Unhappy Ending Of Cinderella

Oleh : Shafayasmin Salsabila



Sobat muda, siapa yang masih ingat dengan dongeng Zaman Old yang berjudul Cinderella? Nah di Abad Millenial ini, Cinderella kembali tampil bahkan di alam nyata namun dengan permofa yang berbeda.

Meski sama-sama berwujud wanita nan jelita, tapi ending ceritanya jauh berbeda. Cinderella Zaman Old, terkisah diperinstri dan hidup bahagia bersama pangeran, sedang Cinderella Zaman Now, dijadikan pemuas syahwat lelaki hidung belang. Cinderella tempo doeloe dikhayalkan mendapat cinta dan ketulusan dari Sang Pangeran, tapi Cinderella versi kekinian dibayar dengan hujan uang, setelah itu akan dihempaskan.

Jadi sebentuk apakah Cinderella versi kekinian itu? Begini sob, ceritanya baru nih ditemukan tempat adu syahwat via daring kelas berat. Linknya 'Go International'. Dinamakan Cinderella Escorts. Situs lelang keperawanan berskala internasional. Bagi yang ingin menawarkan keperawanannya harus bisa berbahasa Inggris. Nah loh, saking mendunia jadi pakai bahasa internasional. Deuh, segitunya..

Gak tanggung-tanggung harga yang 'dibandrol' bikin kucek-kucek mata, milyaran brooo.. Ada gak yang beli? Owala, ternyata ada loh pelanggan konglomerat yang nyanggupin.

Emak di rumah udah tempel koyo aja, rasa kepala pusing tujuh keliling. Kalau gak bener-bener banget ngedidik Si Bungsu yang paling cantik, bisa nyesel tujuh turunan plus tujuh tanjakan. Berabeh..

Ko bisa ya Indonesia masuk ke dalam list 'dagangan'? Padahal Indonesia kan mayoritas muslim yang hapal ngelotok kalau zina itu dosa. Nah, di sini nih kita kudu mulai mikir keras. 

Rupanya ada yang meracuni benak kawula muda kita, sob. Khususnya gadis yang masih 'kenyes-kenyes'. Racun itu bernama sekulerisme. Ajarannya bikin anak muda jauhin agama. Gak kenal dan gak paham dengan Alquran. Allah sebagai Tuhan di satu sisi dan kehidupan ada pada sisi lain. Dipisahkan, bagai air dan minyak. Urusan akhirat dengan urusan dunia lain cerita. Nah racun Sekuler itu yang bikin anak muda pada 'sakaw'. Mabuk kepayang dengan pernak pernik dunia. Orientasi hidupnya adalah mencari materi sebanyak-banyaknya, dengan menghalalkan berbagai macam cara. Kebahagiaannya hadir pada saat hasratnya terlampiaskan. Nafsu pengen have fun, banyak duit biar apa aja bisa kebeli. Kita kenal dengan istilah hedonis ya Sob. Gaya hidup 'ongkang-ongkang' pemuja kesenangan. 

Demi kesenangan hidup itu, banyak ABG yang rela menggadaikan keperawanannya. Demi mandi bola eeh maksudnya mandi uang. Iih, miris banget. Kasian yah, lama-lama bisa terjadi krisis keperawanan. Naudzubillahi min dzalik. 

Kita gak boleh jadi setan bisu ya Sob. Kita kudu teriak yang lantang kepada dunia agar kegilaan ini bisa dihentikan. Tentunya dengan menarik kembali kawan-kawan remaja kita kepada agamanya. Dekatkan mereka dengan pemahaman islam. Instal ulang mindset gadis belia dengan landasan berpikir Islam. 

Karena dalam islam sudah jelas. Keperawanan haram untuk dikomersilkan. Seorang muslimah wajib menjaga kehormatannya hanya untuk lelaki yang halal. Selainnya 'NO WAY'. Biar kata dilelang dengan emas sepenuh bumi, jawabannya tetap sama 'Ogaaah'. Mana kuat kita ya disiksa di neraka atas dosa besar berupa zina. 

Apalah dunia, selain kefanaannya menuntut untuk bersegera dalam taat serta giat berderma. Melakukan amal sholih. Merajut takwa. Menebar kebaikan. Bukan hanya sekedar mengumpulkan dan menghitung-hitung harta. Tak layak kuta gadaikan surga hanya untuk dunia. 

Memahami hakikat dunia sebagai ladang menyemai kebaikan akan membuat seorang muslimah menjauhi hal-hal yang Allah larang. Kebahagiaannya cukup dengan pencapaian akan keridhoan Allah. Karena keyakinannya bahwa ada satu masa saat manusia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. 

Bayangan pedihnya siksa akan membuat nyalinya menciut saat hendak bermaksiat. Kerinduan kepada Surga memantapkan langkahnya untuk menapaki jalan yang lurus. 

Ditambah dengan keberadaan sistem islam yang diterapkan dalam sebuah negara, akan mampu mengontrol hati yang meliar. Sarana yang akan menghantarkan seseorang kepada perbuatan dosa dikunci rapat-rapat. Negara akan mengedukasi para pemuda agar tidak lagi menjadi pemuja dunia namun memposisikannya dengan bijak sesuai kehendak Sang Pencipta. 

Namun sayangnya Negara saat ini abai dari mengurusi perempuan. Akibat melepaskan diri dari Alquran dan berporos pada aturan buatan manusia. Zina terkesan dilegalkan selagi suka sama suka. Tak masalah. Padahal satu hadits menampar kesadaran :
“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri”. (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Mari selamatkan haibah (wibawa) gadis Indonesia dengan kembali kepada aturan Islam yang kaffah. Lindungi 'kampung' kita dari azab Allah salah satunya dengan memutus mata rantai "Cinderella Escorts" yang berujung pada airmata. Tentunya hanya dengan sistem Islam buatan Allah saja. Bukan yang lainnya. 

Wallahu a'lam bish-shawab 

*Pemerhati Remaja dan anggota komunitas Revowriter

Post a Comment

0 Comments