Sobat, Bukan Konde Cantik Yang Bunda Inginkan!

Oleh : Silvia Rahma ( Member Revrowriter Bogor )



Sobat semua ! Kalian pasti nggak ketinggalan kan time line sosial media beberapa hari ini. So pasti tidak kan ya. Sosial media digemparkan dengan viralnya puisi Bu Sukmawati yang melecehkan ajaran Islam. Isi puisi tersebut membandingkan antara konde dan cadar, juga kidung ibu pertiwi dengan azan. Sungguh ini bukan unsur kesengajaan tapi memang punya tujuan untuk menistakan ajaran Islam.


Sedih nian tak terkira pastinya. Membuat opini bahwasanya memakai konde lebih istimewa dibandingkan dengan cadar. Begitu juga dengan kidung ibu pertiwi lebih indah dan syahdu dari pada suara azan. Menurut sebagian orang yang tak peduli akan keimanan tentunya hal ini dianggap biasa saja. Dengan kata lain masuk dan terhanyut dalam pusaran opini ini. Tentunya ini akan sangat berbahaya, jika para orang tua dalam mendidik anak, menjadikan pemahaman bahwa wanita tak perlu berhijab dan tak perlu mengindahkan suara adzan, asal berkonde dan bernyanyi kidung. Na’udzubillah.


Tahu gak sih sobat! Adalah sebuah fakta bahwa para orang tua zaman now, yang belum memiliki pemahaman Islam yang baik, maka akan berlomba lomba untuk mengekspos putra-putrinya untuk tembus dalam dunia keartisan. Kita lihat saja berbagai event perlombaan fashion yang tak lepas dari budaya konde bak jamur tiram di musim hujan. Berlenggak lenggok di atas panggung cat walk bahkan dari balita.


Dapat kita bayangkan sobat, generasi yang hidup dengan penampilan yang demikian. Dapat dipastikan pemikiran yang ada di benaknya pun akan sangat jauh dari aturan Islam. Sangat jauh dengan kepribadian Islam. Seseorang yang mempunyai kepribadian Islam adalah manakala seluruh pola pikirnya adalah Islam dan pola sikapnya adalah Islam. Yakinkan kita akan bisa membahagian orang tua baik di dunia dan di akhirat?? Sementara ketika di dunia saja kita berivestasi dosa? Tentunya tidak kan?


Pastinya dengan kita belajar Islam akan mengerti bagaimana untuk taat kepada aturan Allah. Menyandarkan seluruh konsekuensi aturan yang datang dari-Nya. Mulai dari berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan Islam. Tentu hal inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh para orang tua. Anak shalih akan menjadi investasi bagi kedua orang tuanya, hingga di akhirat kelak. Birrul walidain atau bersikap baik terhadap kedua orang tua merupakan kewajiban seorang anak yang tak dapat ditinggalkan.

Sobat! Orang tua adalah pihak yang membesarkan dan mengasuh anak sejak lahir sampai dewasa, bahkan hingga menjadi orang sukses. Ayah dan bunda telah membesarkan seorang anak sampai dewasa dengan kasih sayang yang mereka curahkan kepada buah hatinya. Semua itu adalah bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi orang tua untuk anaknya.


Tidak hanya orang tua yang memiliki kewajiban kepada anak, sebaliknya anak juga memiliki kewajiban tertentu terhadap orang tuanya yang telah membesarkannya tanpa pamrih dan dengan kasih sayang tersebut. Sudah sewajarnya apabila seorang anak juga memiliki kewajiban terhadap orang tuanya untuk membalas segala kasih sayang yang dilimpahkan kepadanya. 


Allah berfirman : 


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Israa’: 23-24)
Sabda Rosulullah :


” Sungguh merugi, sungguh merugi, sungguh merugi seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya sudah renta atau salah seorang dari keduanya namun tidak dapat membuatnya masuk surga.” (HR. Muslim).



Telah jelas bahwasanya "Birrul walidaini " diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-nya. Sesungguhnya pahala berlimpah bagi yang melaksanakanya. Namun dalam kondisi saat ini, dimana aturan yang diterapkan adalah aturan kapitalisme. Berbuat baik kepada orang tua menjadi sulit itu pasti. Anak yang semestinya bertanggung jawab kepada orang tua. Di satu sisi juga harus menafkahi keluarganya sendiri dalam panasnya persaingan hidup zaman now. Namun tidak bisa dijadikan alasan juga untuk melalaikan kewajibannya kepada orang tua. Wallahu'alam bishowab.

Post a Comment

0 Comments