gaji para pengajar al Quran masing masing 15 dinar setara 4, 25 gram emas ( jika di rupiahkan sekitar 31, 8 juta). 


Dimasa Umar al Faruq,  telah berhasil menaklukkan Damaskus, Qodisiyah, serta  Baitul Maqdis hingga tunduknya  raja raja  Persia. Bahkan Sebagian mereka berkata " mutiara Umar lebih ditakuti daripada pedang al Hajjaj"


Masa keemasan Islam dengan peradaban agungnya, telah membuka cakrawala kita. Kehebatannya melahirkan generasi gold juga. Sepenggal kisah Umar al Faruq, cukup membuktikan bagaimana peradaban Islam  membawa keadilan, kesejahteraan, kemajuan, manusia yang beradab, dan ketaqwaan yang mantap.


Menyiapkan kembali  Generasi  Al Faruq masa kini bukan hal yg mudah.  Pengidolaan seorang muslim terhadap  Rasulullah beserta Sahabat, hingga orang orang sholih sepeninggalannya haruslah menjadi kiblat sejati. 


Benarlah, sabda Rasul: "Para shohabat itu bagaikan bintang bintang. Dengan shahabat manapun kalian mengarahkan pandangannya. Maka keberadaan menjadi petunjuk bagi kalian".  


Inilah warisan peradaban emas,  pasti  melahirkan sosok sosok hebat, para ulama, ilmuwan yang ahli dibidangnya dengan dorongan iman. Tidakkah Romadhon ini, menambah kerinduan kita pada masa itu?. Sudah saatnya  kita songsong kembali peradaban emas Islam jilid 2 atas izin Nya. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!