Saatnya Intelektual Baper Politik

Oleh : Suci Hardiana Idrus



Jika berwudhu saja Islam punya tata cara, lantas bagaimana dalam hal bernegara?
Sesungguhnya politik di dalam Islam adalah mengurusi urusan umat, bukan mengurusi kepentingan para elit kapitalis yang menyengsarakan masyarakat pada akhirnya. Rakyat pun menjadi korban politik yang gagal. Adapun politik sekarang adalah bentuk dari politik kapitalisme-sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan dan negara). Jadi, jangan heran jika saat ini banyak yang kita temui pelaku-pelaku KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), sebab menganggap bahwa agama tidak. ada urusannya dengan politik. Seolah agama hanya bisa dibahas di masjid dan tempat kajian semata. Ini merupakan salah satu kemerosotan dalam berpikir. Akan tetapi tidak pada Islam. Semakin kita berpikir dengan menggunakan akal berdasarkan tuntunan Islam dan pada porsinya, maka kita pun semakin bangkit menjadi generasi umat yang cemerlang dan terbaik.

Islam, menyatu pada seluruh aspek kehidupan manusia dengan mengatur segala tata cara sesuai dengan fitrah manusia serta memuaskan akal. Karena aturannya bersumber langsung dari wahyu Allah Sang pencipta sekaligus sebagai pengatur, dimana aturan-Nya sangat jauh berbeda dari aturan buatan manusia itu sendiri. Lantas hukum siapakah yang kalian kehendaki?
Banyak sesuatu yang dibolehkan saat ini namun diharamkan dalam Islam. Contoh besarnya adalah riba dan contoh kecilnya adalah pacaran. Banyak hukum yang wajib penerapannya dalam Islam namun tidak bisa diterapkan saat ini. Contohnya terkait dengan qishas.

Orang bilang negara ini memang bukan negara Islam, namun mereka lupa bahwa negara ini juga bukan negara Kapitalis barat. Jangan dipikir orang yang selama ini berjuang agar penerapan islam secara menyeluruh dikira anti Pancasila dan NKRI. Justru malah sayang pada negeri ini. Saking sayangnya, mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka, menginginkan sistem yang terbaik bagi seluruh manusia tanpa memandang suku ataupun ras. Bukan lain selain menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Karena sejatinya Islam merupakan agama satu-satunya yang membawa rahmat bagi manusia, alam semesta dan kehidupan. 
Ini hanya bermaksud mengajak kita untuk berpikir, merenungi segala kejadian dan fakta-fakta kerusakan yang ada di tengah-tengah lingkungan masyarakat kita pada umumnya akibat sistem buatan manusia

Saatnya Umat, khususnya kaum intelektual membangun kesadaran politik. Jangan hanya baper hati, tapi musti bapek politik. Gunakan akal dan hati sebaik-baiknya untuk melihat kondisi saat ini yang penuh dengan atmosfir kapitalisme-sekularisme yang meracuni sendi-sendi kehidupan kaum manusia pada umumnya dan khususnya kaum muslimin.

Post a Comment

0 Comments