The Power of Emak Emak

Oleh : Dini Harianti, S. ST (Anggota Majelis Taklim Mar'atussholihah Ketapang) 



Wanita adalah tonggak peradaban. Jika baik wanita nya maka akan baik pula generasinya. Begitu penting nya peran wanita dalam membentuk generasi. Lantas apa yang harus kaum hawa lakukan untuk mengemban tugas yang luar biasa ini? Tentu tugas seorang emak emak untuk mendidik generasi bukan tugas sembarangan yang bisa dipandang sebelah mata. Para pendidik generasi ini tentu nya harus memiliki ilmu. Sudah bukan jaman nya lagi menganggap tugas perempuan hanya seputar dapur, kasur, sumur, tapi lebih dari itu tugas perempuan memegang peranan penting dalam membentuk peradaban demi menciptakan generasi yang gemilang. 

Tentunya generasi gemilang ini dibentuk dari emak emak yang tangguh pula. Emak emak yang memiliki ilmu dan mempunyai ghiroh yang kuat dalam mencari ilmu shahih yang bersumber dari sang Maha Benar, yaitu syari'at Allah SWT. 

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan. Allah mewajibkan seluruh orang-orang yang beriman untuk berilmu agar semakin kuat keimanan nya, tidak mudah goyah, dan teguh dalam pendirian untuk beriman kepada Allah karna memiliki landasan kuat yang diperoleh dari ilmu. Berilmu tanpa beriman itu rapuh, beriman tanpa berilmu itu buta. Pada intinya, beriman dan berilmu adalah elemen penting yang harus kita miliki. Hal inilah yang wajib dimiliki oleh emak emak jaman now untuk mendidik generasi guna menciptakan generasi yang tangguh dan tentu saja berakhlakul karimah. 

Karna tugas seorang emak emak sebagai Ummu Warobatul Bait (ibu dan pengatur rumah tangga) serta kewajiban untuk menuntut ilmu inilah yang membuat para emak emak tangguh ini ber azam kuat untuk menghadiri majelis ilmu. Anak rewel, pekerjaan rumah yang segunung, dan perkara rempong lainnya tidak dijadikan alasan untuk tidak hadir dalam majelis ilmu. Karna didalam jiwa mereka sudah tertanam aqidah yang kuat dan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Mencari Ilmu bukan dijadikan keterpaksaan. Pekerjaan rumah dan tanggung jawab sebagai seorang ibu sudah terselesaikan terlebih dahulu, hal ini membuat emak emak pencari ilmu ini lebih pandai dalam me manage waktu. Bahkan hadir di majelis ilmu menjadi sarana piknik dan sarana untuk membiasakan anak-anaknya mencintai majelis ilmu sejak dini. Anak-anak yang sudah dibiasakan inilah yang diharapkan menjadi generasi gemilang pengawal peradaban. 

Emak-emak jaman now yang tangguh, beriman, dan berilmu tidak hanya mendidik anak-anaknya untuk sukses di dunia, melainkan lebih dari itu, mereka memiliki visi akhirat yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki. Seorang Ibu yang tangguh, tentu akan mendidik anak nya menjadi generasi yang tangguh pula. Mereka rela untuk ber lelah-lelah di dunia dengan setumpuk pekerjaan yang sudah menunggu demi mencari ilmu. Karna mereka yakin, dengan ilmu inilah Allah akan meninggikan derajat nya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Mujadilah : 11 yang artinya "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". Kerempongan emak- emak dalam mengurus rumah tangga tak menyurutkan semangat mereka untuk menuntut ilmu. Karna mereka mengetahui perkataan Imam Syafi'i "Bila kau tak tahan lelah nya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan". 

Sungguh luar biasa jika sudah tertanam qiyadah fikriyah Islam dalam diri seseorang. Semua tindakan nya pasti bertujuan untuk ketaatan, semua perilaku nya pasti disandarkan pada syariat Allah. Sungguh sangat malu rasanya diri ini. Baru Allah kasi sedikit kesibukan saja sudah ogah-ogah an untuk hadir dalam majelis Ilmu. Kamu yang masih muda dan masih leluasa untuk beraktifitas, lantas malas mencari ilmu? Hellow malu tuh sama emak emak. Hehe. 

Yuk perbanyak hadir di majelis ilmu agar bertambah iman mu, agar semakin mulia akhlak mu, dan gak ada lagi tuh istilahnya bangga karna gak paham Syariat Islam. Syariat Islam itu memuliakan. Makanya kalau gak tau syariat Islam ya harus belajar dong. Bukan malah bangga dengan ketidaktahuan itu ߘʊ


Barakallahufikum ߘʊ#yukngaji #yuktholabulilmi #janganmager #muslimahtangguh #ibuIndonesia #ibumulia #muliadengansyariat

Post a Comment

0 Comments