Umar bin Khattab, Sosok Fenomenal Yang Sangat Dikenal

Oleh : Rindoe Arrayah

       

Siapa yang tidak kenal dengan Sayyidina Umar bin Khattab? Salah seorang sahabat Nabi SAW yang fenomenal dan sangat dikenal. Michael H. Heart, penulis buku 100 orang yang paling berpengaruh dalam sejarah, menempatkan Sayyidina Umar bin Khattab sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia sepanjang masa. Hal ini bukan tanpa sebab, mengingat Sayyidina Umar bin Khattab memiliki jasa yang sangat besar dalam perkembangan Islam (Suaramuslim.net)
       

Sosok Sayyidina Umar bin Khattab yang fenomenal dan sangat dikenal tak lekang oleh jaman, sepertinya teramat sangat tidak pantas jika harus disandingkan dengan Dilan, walau diambil dari sudut pandang kamera mana pun. 
       

Selama menjabat sebagai Khalifah, Sayyidina Umar bin Khattab banyak menorehkan kisah. Salah satu kisahnya yang sangat masyhur adalah aktifitas sidaknya yang dilakukan secara diam-diam tanpa liputan wartawan, propaganda maupun pencitraan. Di suatu malam yang telah sepi ditinggalkan oleh para penghuni bumi untuk merajut mimpi, berjalanlah Sayyidina Umar bin Khattab menyusuri hingga sudut wilayah yang kemudian terdengar sayup suara tangis anak-anak kecil begitu menyayat hati. Kemudian, bertamulah Sang Amirul Mukminin yang tiada memperkenalkan diri siapa dia sesungguhnya. Dari percakapan yang terjalin, terketahuilah bahwa gubuk itu dihuni oleh seorang janda dengan beberapa anaknya yang masih kecil dalam kondisi kelaparan tanpa ada makanan, hingga demi menghibur sang buah hati si ibu memasak batu agar terkesan memasak sesuatu. Tanpa berlama-lama dalam bertamu, Sayyidina Umar bin Khattab bersegera pamit undur diri. Dengan langkah cepat, Sang Amirul Mukminin menuju ke Baitul Mal untuk mengambil persediaan pangan di sana. Sesampainya di Baitul Mal, diambillah sekarung gandum dan beberapa bahan pangan sebagai pelengkapnya. Seolah berburu dengan waktu, Sayyidina Umar bin Khattab memanggul sendiri sekarung gandum di punggungnya, setelah melakukan penolakan kepada seorang pengawalnya yang menawarkan diri bersedia membantu memanggul sekarung gandum itu. Sesampainya di gubuk seorang janda itu, Sayyidina Umar bin Khattab segera mengolah gandum itu menjadi bubur. Manakala bubur gandum sudah matang, bersamaan dengan bangunnya anak-anak dari tidur lelahnya, Sayyidina Umar bin Khattab tiada segan untuk menyuapkan bubur itu kepada anak-anak seorang janda tersebut. Sebuah kisah menggugah yang bisa diambil sebagai hikmah.
       

Coba kita tengok dengan kisah Dilan yang sangat menohok. Menohok jiwa dan raga rakyatnya. Bagaimana tidak? Dilan lebih suka berkubang dengan aktifitas melenakan, hingga dengan sengaja melupakan akan derita rakyatnya. Jika di malam hari, Sayyidina Umar bin Khattab diam-diam sidak untuk mengetahui dan melayani kebutuhan rakyat dengan sepenuh hati karena menjalankan amanah Ilahi Robbi. Hal yang sangat kontradiksi dilakukan Dilan, meski secara diam-diam pula ternyata Dilan melakukan kebijakan yang mencekik rakyatnya karena perintah mama dan bisikan teman-temannya. Maka dari itu, tidaklah pantas jika Sayyidina Umar bin Khattab disandingkan dengan Dilan. Suatu hal yang sangat dipaksakan dan tidak pada tempatnya. Apalagi bila dicermati, Sayyidina Umar bin Khattab memerintah dalam suasana Islami, sementara Dilan dengan demokrasi.
       

Sungguh, Sayyidina Umar bin Khattab adalah sosok pemimpin yang sangat di rindui oleh umat Islam saat ini.

Post a Comment

0 Comments