Saatnya yang Muda Ngomong Politik

Oleh : Ema Aji S, S. Pd (pemerhati keluarga dan generasi)



Konon, banyak yang bilang saat ini jamannya yang muda yang bicara. Lebih-lebih bicara politik. Banyak generasi muda yang mulai tampil ke publik. Salah satunya sebut saja Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany Alatas. Sayangnya, kemunculannya ke publik bukan mencerminkan kecerdasan dan dedikasi tinggi sebagai generasi perubahan yang tahu politik, tapi kemunculannya justru menjadi bulan-bulanan publik. 

Bagaimana tidak, ketua partai baru itu lantang bersuara soal Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin yang dianggap tidak sesuai fakta dan miskin data. Tak menunggu lama, omongannya ditanggapi langsung oleh akun resmi Rusia.

Sebagai genersi muda muslim, tentu berbicara politik tidak asal bicara. Karena politik dalam Islam mempunyai makna yang khas dan terlebih lagi setiap ucapan dan perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban.

Adapun definisi politik dari sudut pandang Islam adalah pengaturan urusan-urusan (kepentingan) umat baik dalam negeri maupun luar negeri berdasarkan hukum-hukum Islam. Pelakunya bisa negara (khalifah) maupun kelompok atau individu rakyat.

Rasulullah saw bersabda:
“Adalah Bani Israel, para Nabi selalu mengatur urusan mereka. Setiap seorang Nabi meninggal, diganti Nabi berikutnya. Dan sungguh tidak ada lagi Nabi selainku. Akan ada para Khalifah yang banyak” (HR Muslim dari Abu Hurairah ra).

Hadits diatas dengan tegas menjelaskan bahwa Khalifahlah yang mengatur dan mengurus rakyatnya (kaum Muslim) setelah nabi saw. hal ini juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah:
“Imam adalah seorang penggembala dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya”.

Jadi, esensi politik dalam pandangan Islam adalah pengaturan urusan-urusan rakyat yang didasarkan kepada hukum-hukum Islam. 

Sejatinya Islam dan politik tidaklah dapat dipisahkan. Islam adalah satu-satunya agama yang mempunyai pengaturan dalam kehidupan untuk manusia. Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah manusia kepada penciptanya saja, tapi dia mengatur urusan manusia dengan dirinya sendiri mau dengan sesamanya. Islam adalah agama yang mempunyai solusi bagi semua permasalahan manusia. 

“Dan Kami turunkan kepadamu al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu” (QS. An Nahl:89).

 
Nah oleh karena itu, generasi muda muslim justru harusnya wajib berpolitik. Bagaimana tidak, semua urusannya harus diurus dengan hukum Islam. Dari urusan pribadi sampai negara. Maka wajar jika rasulullah berpesan kepada kita;
“Barangsiapa ( dari umatku ) yang ketika bangun pagi tidak memikirkan nasib umat, maka dia bukan umatku ( umat Nabi Muhammad Saw )”. HR. Ahmad.

Ini dalil dari sabda Nabi Muhammad Saw untuk setiap kaum muslim agar berpolitik sesuai Islam.

Jadi buat kamu yang mengaku generasi muda muslim, ayo saatnya berpolitik dengan politik Islam. Jangan asal politik ya, tapi harus tau hukum-hukum Islam yang mengatur kehidupan kita. Sehingga kita bisa berpolitik Islam. Yuk ah ngaji!!

Post a Comment

0 Comments