Tujuan Hidup yang Sesungguhnya


Oleh: Khotimah Ayu Maduratna (Mahasiswi IAIN Madura dan Anggota Komunitas Revowriter)


PADA jaman now ini banyak sekali orang yang salah dalam memaknai hidup. Banyak dari mereka yang selalu mengira bahwa menjalani hidup ini untuk mencapai dan meraih kebahagiaan, namun kebagiaan apa yang sesungguhnya mereka maksud dan inginkan? Indikator kebahagiaan dalam masyarakat saat ini adalah dengan memiliki uang yang bagus, rumah mewah, mobil berkelas dan materi-materi yang lainnya. Sehingga tidak salah bila banyak sekali masyarakat sekarang gembar-gembor untuk bekerja habis-habisan demi mendapat materi yang banyak. Disamping itu banyak pula orang yang menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan uang yang banyak seperti mengadakan bisnis instan dengan menipu banyak konsumen, meminjam uang dibank demi bisa memenuhi ambisinya meski telah tahu bahwa hal itu syarat sekali dengan riba, ada pula yang menjalani bisnis illegal dan haram, dan banyak pula para perempuan yang menjual dirinya atau bekerja dengan cara yang tidak halal demi meraup dan mendapatkan materi yang banyak.

Semua fenomena diatas terjadi begitu maraknya karena tercipta oleh lingkungan. Lingkungan yang menuntut mereka untuk bisa memiliki harta dan materi yang banyak. Dan lingkungan ini terbentuk tak lepas dari sistem perekonomian yang diadopsi oleh Negara ini yakni kapitalisme. Kapitalisme adalah suatu paham dimana para pemilik modal lah yang akan berkuasa dan menguasai, sehingga orang yang tidak memiliki modal atau yang tidak beruang ia akan tersingkirkan dan tak dihargai, maka dari itu, banyak sekali masyarakat kalangan bawah sekarang yang berlomba-lomba untuk bisa meraup materi yang banyak agar eksistensinya bisa diakui, agar mereka bisa sejajar dengan kalangan elite dan supaya bisa dihargai oleh masyarakat atas. Ini semua tak lepas dari kungkungan dan tuntutan kapitalisme.
Lantas ketika semua sudah terpenuhi seperti rumah mewah, mobil elite, uang yang tak terbendung banyaknya, pakaian yang fashionable dan lainnya akankah bisa menjamin diri seseorang akan bahagia? Bila memang iya, lantas mengapa banyak sekali orang-orang yang kaya dan beruang, para artist yang melakukan perbuatan bunuh diri dikarenakan depresi dan stress menjalani kehidupan ini? 

Sehingga dari fenomena ini bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya indikator kebahagiaan hidup bukanlah dari seberapa banyaknya materi yang dimiliki melainkan hakikat hidup bahagia itu ketika seseorang itu dalam setiap aktifitasnya mendapatkan ridho Allah. Dari mana asal ridho Allah ini? Dari ketaatan terhadap semua aturan-aturan syariatnya, maka bila ingin mendapatkan dan merasakan kebahagiaan hidup kuncinya adalah TAAT, karena sejatinya seseorang yang taat dengan semua aturan-aturan Allah, ia akan bahagia dalam hidupnya namun ketika ia hobi melakukan kemaksiatan dan sering sekali melanggar aturan-aturan Allah maka kesengsaraan yang akan sering ia dapati dalam hidupnya. Jadi kuncinya adalah dengan TAAT kepada yang menciptakan hidup ini.

Post a Comment

0 Comments