Wednesday, May 16, 2018

Agar Emak Bahagia Jalani Puasa


Oleh: Wati Umi Diwanti



Alhamdulillah kita masih diberi umur bertemu Ramadhan lagi. Bulan penuh berkah, bulan penuh pengampunan dan bulan pembebasan dari siksa neraka.


Tentu semua kita dapati jika Ramadhan kita isi dengan amal sholih. Senantiasa menahan diri dari yang mebatalkan puasa dan membatalkan pahalanya.


Menahan lapar dan haus bukan perkara mudah. Jika para pekerja ada dispensasi kerja. Bahkan kadang bukan sekedar rentang waktu tapi juga beban kerja oun dikurangi. 


Berbeda dengan pekerjaan seorang emak. Ramadhan justru ada tugas tambahan. Khususnya yang punya balita. Selain harus masak lebih 'sungsung'. Juga harus melatih anak-anak shaum. 


Yang namanya berlatih pasti banyak kendalanya. Mulai dari susahnya dibangunkan makan sahur. Selera makan sahur yang hambar. Hingga rengekan iba meminta buka. Betul ga Mak?


Menghadapinya tentu perlu tenaga ekstra. Perlu seni dan kesabaran. Sementara kita sendiri dalam keadaan lemah, tidak se-fit hari biasanya. Rentan tersandera emosi jiwa.


Agar Emak bisa tetap bahagia mereguk satu demi satu amalan Syurga di Bulan puasa, kiranya tips berikut bisa dicoba.


Pertama kali yang harus dilakukan adalah memberi pehaman tentang puasa pada putra putri tercinta. Agar mereka tahu ada banyak kebaikan dalam puasa. 


Mulailah dengan menyampaikan tentang siapa manusia. Apa yang diinginkan dari penciptanya. Hingga reward yang dijanjikan Allah bagi orang yang taat menjalankan perintah-Nya. Terutama terkait amalan puasa.


Tak mengapa jika kita tawarkan hadiah untuk merangsang mereka. Semisal jika puasa stengah hari dikasih uang 2rb, jika full 5rb. Dan jika tunai sebulan penuh ada bonus tambahan boleh beli yang mereka ingini. Tentunya sesuai kemapuan Bapaknya. Xixixii..

 

Kedua, agar tidak cepat lelah persiapkan menu sahur yang mampu memberi energi lebih. Kurma itu salah satu makanan wajib (bagi saya). Yang lainnya mungkin emak yang ahli gizi bisa sharing ilmu disini.


Ketiga, emak kudu punya jadwal tertulis. Apa saja agenda dari jam ke jam. Dengan ditulis kita bisa menyortir mana amal yang wajib, sunah dan mubah. Agar bisa memanfaatkan energi seefektif dan seefisien mungkin. Ingat ya mak, yang dikurangi yang mubah. Salah satunya tidur 😂.


Karna meski ada hadis yang bilang tidurnya orang puasa itu ibadah. Tapi itu hadis dhoif. Lagipula Rasulullah tauladan kita ga pernah tuh ngisi ramadhan dengan banyak tidur. Justru dalam siroh, peperangan lebih banyak dilakukan bulan Ramadhan.


Karena sayang banget kan Mak, kalo kita diberi waktu yang bisa melipatgandakan timbangan amal justru kita pakai untuk amal mubah. Nilainya 0,0. Jikapun dikali seribu bulan tetap hasilnya nol. Rugi Mak! 


Bukankah emak terkenal paling takut rugi. Selisih harga dua ratus perak bisa Mak pikirin berhari-hari. Masak sih Mak ga sedih kalau Ramadhannya rugi buanyak. 😬


Keempat, Komunikasikan apa yang kita rencanakam dengan keluarga. Khususnya dengan anak-anak tercinta. Keistimewaan puasa dan cita-cita yang ingin kita raih di Ramadhan kali ini. Termasuk cita-cita jangka panjang kita. Ngumpulin pahala buat tiket masuk Syurga.


Ramadhan adalah jalan tol mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya. Sekaligus menjadi wasilah pengampunan seluruh dosa kita. "Yuk Nak kita raih bersama." Usap kepalanya dan berikan senyum terindah kita.


Nah terakhir, jangan lupa Allah kasih bonus extra di sepuluh malam terakhir. Malam Lailatul Qodr. Malam dilipatgandakannya amalan kita hingga lebih baik dari seribu bulan. Maka jangan sampai ketinggalan.


Emak harus waspada, karna biasa justru emak sukanya rempong di sepuluh malam terakhir. Ya bikin kue lah, nyuci gorden, ambal dan segala macem. Jadilah malam lailatul Qodr kita justru tepar. 


Karenanya perlu strategi. Misalnya bereskan semuanya sebelum memasuki hari ke-20. Jikapun harus di sepuluh hari terakhir, jangan sampai tenaga diporsir. Gunakan jasa loundry. Kue bisa beli. Atau bagi tugas ke semua anggota keluarga agar lebih ringan.


Intinya pastikan semua sudah kita rencanakan sebaik-baiknya. Karna kata orang bijak tidak merencanakan kesuksesan itu sama halnya merencanakan kegagalan.


Tentunya kita ga mau Ramadhan kita gagal menjadikan kita insan bertaqwa. Karena belum tentu Ramadhan berikutnya kita masih ada. Yuk mari kita saling mengingatkan dan menguatkan, mengisi Ramadhan hanya dengan kebaikan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!