Yakin Dia Jodoh Kamu?



Oleh: Vio Ani Suwarni, S.Pd (Guru Sejarah SMAN 1 RENGASDENGKLOK)



Tulisan ini penulis dedikasikan khusus untuk para Aktivis Pacaran. Oke broand sista pasti sudah pada tahu kan apa itu AP (Aktivis Pacaran). Para Aktivis Pacaran sendiri ialah mereka yang memiliki hubungan khusus katanya. Lebih mengecewakan lagi para AP ini duduk diberbagai jenjang pendidikan mulai dari SD sampai dengan kuliah. Miris sekali memang melihat apa yang terjadi. Bayangkan saja, usia yang seharusnya dipakai untuk mencari ilmu, mereka pergunakan untuk mengumpulkan amalan kemaksiatan.

Keadaan ini diperparah lagi dengan kebohongan yang senantiasa mereka lakukan. Penulis sering mendapati fakta bahwa para Aktivis Pacaran sering menghambur-hamburkan uangnya dengan cara nelaktir sang pujaan hati yang belum halal. Ngajaknonton pujaan hati yang belum halal, ngajak jalan-jalan pujaan hati yang belum halal dan sejumlah aktivitas maksiat lainnya. Tentu saja dapat dipastikan, uang yang dikeluarkan para Aktivis Pacaran untuk hal-hal tersebut, bukanlah uang mereka sendiri. Jelas saja bukan uang mereka, pasti uang orang tuanya, dan tidak mungkin ada Aktivis Pacaran yang jujur mengatakan pada orang tuanya kalau uang yang Bapak/Ibu keluarkan itu untuk aktivitas pacaran.

Hai broand sista, sesungguhnya aktivitas tersebut bisa menjadi pahala jika engkau menghalalkannya. Sebaliknya akan menjadi amalan keburukan jika engkau belum menghalalkannya. Di dalam Islam sudah jelas dikatakan bahwa jika engkau sudah siap, maka menikahlah. Akan tetapi, jika engkau belum siap maka berpuasalah. Makna puasa disini yakni menahan segala bentuk hawa nafsu dari lawan jenis. Penulis pun sering mendengar statemen "Banyak kok yang mengawali hubungannya dengan pacaran, dan berakhir bahagia dengan pernikahan, so apa masalahnya dengan pacaran?". Jadi begini nih ya sista, memang betul ada pasangan Aktivis Pacaran yang berujung dengan pernikahan. Tapi yang perlu dicatat, mereka menjemput pujaan hati mereka dengan kemaksiatan. Mana mungkin hubungan yang suci diawali dengan sebuah kemaksiatan.

Aktivitas pacaran pun sangat berbahaya? Kok berbahaya sih? Jelas saja berbahaya, karena dengan aktivitas pacaran, mereka menduakan Allah. Tidak jarang para Aktivis Pacaran ini lebih mengutamakan pasangannya dari pada Allah. Padahal kalau kita cermati kembali, yang memberikan kehidupan itu Allah loh. Mana mungkin anda lebih mengutamakan makhluk dari pada sang Khaliq. Selain menduakan Allah, para Aktivis Pacaran itu membangkang loh pada aturan Allah. Jelaslah membangkang, Allah berfirman "Janganlah kamu mendekati zina (pacaran)". Eh dia mah malah terang-terangan jadi pelaku zina (pacaran). Mendekatinya saja sudah tidak boleh apa lagi menjadi pelakunya. Naudzubillah.

Tidak mungkin kalian akan bahagia, kalau kalian mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cinta kalian kepada Allah dan Rasul. Tidak mungkin kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan, kalau kalian lebih mencintai seseorang atau sesuatu melebihi cinta kalian kepada Allah dan Rasul, itu tidak mungkin. Bukan hanya tidak mungkin, bahkan Allah mengancam dengan sebuah ancaman "Fatarabbasu" hati-hati kalian, kata Allah. Artinya tidak boleh, seorang hamba itu menduakan cintanya kepada Allah dengan cintanya kepada makhluk, itu tidak boleh. Kalau dia mencintai makhluk, harus karena Allah. Kalau dia mencintai makhluk bukan karena Allah. Allah bilang "Fatarabbasu", hati-hati! Kenapa kita tidak berani bertaruh untuk Allah "Ini masa depan nih saya pertaruhkan, kalau saya ngga pacaran? Apakah saya akan tetap bisa menikah? Taruh saja pertaruhannya sama Allah. Allah bilang "siapa yang istiqomah, kami tolong dia". "Aduh kalau saya putusin, entar dia sama yang lain, gimana ya?". Tidak usah khawatir, sudah saja pertaruhkan masa depan kita sama Allah. Nanti kita akan bilang "untung dulu saya putuskan" (penggalan tausiah Ust. Hanan Attaki, Lc).

Pujaan hati yang belum halal yang anda cintai itu belum tentu menjadi jodoh anda. Jika belum tentu menjadi jodoh anda, seharusnya anda tidak mencintai dia melebihi cinta anda kepada Allah dan Rasul. Ingatlah saudaraku yang seharusnya anda cintai dan anda ikuti segala ketentuannya hanyalah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Seruan untuk para Aktivis Pacaran, lebih baik memperdalam khazanah pengetahuan keislaman kita dari pada menumpuk amalan kemaksiatan.

WallahuA'lamBishawab.

Post a Comment

0 Comments