Wajah Sang Pendosa

Oleh: Lelly Hapsari


Temaram sinar separuh malam,
Saat bintang enggan berbinar

Aku yang terhempas, terkurung sepi dibelenggu rasa benci

Benci dengan sejarah kelam yang terlewati

Tak terlupakan walau mata ini terpejam begitu kuatnya lekat dalam bayang bayang malam

Dan terbakarnya lembaran lembaran hitam

Bersimpuh menyesali diri, 

Buliran air mata pasrah dengan memeluk erat selaksa doa

Ya Robb, 

Andai saja dosa dosa ini bisa gugur terbuang

Kulepaskan kudis kudis jahanamAndaikan bisa, kuredam segala penyesalan

Kucampakkan pada jurang jurang pengampunan
Aku sang pendosa,  ingin hijrah karena Lillah,

Tapi mengapa ide maksiat mu masih sibuk memusingkan ku, 

Melenakan pandangan, nyaris melupakan hijrah.

Kau yang selalu menipuku! membisikkan ide ide maksiat dalam kesesatan

Kau berlomba dengan yang lainnya untuk berpesta pora

Hiruk pikuk begitu riangnya

Tatkala aku tersungkur kedalam lubang lubang kemunafikkan

Hingga berakhir tangis penyesalan

Bagimu adalah kemenangan....

Aku ingin berubah..

Bermetamorfosa untuk menjadi yang lebih indah

Menjadi kupu kupu yang terbang rendah dengan sayapnya

Ach,

Lagi lagi kau...

merasuki pikiranku

Dengan sentuhan sentuhan melenakan tapi menusuk amalku

Mengacaukan hijrahku

Aku...ya...aku.. 

Yang tengah berusaha mengokohkan kakiku untuk berpijak dijalan kebenaran

Sendiri...

Dipersimpangan jalan

Menakar dengan nalar

Apakah ma'ruf ataukah Munkar?

Tanpa ada satupun orang yang menghargai ku

Merangkul ku dalam ketaatanNya

Aku terbuang dari semua kumpulanku karena kau!  

NAFSU....!

Timbul tenggelam dalam memegang hujah siqohnya perjuanganSemangat itu hanya ada dalam diriku

Tetapi semangatku hanya temaramSebatas ditiup perlahan timbul tenggelam

Aku laksana lilin yang mampu membakar diriku untuk sekedar menjadi penerang sesaat.

Wahai  jiwa yang lelah Belumlah purna segala usahaHingga saatnya Dia memanggil pulang

Menutup mata...

Jika malaikat sudah mulai Sayup sayup memanggil sebuah nama

Segeralah berdoa agar namamu, namaku juga namanya tercantumSebagai penghuni syurga

Meski dalam gelap aku coba tetap bertahan dipersimpangan yang samaJangan putus asa

Perbanyak muhasabah, mengemis ampunanNya

Berenang dalam lautan doa

Karena aku wajah sang pendosa




Ditulis oleh: Lelly Hapsari

Ttl: Surabaya 23nov 1977

Profesi: ibu rumahtangga, pecinta puisi


Post a Comment

0 Comments