Wahai Diri, Apa Sebenarnya yang Kau Cari?

Oleh : Hasni Tagili



Mudahnya menampakkan wajah dengan berbagai pesona yang mengundang dosa. Lalu mengumbarnya ke berbagai media. Untuk siapa? Untuk apa?

Tak malu kah jika yang kau pajang itu dilihat oleh ayahmu? kakak/adik lelakimu? pamanmu? suamimu? Padahal mereka adalah bagian yang akan dijilat api neraka tatkala membiarkanmu mengumbar aurat dengan manja. Astaghfirullah!
Jangan katakan kau butuh sanjungan. Aku terlalu lelah untuk mempercayainya.

Kerudungan dan jilbaban, tapi dicemari make-up berlebihan. Alis dilukis, rambut disambung, gigi dipagar, dan bibir disulam. 
Hijab syar'i, tapi dikotori aktivitas pacaran. Tapi dibubuhi interaksi haram dengan yang bukan mahram. Tapi disusupi pemahaman salah bahwa kaki tak ditutup pun tak jadi masalah. 

Tapi.... Ah, sudahlah. Siapa pula aku yang berani memperingatimu? Aturan Tuhanmu saja kau langgar dengan gagah, apalagi hanya seseorang yang kau anggap payah untuk sebuah petuah.

Meski begitu, aku tetap ingin bertutur. Ingatlah, akan tiba masanya ketika kau malu melihat semua foto-foto itu di beranda medsosmu. Kapan itu? Tepatnya ketika kau tak menunda lagi menjemput hidayah-Nya.

Namun bila yang kau perbuat itu atas dasar tidah tahu, maka mari sini duduk melingkar bersamaku. Duduk melingkar mengkaji ilmu. Agar kedepannya, yang kau kejar hanya ridho Allah jua lah.

Wawonggole, 17 April 2018

Post a Comment

0 Comments