Virus Merah Jambu? Oh, No!

Oleh: Suhaeni, SP., M.Si (Penulis dan Pemerhati Remaja)



Tulisan ini adalah salah satu bentuk rasa kepedulian dan keprihatinan saya kepada para aktivis dakwah. Sungguh VMJ (Virus merah jambu) ini sangat berbahaya. Tidak hanya menyerang sobat remaja yang belum “ngaji”, tapi juga menyerang sobat remaja yang menjadi aktivis dakwah. Apalagi kalau lihat fenomena saat ini, yang namanya pacaran bukanlah hal yang tabu lagi. Sudah dianggap hal yang lumrah. Bahkan parahnya, ketika ada sobat remaja yang memilih menjadi jomblo fisabillah, pasti selalu kena bullying. Seolah sedang mendapatkan aib yang luar biasa. Parahnya lagi, tidak sedikit yang memberikan label gay atau lesbi. Miris, kan?


Tidak sedikit orang tua yang seharusnya menjadi teladan, pengawas dan pengontrol pergaulan anak-anaknya, malah justru ikut memfasilitasi sobat remaja untuk terjerumus pada prilaku yang bertentangan dengan aturan Islam. Dengan dalih sebagai orang tua modern, mereka memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk bergaul dengan lawan jenis. Bahkan merasa bangga ketika anaknya menjadi rebutan para laki-laki. Laris manis kataknya, lalu apa bedanya dengan dagangan?

Ketika anaknya hamidun alias hamil duluan baru deh nyesel. Kenapa dulu saya memberikan kebebasan anak saya bergaul dengan lawan jenis tanpa batasan. Kalau sudah seperti ini, siapa yang malu? Siapa yang rugi? Yah, memang penyesalan itu selalu datangnya belakangan. 


Wahai sobat remaja! hati-hati dengan virus yang satu ini. Virus ini bisa menyerang secara tiba-tiba. Awalnya menyerang hati lalu menggerogoti anggota tubuh lainnya. Biasanya sobat remaja yang terjangkit virus ini tidak menyadari sama sekali kalau dirinya sedang terjangkit. Ketika virus ini mulai menggerogoti hati, bukanlah menimbulkan rasa kepayahan. Akan tetapi, rasa senang dan bahagia yang luar biasa, hingga bisa menimbulkan fantasi-fantasi yang indah dalam otaknya. 


Virus merah jambu juga bisa menjangkiti sobat remaja aktivis dakwah. Ya, memang usia-usia ramaja ini memang sedang masa-masanya puber dan tertarik dengan lawan jenis. Memang benar rasa cinta itu fitrah. Allah memberikan kepada manusia naluri itu yang bernama ghorizah nau’, yakni naluri untuk melestarikan keturunan, salah satunya berupa rasa sayang atau suka kepada lawan jenis. Naluri ini diberikan kepada siapa pun, baik muslim maupun non muslim, baik remaja aktivis dakwah maupun remaja bukan aktivis dakwah. Allah memberikan naluri tersebut sepaket dengan aturannya. So, bukan berarti sobat remaja bebas untuk mengumbar dan mengekspresikan rasa cinta tersebut kepada lawan jenis. 

 
Kok, para aktivis dakwah bisa terjangkit virus merah jambu ini?


Yup, sobat remaja aktivis dakwah juga manusia. Tapi seharusnya para aktivis dakwah sudah memiliki anti virus untuk menghalaunya dengan bekal ilmu agama yang didapat dari kajian Islam. Seharusnya para aktivis dakwah memberikan penawar racun kepada para sobat remaja lain yang terjerumus pada jurang kenistaan yang bernama pacaran. Jangan malah ikut-ikutan menenggak racun tersebut. 


Gejala awal akibat serangan virus ini adalah rasa bahagia ketika saling berbalas chat dengan lawan jenis. Awalnya berbicara tentang agenda dakwah, eh lambat laun mulai saling kepo. Saling mengingatkan untuk bangun qiamul lail, mengingatkan puasa sunah, shalat dhuha, dan lain-lain. Hellow, ini adalah perangkap-perangkap setan yang mulai menjerat para aktivis dakwah. Ironisnya, terkadang mereka mendakwahkan tentang haramnya pacaran, eh ternyata dia sendiri yang menjadi pelakunya. Naudzubillah…


Tidak sedikit para kativis dakwah yang berguguran akibat virus yang satu ini. Ada yang mundur dengan gentle dan mengakui bahwa dirinya pacaran. Ada yang mundur dari dakwah secara diam-diam dengan alasan orang tua melarang untuk aktif dalam dakwah. 


Lalu, bagaimana agar para aktivis dakwah terhindar dari virus merah jambu ini?

Untuk menghadang virus ini, maka kita harus memiliki anti virusnya. Anti viusnya tidak lain adalah Alloh. Pertama, kita harus meminta perlindungan kepada Alloh agar mampu menangkal serangan dari virus ini. Kedua, tunduk dan patuh kepada aturan Alloh terkait aturan pergaulan dengan lawan jenis. ketiga, aktif ikut kajian islam. Saling mengingatkan akan bahayanya virus merah jambu ini dan terakhir, lakukan taubatan nasuha untuk mengobati hati yang telah terserang virus ini. Jadi, sobat remaja berhati-hatilah dengan virus ini.

Wallahu a’lam bishawab.

Post a Comment

0 Comments