Yuk Sadar Politik..!

Oleh : Tuti Rahmayani, dr (Komunitas Revowriter)



Eits, jangan keburu alergi dulu klo nyinggung politik.. Why? karena Islam itu sempurna sebagai agama. Termasuk didalamnya mengatur urusan politik. Politik dalam Islam bermakna mengurusi urusan umat. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Mulai harga cabai sampai pengiriman tentara. Beda dengan konteks politik jaman now yang identik dengan syahwat kekuasaan untuk menempati jabatan tertentu. 


Seorang muslim pada faktanya memiliki beberapa peran. Pertama, peran sebagai individu. Sebagai seorang individu, maka takwa adalah indikator kemuliaan seseorang. Dia harus memastikan dirinya melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Kedua, peran sebagai anggota masyarakat. Ia diharuskan memperhatikan kondisi lingkungan tempat ia tinggal. Sudahkah masyarakatnya bertakwa? Apakah pemikiran, perasaan dan aturan yang diterapkan bersumber dari Islam sehingga mengantarkan keridhoan Allah SWT? Apakah halal haram menjadi standar perbuatan masyarakat? Karena sejatinya individu tidak bisa dipisahkan dari masyarakat dan demikian pula sebaliknya. Karenanya, menjaga masyarakat agar tetap dalam koridor syariat adalah kewajiban setiap muslim.



Disinilah letak urgensi kesadaran politik bagi setiap muslim. Tidak hanya berpikir mewujudkan individu bertakwa, tapi juga masyarakat bertakwa. Kesadaran politik Islam harus dimiliki baik dia sebagai penguasa atau sebagai rakyat biasa. 


Contohnya, bila dia adalah seorang penguasa maka dia akan menetapkan kebijakan, membuat Undang-Undang dengan berlandaskan pada Al Quran dan As Sunnah. Ia akan menciptakan suasana keimanan atas rakyatnya agar senantiasa dalam ketakwaan. Ia akan merumuskan kurikulum pendidikan agar terwujud kepribadian Islam. Ia akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang menjamin hak kepemilikan sesuai syariat, mencegah privatisasi, praktek riba dsb. Ia juga akan menjadikan dakwah dan jihad sebagai arah kebijakan luar negeri, karena Islam menuntut yang demikian. Islam sebagai ajaran bagi seluruh umat manusia. Nah, bila ia adalah warga negara, maka ia akan memiliki kepedulian dan melakukan pengkajian terhadap kebijakan yang diterapkan oleh penguasa. Bila didapati ada kedzaliman, kesewenang-wenangan dan pelanggaran syariat Islam, maka ia tak segan melakukan aktivitas amar ma'ruf nahi munkar terhadap penguasa. Hal ini seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin di sepanjang masa kekhilafahan. Seperti kisah khalifah Umar bin Khaththab r.a yang menetapkan pembatasan mahar. Kebijakan ini dikritisi oleh seorang muslimah karena dalam Al Quran tidak ada pembatasan mahar. Khalifah Umar r.a pun menyadari kekhilafannya, kemudian dengan tanpa merasa malu, ia membenarkan ucapan wanita itu dan mengakui kesalahannya. 

“Wanita ini benar dan Umar salah,” ucapnya di depan banyak orang.

So, mari wujudkan kesadaran politik di tengah-tengah umat. Wallahu a'lam bish shawwab




Post a Comment

0 Comments