Wahai Pemuda-Pemudi Mari Gaungkan Kebangkitan

Oleh: R. Denti Purwasih (Pembina Aktifis Remaja)



Sobat, beberapa waktu lalu muncul pernyataan Indonesia akan bubar tahun 2030. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada saat pidatonys di hadapan kader Gerindra.
(liputan6.com)

Masyarakat berbeda pandangan dalam menyikapi pernyataan tersebut. Ada yang berpendapat tak perlu menanggapi serius isu tersebut. Sebaliknya ada pihak yang bersikap waspada serta menghimbau masyarakat untuk terus menjaga keutuhan NKRI. 

Saat ini, kita bisa merasakan dengan jelas kezhaliman yang dilakukan pemerintah. Seringkali tebang pilih memihak salah satu pihak namun tendensius terhadap yang lainnya. Keadilan pun sudah menjadi barang yang langka.

Permasalahan ini melahirkan banyaknya seruan-seruan yang muncul untuk mendorong masyarakat agar melakukan perubahan. Berfikir bagaimana caranya bisa maju dan bangkit dari keterpurukan. Agar diupayakan oleh kalangan intelektual, tokoh agama, politisi Islam, serta barisan pemuda yang akan menjadi tonggak peradaban. Masyarakat sudah sangat resah dan kecewa terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.

Sudah menjadi perbincangan hangat di setiap forum dan kesempatan. Akankah angin segar kebangkitan umat akan segera dirasakan? 

Jika saja penguasa saat ini paham bagaimana mereka memosisikan masyarakat. Tidak hanya memandang masyarakat adalah bagian dari individu-individu saja. Melainkan sebuah masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang memiliki satu pemikiran, satu perasaan dan satu peraturan yang sama ditambah lagi adanya interaksi yang baik antar mereka

Tentunya, secara perlahan kebaikan-kebaikan serta kebangkitan akan semakin tampak seperti yang tercantum dalam kitab Nidzhomul Islam, Bab Qiyadah Fikriyah yang ditulis oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani.

Ketika bangkit itu memiliki arti berubahnya suatu keadaan dari keadaan yang tidak baik menjadi baik, dari keadaan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Maka perubahan dalam skala negara bisa menjadikan Indonesia bangkit menjadi negara yang lebih baik kondisinya dari saat ini.

Tidak mencukupkan sebatas memiliki banyaknya kaum intelektual. Banyaknya sarjana, doktor hingga profesor, bahkan para ahli di bidangnya, seperti yang dijelaskan Hafidz Shalih dalam bukunya Falsafah Kebangkitan. Jika kita simak, Indonesia sudah memiliki itu semua. Namun, apakah hal itu bisa menjamin bahwa Indonesia bangkit? Belum tentu.

Namun, sejatinya kita ingin dipimpin oleh seorang pemimpin muslim yang adil lagi qudrah (mampu). Aturan Islam pun diterapkan secara kaffah menjadi sistem perundang-undangan. Ketakwaan menjadi penjagaan utama yang menjadi tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya. Interaksi terjadi begitu harmonis antara pemimpin dengan rakyatnya, serta memunculkan keridhaan di antara keduanya.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah para pemimpin yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian. Kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Adapun seburuk-buruknya pemimpin adalah para pemimpin yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka pun kelainan kalian" (HR. Muslim, at-Tirmidzi dan ad-Darimi).

Kita adalah pemuda-pemudi yang menjadi tonggak peradaban. Mari kita dedikasikan hidup kita dalam perjuangan kebangkitan. Mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan jiwa dan raga kita. Untuk memperjuangkan hadirnya kembali pemimpin yang terhormat lagi bermartabat. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh para sahabat terhadap Rasulullah, begitu pun terhadap sahabat-sahabat lain sepeninggal Rasul, semisal Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab yang menggantikan beliau menjadi Khalifah bagi seluruh kaum muslimin pada saat itu.

Seyogyanya pemimpin itu menjadi junnah bagi rakyatnya. Sebagaimana sabda Nabi saw, "Imam itu adalah perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepada-nya" (al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa'i).

Sobat, mari kita senantiasa mencerdaskan masyarakat. Hingga mereka yakin bahwa Islam mampu menyejahterakan seluruh kaum muslimin bahkan juga non-muslim. Darinya akan hadir Khalifah sebagaimana yang dijanjikan Allah. Serta bisyarah yang telah dikabarkan Rasulullah untuk kita. Jadilah pendakwah agama-Nya, jadilah pendakwah Islam. Yang menjadikan motivasinya semata-mata mengharapkan surga sebagai tempat peristirahat terakhir para syuhada.

Wallahu' alam bi showab

Post a Comment

1 Comments