Tetaplah di Sini, di Jalan Dakwah



Oleh : Astri Rahmawati (mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang ma;ruf dan mencegah pada yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (Qs. Ali-Imran : 104)

Ketika Allah memerintahkan kita untuk dakwah secara berkelompok/berjama’ah maka kita harus mencari kelomopok/jama’ah dakwah. Kelompok dakwah apa saja yang bisa mengantarkan kita untuk beramar ma’ruf nahi mungkar baik tingkat individu atau kelompok, baik itu kemungkaran kecil atau kemungkaran besar sekalipun.

Dari sini sudah fix kan kita berdakwah untuk apa dan untuk siapa? Bukan lain dan bukan tidak hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Bukan untuk jama’ah A B C dst.. apalagi untuk teman atau karna sungkan.

Ketika kita mengetahui thoriqoh (metode) dakwah sebuah jama’ah sudah sesuai dengan thoriqoh dakwah Rasulullah, yasudah tetaplah berada dalam jama’ah itu seberat apapun cobaan mu di luar ataupun di dalam jama’ah itu. Karena berda’wah memang tidak mudah. Butuh orang-orang pemberani dan bermental baja. Jalan da’wah juga tidak ditaburi bunga-bunga indah dan wewangi kesturi, tapi ia terjal dan berliku, akan banyak kerikil-kerikil tajam dan duri-duri yang melukai tapak-tapak kaki sang pejuang. Ingatlah bahwa yang kau cari hanyalah ridho Allah bukan materi atau yang lainnya, bersabarlah dan terus perbaiki kesabaranmu luruskan niatmu, fokus pada tujuan bukan pada halangan.

Ketika cobaan terus datang silih berganti tak henti-henti dan hingga engkau berfikir untuk melepaskan diri dari jama’ah dan berhenti berda’wah, maka luruskan lagi cara berfikirmu tentang kehidupan ini, lalu tanyakan pada dirimu tentang 3 pertanyaan mendasar dalam hidup ini, dari mana kau berasal? Untuk apa kau hidup? Dan akan kemana engkau setelah mati? maka jelaslah bahwa engkau berasal dari Allah, hidup hanya untuk beribadah kepada Allah dan kelak akan kembali kepada Allah.

Dan apa bila engkau tetap bersikukuh untuk pergi dari jama’ah dan meninggalkan da’wah ini karna masalah yang kau hadapi begitu besar di luar sana, coba tanyakan pada dirimu apakah dengan engkau meninggalkan da’wah ini ‘simsalabim’ semua masalahmu di luar sana akan selesai? Tidak semudah itu!

Oke, bila memang semua masalah mu itu bisa selesai dengan engkau meninggalkan da’wah ini karna kau berfikir bahwa semua masalah diakibatkan karna kau menyerukan da’wah ini, maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah engkau sudah sudah siapkan jawaban atas pertanyaan Allah kelak? Sudahkah engkau berdakwah? Sudahkan engkau beramar ma’ruf nahi mungkar bersama segolongan umat?

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan goncangan (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orangnya yang beriman bersama berkata “kapankan datang pertolongan Allah?” ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Qs. Al-Baqarah : 214) 

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan menegukan kedudukanmu. (Qs. Muhammad : 7)

Post a Comment

0 Comments