WHO AM I?

Oleh: Zulia Adi K, SE(Pemerhati Remaja)



Who am I? Ya, siapa diri saya. Lagi puyeng ya, sobat, kok malah nanya siapa diri saya atau lagi pada sakit amnesia sampai lupa ama diri sendiri. Ih, ngeri deh dan kasihan banget masih muda udah sakit parah gitu!

Yup, masa remaja orang bilang masa krisis jati diri, maka wajar kalo kita lihat banyak tawuran pelajar, pergaulan bebas sampai tindakan kriminal yang dilakukan remaja, tak kalah serunya narkoba dan miras seolah menjadi menu wajib remaja di zaman now.


Ndak mau gaul bebas, “Wah jangan-jangan lo nggak normal, sukanya sesama jenis ya!”

Ndak mau coba miras dan narkoba, 

“Ah, dasar banci lo!”

Ndak mau nyuri, “Ah, dasar cemen lo!”


Itu mungkin kata-kata provokatif, sobat, yang menjebak remaja untuk ngelakuin hal-hal ndak bener asal diakui eksistensi di lingkungan pergaulan mereka.


Jadi wajar ketika di dalam berita-berita ada kasus kriminal yang pelakunya remaja pasti ketika ditanya kenapa berlaku kayak gitu, ya simple aja jawabnya. Hanya tuh eksistensi diri biar diakui di lingkungan pergaulan mereka. So, ya mereka ngelakuin perbuatan yang justru bertentangan dengan norma agama atau pun norma yang ada di masyarakat, mereka ndak peduli lagi, yang penting bisa dibilang anak gaul, gaul, dan gaul.


Sobat, tentu dengan sikap latah alias ikut-ikutan seperti di atas sangat merugikan, merugikan diri sendiri, keluarga, lingkungan bahkan sampai ranah negara and yang lebih fatal justru mencoreng harga diri sendiri, so, please... Jangan latah! Harus punya prinsip, itu yang seharusnya menjadi pegangan remaja zaman now.


Sobat, agar kita punya prinsip tu jejaki hidup ini tentu kita harus nyadar diri, ya nyadar siapa diri kita alias who am I?


Tentu sebagai remaja yang beragama Islam sudah seharusnya nyadar kalau kita tuh hamba Allah SWT dan kita harus nyadar kita diciptakan di dunia ini untuk apa?Allah SWT menjelaskan dalam surat Adz-Dzaariyaat ayat 56 yang intinya bahwa Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak lain hanya untuk beribadah.



Waduh berat dong, ibadah terus. Eits, tunggu dulu! Makna ibadah itu ada dua, pertama, ibadah dalam arti sempit atau sering di sebut ibadah mahdah, seperti shalat, puasa dan haji yang tata caranya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT. Yang kedua yaitu ibadah dalam arti luas, yang artinya ketika melakukan suatu perbuatan, kita niat ikhlas karena Allah SWT dan melakukan perbuatan tersebut sesuai dengan aturan syariat Islam. Misalnya, kita sekolah ikhlas karena Allah SWT ingin mencari ilmu; di sekolah remaja putri memakai pakaian syar'i, pakai kerudung plus gamis, pergaulan pun dijaga jauhi ikhtilat, apalagi khalwat. Itu juga ibadah, sobat.


Yes, makin jelas, kan, sobat. Dan setelah sadar hidup kita untuk ibadah, kita juga harus nyadar bahwa semua amal perbuatan kita di dunia kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Jadi, jangan main-main, sobat!



Dengan jawaban atas pertanyaan who am I, insya Allah deh bisa menuntun kita kepada kehidupan yang terarah, nggak terombang-ambing lagi karena pengen di bilang gaul tetapi menjadi remaja yang punya prinsip yang dengan tegap berjalan meniti kehidupan ini dengan mengatakan, “Saya remaja muslim”.

Post a Comment

0 Comments