Selamatkan Generasi Dengan Islam

Oleh : Masniati, S. Pd (Member Akademi Menulis Kreatif Bima)    



Perasaan sedih, kesal bahkan ada penyesalanku saat itu. Tepatnya siang hari Rabu, 28 Maret 2018, aku melewati dua orang remaja laki-laki dan perempuan berdua-duaan di atas motor dekat kebun jagung warga. Aku baru nyadar dengan sikap kedua sejoli itu setelah terlampau jauh melaju dengan kecepatan motorku. Akupun ingin membelokan motor, untuk memastikan apa yang sedang mereka lakukan. Khawatir mereka melakukan hal yang tak senonoh.     


Pikirankupun berkecamuk, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah. Tentunya, ini bukan kali pertama ku melihat 'pasangan' muda-mudi di sekitaran jalanan itu. Sungguh mengiris hati melihat kelakuan remaja saat ini.    



Apakah kondisi seperti ini akan terus dibiarkan hingga remaja-remaja kita benar-benar hancur dan terjebak dalam kemaksiatan?    



Sungguh ini tak bisa dibiarkan. Lantas apa yang mesti dilakukan? Bahkan tidak sedikit orang-orang yang mulai bersikap individualis, apatis dan tak peduli dengan kondisi yang ada.


Bahkan mereka kerap kali membiarkan kemaksiatan di depan mata tanpa peduli untuk sekedar menegur apalagi sampai mencegah kemaksiatan itu. Padahal Rasulullah SAW. telah menyampaikan dalam sabdanya:"Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.”( HR. Muslim)  



Remaja adalah aset masa depan bangsa. Jika hari ini pemudanya hancur, maka bisa dipastikan gambaran masa depan bangsa ke depan akan seperti apa. Kita tak boleh menutup mata melihat kerusakan segala sendi kehidupan saat ini, termasuk kehidupan remajanya. Mereka kerap kali menjadi pelaku kriminal bahkan tidak sedikit menjadi korban penyalahgunaan barang haram narkoba. Mereka juga menjadi pelaku bahkan korban pergaulan bebas, perzinahan yang berujung aborsi.   



Kondisi remaja saat ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi pemuda-pemuda hebat yang tercatat oleh sejarah dalam mengukir tinta emas peradaban agung yakni peradaban Islam. Mereka menjadi sosok teladan. Allah mentakdirkan melalui merekalah jaring-jaring kejahiliyahan, kemaksiatan dan kekufuran dapat dienyahkan.  



Kita bisa melihat sosok pemuda seperti Sulthan Muhammad Al Fatih yang dikenal sebagai pemimpin pembebasan Konstantinopel. Selain itu, deretan nama seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, Hamzah al Aslami, Muaz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan masih banyak lagi kiranya sosok pe muda teladan. Tentunya, pemuda-pemuda hebat seperti mereka tidak akan bisa dihasilkan dengan cara instan, semudah 'bin salabim'. Mereka adalah hasil cetakan tatanan kehidupan yang diliputi keimanan dan cahaya Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Menginginkan lahir pemuda-pemuda seperti mereka dalam kondisi saat ini sama saja mengharapkan kegagalan.   



Sebab, tatanan hidup yang menjauhkan peranan agama dalam kehidupan (sekulerisme) adalah asas kehancuran bagi umat dan generasi.Hanya Islam dengan segala konsepnya yang sempurna mampu melahirkan generasi-generasi hebat seperti pada masa kejayaannya. Islam juga mampu mengembalikan kemuliaan generasi.Allahu a'lam bish Showwab.  

Post a Comment

0 Comments